Penting!
Kominfo Telah Buka Blokir Steam | Gunakan Cara Ini untuk Membuka Blokir Internet Positif | Ayukawa Media Menentang Tindakan Kemenkominfo dalam Insiden Pemblokiran 30 Juli 2022

Review Under the Open Sky: Titik Balik Kehidupan Mantan Yakuza

Matias Arvino Andrhasa
Review Under The Open Sky
© Ryuzo Saki / 2021" Under the Open Sky" Production Committee

Sebelum masuk ke dalam artikel review Under the Open Sky, perlu kami ingatkan review ini mengandung isi cerita.

Jadi apabila kurang berkenan untuk mengetahui detail tentang film Under the Open Sky. Bisa menutup review ini, dan tonton dahulu pada pranala berikut.

Namun, kami peringatkan film ini hanya untuk khalayak DEWASA karena mengandung adegan yang kurang nyaman bagi beberapa. Jika tidak masalah membaca review ini, selamat membaca.

SPOILER ALERT!

Sarat Isu Sosial Mengenai Pandangan Tentang Yakuza

Under the Open Sky merupakan film karya Miwa Nishikawa yang sekaligus penulis dalam cerita ini. Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul “身分帳, Mibunchou” karya Ryuzo Saki. Novel juga pernah menjadi pemenang kedua dalam Ito Sei dalam nominasi literatur pada 1991.

Under the Open Sky bercerita tentang mantan yakuza, Masao Mikami (Diperankan Koji Yakusho) yang bebas dari penjara setelah 13 tahun mendekam. Ia sempat masuk penjara akibat kasus pembunuhan serius. Setelah keluar, Mikami memutuskan untuk hidup di jalan yang benar dan tidak kembali ke jalan hidup yakuza.

Sebagai pengetahuan, yakuza merupakan organisasi sindikat di jepang. Tidak jarang orang menyebut mereka sebagai mafianya jepang, karena memiliki cara kerja seperti mafia pada umumnya. Mereka juga sering berbisnis layaknya kartel-kartel di kolombia ataupun meksiko contohnya.

Dengan memegang erat pendirian tersebut, Mikami ingin menjadi orang biasa yang bersosialisasi dan hidup di masyarakat. Namun, hal ini tidak cukup, karena dengan status ‘mantan yakuza’ membuat hidupnya tidak mudah. Mulai dari tunjangan di hari tuanya, hingga mendapat pekerjaan sangatlah susah. Hal ini juga membuatnya sangat sulit untuk beradaptasi. Sampai pada waktu ada orang tv yang ingin mendokumentasi kehidupan Mikami.

Seperti kata orang, jika masyarakat menolak orang yang mereka anggap terbuang, maka yang bisa menerima mereka adalah tempat lamanya. Makanya tidak jarang juga, residivis yang bebas dari penjara melakukan hal yang sama berulang kali. Penonton akan mengetahui seberapa sulitnya hidup bahkan untuk seorang mantan yakuza. Beruntung bagi Mikami yang masih ada orang yang mau menerimanya tanpa memandang dia siapa di masa lalu.

Dalam film Under the Open Sky kami merasa perasaan kami bercampur aduk, sedih melihat apa yang Mikami alami dan rasakan. Akting yang Koji Yakusho perankan ini begitu apik. Bagaimana dia bersuara bagaikan yakuza, tapi juga sekaligus orang tua di waktu yang sama.

Banyak Pelajaran Hidup dari Film Under the Open Sky

Film Under the Open Sky akan mengajak penonton untuk melihat hidup dari sisi orang yang masyarakat pandang sebelah mata. Pernahkah kita menjadi bagian dari sampah masyarakat? Apa yang akan kita lakukan jika sudah menjadi sampah tersebut, berdiam diri ataukah merubah nasib?

Under the Open Sky akan menyajikan juga bagaimana Mikami terus bimbang dalam hidupnya. Ia hidup di tengah garis 2 dunia, kembali ke jalan yakuza yang sangat menerimanya atau hidup damai sesuai kemauannya. Hal ini akan terus penonton lihat, indikasi dua hal tersebut. Mikami juga tidak semata-mata hidup bagi dirinya sendiri, ia sebisa mungkin membantu orang lain yang lebih lemah dari dirinya tanpa mempedulikan dirinya.

Bahkan setelah keluar dari penjara Mikami bahkan tidak melupakan keluarganya maupun ibunya sekalipun. Ia berusaha menjenguk sang istri dan anaknya, biarpun sudah lama bercerai. Bahkan sang ibu yang sempat membuangnya juga tidak ia lupakan. Mikami merupakan sosok yang berprinsip kokoh namun begitu lembut di hatinya. Ia bahkan mungkin tidak pernah menyangka kalau ada orang yang menangis untuk dirinya, di kala dunia tidak berbalik padanya.

Untuk review Under the Open Sky ini sendiri, bagi kami adalah salah satu film terbaik yang ada di Japanese Film Festival 2022 ini. Film yang mampu mengetuk hati penontonnya, mampu membawa emosi penonton campur aduk. Belum lagi dengan pengambilan gambar yang sangat pas dengan musiknya yang begitu padu. Pokoknya ini sangat rekomen untuk segera NawaReaders tonton.

Jika suka film seperti ini kami juga akan merekomendasi beberapa film yang tidak kalah bagusnya, seperti It’s Summer Film atau Ito.