Broadcasted by Galau Jikan FM

Sleep Paralysis di Musim Seni Salihara, Visualisasi Ketindihan Ditumpahkan dalam Seni

Suasana gelap nan mencekam mewarnai keseluruhan pertunjukan tari Sleep Paralysis karya Fitri Setyaningsih dalam Musim Seni Salihara 2022.

Seno Triadi
sleep paralysis musim seni salihara
Ilustrasi tiga reka adegan dalam Sleep Paralysis, Musim Seni Salihara 2022. | FOTO: dok. Komunitas Salihara Arts Center | EDIT: Seno Triadi

Sejumlah program kesenian yang dipentaskan di Musim Seni Salihara 2022 ini sangatlah banyak, salah satunya adalah pertunjukan tari Sleep Paralysis.

Gelaran tari di hadapan 137 penonton yang berlangsung pada Sabtu (20/8) dan Minggu (21/8) di Salihara Arts Center ini, sebenarnya punya cerita menarik di balik pembuatannya.

Perilaku Tidur Mencetus Inspirasi

adegan sleep paralysis
Salah satu adegan pertunjukan tari Sleep Paralysis. | FOTO: dok. Komunitas Salihara Arts Center

Sleep Paralysis berangkat dari pengalaman ketindihan yang dialami oleh Fitri, di mana tubuh tidak bisa bergerak, mulut tidak bisa mengeluarkan suara tapi mata mampu mengamati kejadian di sekitarnya.

Fitri mengolah ide ini selama dua tahun sejak 2020, berangkat dari pengalaman ketindihan yang kembali ia rasakan setelah 20 tahun tidak mengalami fenomena tersebut.

Dalam mempersiapkan penampilan ini, Fitri mengolah pengalaman tersebut lewat latihan yang intensif selama tiga bulan dibantu oleh tim Fitri Dance Work.

Kreasi tari tersebut, menurut Fitri, dikerjakan selama tiga bulan bersama tim kerja secara intens dan intim.

“Hampir setiap hari pada jam 6 sore hingga 12 malam kami berlatih (berusaha) membongkar dan menyerap intisari (fenomena ketindihan) dari sumber-sumber cerita maupun sumber medis yang semuanya masih dalam misteri,” tutur Fitri.

Terpukau Suasana Saat Menonton

sleep paralysis
Salah satu adegan pertunjukan tari Sleep Paralysis, Musim Seni Salihara 2022. | FOTO: dok. Komunitas Salihara Arts Center

Suasana di dalam ruang Teater Salihara juga dirasakan oleh beberapa penonton yang hadir dan ikut hanyut ke dalam emosi yang Fitri dan tim bangun.

Salah satunya adalah Firda (25), karyawan swasta yang mengatakan bahwa menonton pertunjukan seperti ini memang sebaiknya dilakukan secara luring karena emosi yang ingin disampaikan jauh lebih terasa.

“Bagus, dan langsung menangkap bahwa inilah yang namanya sleep paralysis. Lalu menurut aku (pertunjukan) secara offline itu lebih kerasa seperti tadi misalnya kalau sound seperti itu pasti tidak akan dapat feel-nya kalau aku tidak langsung menonton di sini.”

Tentang Fitri Setyaningsih

fitri setyaningsih
Fitri Setyaningsih (tengah) dalam pertunjukan tari Sleep Paralysis. | FOTO: dok. Komunitas Salihara Arts Center

Aktif mengembangkan gagasan dan kerja tubuh yang tak hanya mendalami tari, tapi juga melintasinya dalam praktik penelusuran makna tubuh pada semasa waktu dan kesegaran perkembangannya.

Ia memadukan interaksi tubuh dengan berbagai sumber kekuatan seperti produksi suara atau bunyi, seni konseptual, atau ranah eklektik lainnya.

Bahkan beberapa prosesnya tanpa ragu menyentuh ruang ilusi, magis, hingga mistik.

Ia telah melahirkan berbagai karya baik dalam panggung konvensional maupun site-specific dan terpilih sebagai salah satu seniman berpengaruh di Indonesia versi majalah Tempo (2011).

Fitri juga bereksplorasi dalam kerja sinematografi dengan karya film tari terbarunya berjudul Kinjeng Tangis yang tayang perdana (online) dalam Borobudur Writers & Culture Festival (2020) dan Watu Gamping (Bilangan Tak Terhingga) yang tayang perdana dalam Indonesian Dance Festival (2021).

Karya tersebut hingga detik ini juga masih berproses baik dari segi riset dan kerja tubuh yang tidak menutup kemungkinan untuk menjelajahi panggung pertunjukan secara langsung, dan ruang-ruang alternatif dengan kemungkinan-kemungkinan persinggungan interdisiplin-nya.


Terima kasih telah membaca artikel Nawala Karsa. Artikel ini kami buat sepenuh hati untuk para pembaca, termasuk kamu!

Dukung Nawala Karsa sebagai media berita independen dan terpercaya kamu dengan memberikan tip melalui Sociabuzz Tribe milik Ayukawa Media. Untuk mengirimkan tip, kamu dapat membuka pranala berikut pranala berikut.