Pernah “Manggung” di Indonesia, Mari Kenalan Lagi dengan Virtual Idol Hatsune Miku!

Jadi, sebenarnya Hatsune Miku itu siapa sih? Apakah dia karakter anime? Atau mungkin sesuatu yang lain? Artikel ini membahas siapa dan apa itu Hatsune Miku.

sosok hatsune miku
Gambar: mikona honey (https://www.pixiv.net/en/artworks/87893644)

Perkembangan teknologi telah membawa manusia mencapai titik baru dalam dunia hiburan. Mengenai hal ini, kehadiran sosok bernama Hatsune Miku menjadi bukti perkembangan teknologi. Bagaimana bisa?

Siapa sebenarnya sosok Hatsune Miku tersebut? Atau mungkin akan lebih tepat untuk mengganti kata tanya dari siapa menjadi apa.

Sekilas Kisah Hatsune Miku

hatsune Miku
Visual Hatsune Miku era 2007. | © Crypton Future Media, INC.

Hatsune Miku (初音ミク), merupakan seorang artis virtual yang sukses menghibur banyak orang di luar sana. Saat ini, artis virtual ini sudah menjadi sosok yang dikenal banyak orang.

Bahkan, meskipun dirinya merupakan artis virtual, kehadirannya bukanlah suatu hal yang aneh.

Sebelum membahas lebih jauh, akan lebih baik jika kita membahas mengenai apa itu Hatsune Miku. Jadi, Hatsune Miku sebenarnya adalah sebuah produk yang diciptakan oleh perusahaan Crypton Future Media. Produk ini rilis pada Jumat (31/8/2007) silam.

Mengenai pemilihan nama, Hatsune Miku berasal dari Bahasa Jepang [Hatsu : pertama] [Ne : suara] ミク[Miku : masa depan].

Dari penggalan kata tersebut, kita tentu bisa mengetahui makna dari namanya, yaitu suara pertama dari masa depan. Sebuah arti yang sangat menggambarkan sosok ini.

Sosok Enerjik Simbol Pop Kultur Jepang

Sebagai sebuah produk, Hatsune Miku sebenarnya merupakan sebuah vocaloid, yang merupakan sebuah perangkat lunak yang bisa menghasilkan suara nyanyian.

Nah, produk ini akhirnya menyajikan suara wanita yang bernyanyi dengan suaranya yang merdu nan menggemaskan.

Bukan hanya sekedar suara, sosok ini juga dilengkapi tampilan visual seorang wanita berambut biru kehijauan yang tampak seperti karakter anime.

Selain itu, terdapat juga beberapa informasi lain yang melengkapi sosok virtual ini, seperti tinggi badan 158 cm, berat 42 Kg, dan beberapa informasi pelengkap lainnya.

Hal ini membuat sosoknya menjadi idola baru dunia virtual beberapa tahun silam.

Sebagai artis virtual berawal dari vocaloid yang menghibur masyarakat melalui suaranya, tentu ada sosok yang hadir di balik Hatsune Miku.

Saki Fujita, seiyu dari sejumlah karakter anime serta gim, seperti Akagi dalam Kantai Collection, merupakan sosok asli dari suara imut, menggemaskan, dan serak-serak basah dari Miku.

Satu hal yang perlu diingat, meskipun Miku merupakan sosok artis virtual yang sangat populer, dia bukan lah satu-satunya vocaloid yang ada.

Saat ini, ada beberapa vocaloid lain yang sudah hadir dan turut menjadi idola layaknya Miku.

Beberapa vocaloid tersebut seperti Kagamine Rin dan Len, Megurine Luka, Meiko, Kaito, dan beberapa lainnya.

Menghibur Penggemar Secara Langsung

Kemeriahan MIKU EXPO di Paris 2018 menjadi saksi bahwa kepopuleran Hatsune Miku masih terus ada hingga kini. Gambar: [email protected]_miku | © Crypton Future Media, INC.

