Kekhawatiran Berpergian dengan Pasangan di Jepang, Apa Perkaranya?

Dalam survei yang dilakukan oleh Webster Marketing, terungkap beberapa hal yang dirasakan pasangan di Jepang saat hendak bepergian bersama kekasihnya

Oregairu Hachiman Yukino
Perlu waktu lama membangun hubungan baik sebelum menuju jenjang yang lebih jauh. | My Teen Romantic Comedy SNAFU 3 Episode 12

Terkadang, pasangan yang baru berpacaran merasa sudah bebas untuk mengajak pasangannya melakukan suatu perjalanan. Bahkan, biasanya hanya beberapa saat setelah mereka jadian.

Namun, pada beberapa kasus, ada juga orang yang tidak nyaman dengan hal itu. Mereka merasa butuh waktu lebih lama untuk melakukan perjalanan berdua.

Mengenai hal ini, Webster Marketing membuat sebuah survei pada masyarakat Jepang via SoraNews24, mengenai berapa lama waktu yang diperlukan bagi pasangan untuk melakukan perjalanan berdua.

Menyinggung masalah di atas, artikel ini akan membahas mengenai hasil survei tersebut.

Waktu Untuk Bepergian Bersama Setelah Resmi Berpacaran

Dalam survei pada 500 responden pada pria dan wanita Jepang, berusia remaja hingga 50-an, terungkap beberapa hal menarik. Survei dari Jepang tersebut berfokus untuk menunjukkan hasil berapa lama waktu pasangan untuk jalan-jalan berdua, setelah mereka resmi pacaran.

Hasil dari survei tersebut menunjukkan hasil bahwa baik pria (43.2 persen) atau pun wanita (39.2 persen) Jepang, merasa dua sampai tiga bulan merupakan waktu yang paling tepat.

Jadi setelah resmi berpacaran, setidaknya hubungan berjalan hingga kisaran waktu dua hingga tiga bulan terlebih dulu, sebelum mereka melakukan perjalanan bersama.

Untuk selanjutnya, 26.5 persen pria dan 30.2 persen wanita memilih waktu empat sampai enam bulan.

Menurut mereka, lebih baik menunggu dulu sebentar sebelum melakukan perjalanan berdua. Apalagi itu masih tahap awal berkencan dan masih proses untuk mengenal satu sama lain.

Berikutnya, 14.2 persen wanita dan 12.1 persen pria memilih waktu bepergian bersama saat bulan pertama berkencan.

Selain itu, beberapa pria dan wanita memilih tujuh bulan hingga satu tahun dan lebih dari satu tahun sebagai waktu yang tepat untuk bepergian bersama.

Meskipun demikian, untuk dua pilihan terakhir, tidak terlalu banyak responden yang memilihnya.

Dengan pilihan waktu tersebut, kira-kira apa sih alasan pria dan wanita di Jepang butuh waktu cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk bepergian berdua?

Kenapa Butuh Waktu Cukup Lama?

Survei pada pasangan Jepang
Sumber foto: Pakutaso via SoraNews24

Mengenai alasan dua hingga enam bulan setelah resmi berpacaran sebagai waktu yang paling sesuai untuk pergi bersama, ada beberapa alasan yang mendasarinya.

Untuk alasan pertama, dalam kurun waktu tersebut, pasangan akan meningkatkan keakraban yang mereka miliki. Durasi waktu tersebut cukup sesuai untuk mulai saling mengenal satu sama lain.

Apalagi, rasanya aneh jika harus bepergian bersama dengan orang yang tidak terlalu dikenal, meskipun mungkin statusnya sudah berpacaran.

Untuk alasan kedua berasal dari pendapat bahwa waktu tiga bulan adalah saat perasaan cinta mulai menetap.

Mengenai hal ini, dalam kurun waktu tiga bulan, pasangan akan mulai mengenal kepribadian satu sama lain, termasuk hal apa saja yang mereka sukai dan mereka tidak sukai.

Dengan mengetahui hal-hal tersebut, saat pasangan bepergian berdua, akan lebih lancar dan masalah yang terjadi dapat diminimalisir.

Kekhawatiran Saat Pertama Kali Berjumpa Pasangan

Selain survei mengenai waktu untuk bepergian, Webster Marketing juga membuat survei lainnya, yaitu apa yang menjadi sumber kekhawatiran pasangan saat pertama kali keluar bersama. Mengenai hal ini, ada beberapa jawaban yang terungkap.

Bagi wanita, mereka mengkhawatirkan adanya kemungkinan ketidakcocokan kepribadian antara mereka dan pasangannya. Saat bepergian bersama, wanita takut hal tersebut akan terungkap.

Meskipun demikian, survei ini juga mengungkapkan bahwa dengan menghabiskan lebih banyak waktu bersama, wanita dapat melihat bagaimana sisi lain dari pasangannya.

Kekhawatiran selanjutnya adalah wanita merasa takut terlihat tanpa riasan di depan pasangannya.

Kekhawatiran tersebut termasuk juga khawatir saat tidur bersama dengkurannya akan terdengar, takut terjadinya pertengkaran, merasa lelah, dan khawatir apakah perjalanan berjalan lancar atau tidak.

Survei pada pasangan Jepang
Sumber foto: Pakutaso via SoraNews24

Selanjutnya, untuk pria, mereka juga memiliki kekhawatirannya sendiri. Yang paling pria takutkan saat pertama kali bepergian bersama pasangannya adalah terlihatnya ketidakcocokan dalam hal kepribadian.

Jadi, sebenarnya pria dan wanita memiliki ketakutan yang sama dalam hal tersebut.

Pria juga takut pasangannya akan mengetahui kebiasaan mendengkur yang mereka miliki, takut pasangannya tidak merasa senang, takut terjadi pertengkaran, dan beberapa alasan lainnya.

Dari survei ini, sebenarnya terlihat bagaimana pria dan wanita memiliki rasa takut yang hampir sama.

Selain itu, pria dan  wanita juga tidak memiliki perbedaan signifikan mengenai waktu yang mereka butuhkan untuk bepergian bersama setelah resmi berpacaran.

Mungkin, hal ini akan berguna bagi NawaReaders jika suatu saat nanti kalian memiliki pasangan orang Jepang. Jadi, kalian bisa mempertimbangkan hal-hal ini terlebih dulu.

Bagaimanapun, menurut pandangan penulis, hasil survei ini cukup berbeda apabila kita bandingkan dengan pasangan di Indonesia. Baik dari waktu yang diperlukan untuk bepergian bersama serta kekhawatiran yang muncul saat pertama kali hendak pergi bersama.

Penulis tidak akan mengungkapkan apa yang terjadi pada pasangan di Indonesia, bukan pada artikel ini. Mungkin saja pada artikel lain. Mungkin.

Namun, satu hal yang pasti, perbedaan budaya serta pengaruh teknologi termasuk salah satu alasan yang membedakan bagaimana pasangan di Jepang dan di Indonesia.

Bagaimana, adakah dari NawaReaders punya kisah perjalanan berpacaran yang bisa kalian bagikan? Ataukah mungkin hanya mencoba sekilas, seperti pacar kilat yang lagi booming belakangan ini?