Meminang Waifu di Dunia Nyata, Termasuk Gangguan Mental Imbas Budaya Kerja?

Pada tahun 2018 silam, sebuah fenomena unik terjadi saat pria bernama Akihiko Kondo memutuskan menikahi karakter virtual bernama Hatsune Miku

Wahyu Nurramadan Widayanto
akihiko kondo
Akihiko Kondo saat sesi pernikahan simbolis dengan Hatsune Miku. | Sumber: Blog ameba resmi Akihiko Kondo (https://ameblo.jp/akihikokondosk/entry-12581215392.html)

Pada tahun 2018 lalu, sebuah peristiwa unik, aneh, dan mengherankan sempat terjadi. Pada saat itu, seorang pria berusia 35 tahun bernama Akihiko Kondo membuat sebuah keputusan yang luar biasa dalam hidupnya dan mungkin cukup aneh. Ketika itu, Akihiko memutuskan untuk menikah, tentu tidak ada masalah dengan pernikahan, namun yang membuat keputusan ini menjadi aneh adalah sosok yang dinikahi oleh pria ini.

Hatsune Miku, idol virtual populer Jepang menjadi sosok yang beruntung karena dinikahi oleh Akihiko Kondo. Bagaimana tidak beruntung, saat itu, mungkin Hatsune Miku merupakan satu-satunya sosok virtual yang dinikahi oleh seorang manusia.

Fenomena Akihiko Kondo yang Menikahi Karakter 2D

Perjuangan Akihiko menikahi pujaan hatinya tersebut melalui perjalanan yang cukup panjang dengan banyaknya halangan yang membentang. Termasuk sikap pemerintah Jepang yang tidak mengakui pernikahan tersebut.

Namun, Akihiko tidak menyerah, dia tetap berusaha mengadakan upacara pernikahan, dengan cintanya, idol virtual Bernama Hatsune Miku.

Upaya pria 35 tahun ini untuk menikah dapat terlihat dari berlangsungnya upacara pernikahan formal dan resepsi. Acara ini bahkan dihadiri setidaknya tiga puluh Sembilan tamu.

Empat tahun setelah upacara pernikahan berlangsung, Akihiko tetap merasa Bahagia karena berhasil menikah dengan Miku. Bahkan, Akihiko juga merasa Miku membantunya mengatasi depresi yang dia rasakan, melalui lagu-lagu Hatsune Miku.

Bukan hanya itu, apa yang terjadi pada Akihiko dan Hatsune Miku juga mendapat komentar dari Gene Simmons, vokalis Band Kiss. Melalui cuitannya, Simmons mengungkapkan bahwa tidak masalah jika kamu memahami hubungan tersebut, yang penting Akihiko merasa bahagia.

Selain itu, Simmons juga merestui hubungannya dengan mengungkapkan Good Luck kepada pria asal Jepang tersebut.

Apa yang terjadi pada Akihiko yang menikahi Hatsune Miku tentunya terlihat aneh bagi kebanyakan orang. Artikel ini akan membahas fenomena ini dari beberapa sudut pandang.

Menikahi Karakter 2D Bukan Gangguan Mental

Apa yang terjadi pada Akihiko yang menikahi Hatsune Miku bukanlah satu-satunya yang terjadi. Seorang yang hanya teridentifikasi nama sebagai Nissan juga melakukan hal yang serupa.

Pria 37 tahun ini mengencani sarung bantal 2 dimensi bergambar seorang tokoh dari video game. Dengan bantalnya tersebut, Nissan menjalani kehidupannya layaknya seorang kekasih.

Kegiatan kencan macam jalan-jalan, tinggal bersama, tidur, naik komedi putar, berfoto bersama, dan pelbagai kegiatan lain, menjadi kegiatan yang sering Nissan lakukan bersama kekasihnya tersebut. Bahkan, seiring berjalannya waktu, hubungan mereka semakin erat.

Mengenai hal ini, psikolog bernama Ikhsan Bella Persada, M.Psi, mengungkapkan pendapatnya. Menurutnya, meskipun terlihat aneh, namun berkencan atau pun menikahi tokoh 2D bukanlah sebuah gangguan mental.