Selanjutnya, meskipun hadir sebagai sebuah produk dan artis virtual, Hatsune Miku juga sama seperti artis lainnya, yaitu tampil secara langsung dan melantunkan lagu-lagunya.

Dua tahun setelah rilis, tepatnya pada 2009, Miku tampil secara langsung untuk menghibur penggemarnya dalam event Animelo Summer Live, yang terselenggara di Saitama Super Arena.

Penampilan tersebut berlanjut dalam konser 3D Live Hatsune Miku yang bertajuk MikuFes. Konser ini berlangsung pada Club Studio Coast, Shinkiba, Tokyo.

Dalam konser ini, Miku tampil dalam wujud 3D dan sukses menghibur para penggemarnya.

Perjalanan Miku terus berlanjut, pada 9 Maret 2010, artis virtual ini akhirnya menggelar full konser solo bertajuk 39’ Giving Day.

Konser ini berlangsung di music hall Zepp Tokyo. Dalam konser solonya, Hatsune Miku tampil dalam projeksi layar 3D dan tampak sangat hidup.

Bahkan, sosok perempuan bertinggi 158 cm ini juga terlihat lincah menampilkan pelbagai gerakan atau pun tarian.

Mungkin dari NawaReaders pernah ingat Miku pernah bertandang ke Jakarta, Indonesia dalam Hatsune Miku Expo yang berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu dan Kamis (28-29/5/2014)?

Dengan tren dirinya yang terus berkembang sejak debutnya di internet, perjalanan Miku terus berlanjut hingga akhirnya dunia mulai benar-benar mengenal sosoknya.

Kontroversi Akibat Kehadiran Miku

akihiko kondo
Akihiko Kondo saat sesi pernikahan simbolis dengan Miku. | Sumber: Blog ameba resmi Akihiko Kondo (https://ameblo.jp/akihikokondosk/entry-12581215392.html)

Ada satu hal unik mengenai Miku, sosoknya yang layaknya karakter anime dan terlihat imut berhasil menarik beberapa orang, bukan sekedar menggemari, namun juga menikahi.

Ya, manusia menikahi Hatsune Miku yang notabene merupakan sosok yang tidak nyata. Mengenai kisah ini, NawaReaders bisa membacanya di sini.

Selain itu, ada juga beberapa kontroversi lain yang hadir dengan adanya sosok Hatsune Miku.

Pada tahun 2012 silam, beberapa video Miku mendadak dihapus oleh Youtube. Hal ini tentu saja mengakibatkan banyak penggemar vocaloid ini seketika meradang.

Salah satu rumor yang mencuat saat itu, menyebutkan bahwa hilangnya beberapa video Miku berasal dari laporan yang pihak Youtube terima.

Mengenai kasus ini, NawaReaders juga bisa membacanya dalam artikel kami yang ini.

Dengan keunikan yang Miku miliki, Vocaloid ini tentu menjadi pilihan hiburan baru bagi masyarakat, terlebih sosok ini juga bisa penggemar dapatkan.

Bagaimana bisa?

Sebagai vocaloid, Hatsune Miku tetaplah sebuah perangkat lunak yang bisa diperjual belikan secara bebas kepada publik.

Untuk mendapatkan vocaloid ini, NawaReaders bisa membelinya dengan harga yang cukup lumayan, yaitu 17.600 yen. Jumlah tersebut setara dengan 2,4 juta rupiah.

Meskipun demikian, dengan harga tersebut, tentunya kalian bisa merasa ditemani oleh Miku setiap hari.

Meskipun sosok Miku sudah beredar cukup lama, masih ada cukup banyak orang yang merasa aneh dengan hadirnya sosok ini.

Kebanyakan karena mereka masih beranggapan hiburan seharusnya konvensional, sosok manusia asli yang tampil bernyanyi dan menghibur, bukan sosok tidak nyata seperti Miku.

Bagaimanapun, hadirnya Vocaloid ini tentu memberikan warna baru bagi perkembangan dunia hiburan digital, terutama industri pop kultur Jepang maupun mancanegara.