Pesan Makanan Pun Di-Gacha! Cara Unik Restoran Jepang Ala Italia Ini Tidak Kayak Biasa, Lho!

Wahyu Nurramadan Widayanto
Saizeriya tawarkan miniatur makanan yang bisa didapatkan melalui gacha
Sumber foto: Soranews

Salah satu ciri khas Jepang adalah sistem gacha yang muncul pada pelbagai sektor, termasuk game. Yang terbaru, sistem gacha juga hadir dalam Saizeriya, yang merupakan salah satu jaringan restoran Italia yang berada di Jepang.

Franchise makanan yang tepat menginjaki usianya yang ke-48 tahun pada Minggu (1/5) lalu ini masih sangat populer di kalangan urban Jepang, terutama di Tokyo.

Sesekali ada perbincangan di media sosial menyinggung nama besarnya, pastinya tidak ketinggalan buat para pengunjungnya memamerkan sejumlah makanan yang mereka santap.

Nah, bagaimana cara unik tidak mainstream dari lini restoran keluarga bernuansa Italia ini menyuguhkan menunya?

Inovasi Melalui Miniature Collection

Bertajuk “miniature collection”, Saizeriya menghadirkan pelbagai koleksi replika makanan yang mereka sediakan. Untuk pilihan replikanya, berasal dari aneka hidangan favorit yang ada pada Saizeriya.

Pelbagai hidangan tersebut seperti Escargot Panggang, Spaghetti saus Cod Roe, Doria saus daging dan telur, pudding custard Italia, satu set menu anak-anak, dan papan nama Saizeriya.

Replika puding Saizeriya
Sumber foto: Soranews

Sama seperti sistem gacha pada umumnya, orang yang hendak menggacha cukup memasukkan koin dalam mesin gacha, memutar, dan menunggu hasil yang muncul. Untuk setiap putarannya, sekali gacha berharga setidaknya 300 yen atau setara dengan Rp. 33.435,-.

Upaya dari Saizeriya untuk menggunakan sistem gacha bagi pelanggannya yang hendak mendapatkan koleksi replica makanan, mendapat respon yang cukup positif.

Para pengunjung banyak yang tertarik untuk mengoleksi aneka replika hidangan tersebut. Bahkan, tidak jarang juga pengunjung yang berupaya mengumpulkan seluruh set replika yang tersedia.

Namun, tentunya tidak semudah itu untuk mengumpulkan seluruh set, terutama apabila harus melalui sistem gacha terlebih dahulu. Bagi NawaReaders yang masih belum benar-benar memahami sistem gacha, bisa membacanya di sini.

Sukses Goda Pengunjung untuk Gacha

Dengan menggunakan sistem gacha, pengunjung memiliki kemungkinan mendapatkan item yang sudah mereka dapatkan sebelumnya. Hal ini akhirnya memaksa mereka untuk membayar 300 yen lagi, demi item yang mereka inginkan.

Lalu, saat mereka Kembali gagal mendapatkannya, apa yang mereka lakukan? Tentu saja kembali membayar dan mencoba peruntungannya lagi melalui gacha.

Saizeriya tawarkan miniatur makanan yang bisa didapatkan melalui gacha
Sumber foto: Soranews

Melalui artikelnya, Sora News juga mengungkapkan bagaimana kisah seorang pengunjung yang berupaya mengumpulkan seluruh set yang tersedia.

Bahkan, pengunjung tersebut sampai berpikiran sistem gacha merupakan hal yang konyol, karena dia berkali-kali mendapatkan replika pudding custard Italia. Pengunjung tersebut bahkan berpikir replika yang tersedia hanyalah pudding custard Italia saja. (Selamat datang dalam dunia gacha, bung)…

Salah satu alasan mengapa para pengunjung getol mengumpulkan set yang tersedia, karena bentuknya yang unik dan menarik.

Selain itu, item tersebut juga merupakan properti koleksi yang menarik, terlebih item tersebut berasal dari Saizeriya, salah satu restoran yang ternama di Jepang.

Dari apa yang dilakukan oleh Saizeriya, kita bisa melihat, meskipun makanan yang mereka jual tergolong murah, tapi mereka mendapat pemasukan lain dari gacha.

Salah satu contohnya adalah pengakuan dari seorang pengunjung yang menggacha dan mendapatkan lima replika puding.

Untuk itu, dia mengeluarkan setidaknya 1500 yen. Sedangkan harga untuk lima puding sendiri hanyalah 1.250 yen. Harga replika makanan lebih mahal dari harga makanan itu sendiri.

Nah, apakah sistem ini mungkin dapat diberlakukan di Indonesia, terutama pada kafe-kafe pop kultur bertemakan maid cafe? Kita tunggu saja.