Hal ini karena tindakan tersebut tidak sampai mengganggu aktivitas, emosi, dan pikiran, dari orang tersebut.

Akihiko Kondo dengan boneka Hatsune Miku
Sumber foto: BBC Indonesia

Namun, meskipun bukan sebuah gangguan mental, fenomena ini termasuk sebuah penyimpangan dalam hubungan romantis. Termasuk penyimpangan karena orang tersebut memilih pasangan dari sosok imajiner, bukan merupakan sosok nyata.

Lantas, apa, sih, penyebab seseorang menjadi seperti itu?

Faktor traumatis menjadi salah satu alasan seseorang akhirnya memilih berkencan atau bahkan menikahi karakter 2D. Faktor traumatis ini bisa muncul dari hubungan masa lalu, baik itu dengan pasangan atau pun dengan keluarga.

Selain itu, masih ada juga beberapa alasan lain seseorang menjadi seperti itu. Namun, perlu penyelidikan lebih dalam mengenai hal ini, karena bersifat personal dan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Satu hal yang pasti, fenomena ini hampir pasti akan mempengaruhi hubungan antara orang tersebut dengan lingkungan sosialnya. Sehingga, orang terdekatnya perlu melakukan intervensi sebelum kejadian menjadi lebih buruk lagi, baik bagi orang tersebut atau pun lingkungannya.

Dampak Budaya Kerja Jepang

Mengenai peristiwa kencan dan menikahi karakter 2D, Prof Masashiro Yamada, ahli Sosiologi asal Jepang mengungkapkan pendapatnya. Menurutnya, banyak masyarakat Jepang yang tidak mendapat afeksi yang cukup dari orang sekitarnya.

Hal ini menyebabkan mereka memilih pelarian afeksi melalui hewan peliharaan, bintang pop, bintang olahraga, atau pun karakter anime.

Bahkan, berdasarkan survei Prof Yamada, terungkap setidaknya 12 persen orang berusia muda merasa jatuh cinta pada karakter anime atau pun video game.

Kondisi ini merupakan salah satu dampak negatif dari budaya kerja Jepang yang memiliki jam kerja panjang dan penuh tekanan. Kondisi tersebut menyebabkan banyak pria atau pun wanita Jepang yang memilih tidak berpacaran atau menjalin hubungan dengan lawan jenis, yang nyata.

Sedikit Kisah Mengenai Hubungan Akihiko dengan Hatsune Miku

Mengenai fenomena yang terjadi pada Akihiko Kondo, hal ini berawal dari ketidakpopuleran pria ini pada kalangan wanita. Kondisi ini menyebabkan Akihiko tidak ingin menjalin hubungan.

Bahkan, pria ini juga sempat melakukan Hikikomori selama dua tahun akibat ketidakpopulerannya dan mendapat perundungan dari lingkungannya.

Sosok Hatsune Miku
Bentuk chibi Hatsune Miku. Sumber foto: SoraNews

Kondisi itu mulai berubah saat Akihiko mendengarkan Hatsune Miku bernyanyi. Bahkan, suara dan tarian Miku, berhasil membuat hati Akihiko tergerak lagi. Kondisi ini berlanjut hingga pria ini akhirnya kembali bekerja.

Perasaan cinta Akihiko pada Hatsune Miku terus tumbuh dan berkembang selama 10 tahun, hingga akhirnya pria ini memutuskan menikahi sosok 2D tersebut.

Nah, bagaimana menurutmu tentang fenomena dari Akihiko Kondo dengan meminang karakter virtualnya tersebut? Apakah kamu punya pengalaman serupa ataukah pernah ada atau temanmu jadi halu terhadap waifu? 

Ataukah dari kalian punya cerita ada lingkungan budaya kerja mirip dengan yang terjadi di Jepang, hingga beresiko kedapatan gangguan secara mental?

Jangan lupa untuk kirim opinimu lewat media sosial atau langsung ngobrolin ini lewat Discord resmi kita, ya!