Jasa Sewa Pacar, Usaha Untuk Memonetisasi Perasaan Para Jomblo

Ada banyak usaha unik yang muncul beberapa tahun belakangan, termasuk munculnya jasa sewa pacar.

Berhubungan melalui Jasa Sewa Pacar
Sumber foto: https://nellymosstaghimi.com

Beberapa tahun lalu, masyarakat sempat heboh dengan munculnya sebuah jasa yang cukup unik namun terdengar aneh. Jasa tersebut menawarkan seorang pria atau wanita untuk menemani customer saat wisuda atau acara lainnya, alias jasa sewa pacar.

Mendengar adanya jasa seperti itu, membuat penulis menyeritkan dahi. Bagaimana tidak, jasa menemani wisuda memang rasanya terdengar aneh.

Seiring berjalannya waktu, bukan hanya jasa menemani saat wisuda saja yang muncul, namun jasa sewa pacar. Ya, jasa sewa pacar. Munculnya usaha macam ini tentu membuat penulis makin heran dan makin tidak paham dengan kondisi masyarakat saat ini.

Kenapa hal yang cukup sensitif macam itu bisa menjadi sebuah ladang uang bagi beberapa pihak? Artikel ini akan membahas mengenai jasa sewa pacar yang saat ini muncul di tengah kehidupan kita.

Memahami Apa Itu Jasa Sewa Pacar

Fenomena hubungan yang unik
Sumber foto: Zona Banten

Mengenai jasa sewa pacar, sebenarnya usaha ini mulai terdengar beberapa waktu lalu, saat ada sebuah laman di Facebook yang menawarkan jasa sewa pacar. Dalam halaman tersebut, terlihat bagaimana mereka menawarkan usaha sewa pacar bagi seseorang.

Halaman itu memberikan penjelasan cukup lengkap mengenai kegiatan yang bisa seseorang lakukan bersama pacar sewaannya tersebut. Mengenai kegiatannya, hanya sebatas secara virtual saja, seperti menemani chatting dalam jangka waktu tertentu, pap selfie, voice note, voice call, video call, sleep call, dan cosplay. Untuk harganya, bervariasi, tergantung dari layanan yang customer inginkan.

Bukan hanya itu, halaman ini juga menunjukkan foto-foto dari calon pasangan yang bisa customer sewa. Dari beberapa talent yang tersedia, hampir semuanya merupakan wanita dengan ciri khasnya masing-masing.

Sebagai contoh, ada salah satu talent yang memiliki keahlian ahli dalam cosplay, bisa memasak, dan bisa membuat cerita. Selain itu, terdapat informasi lain mengenai talent ini, seperti seorang yang manja, ahli mencari topik pembicaraan, bisa bersikap dewasa, perhatian, dan lain-lain. Setiap talent memiliki karakteristiknya masing-masing, sehingga customer bisa memilih sesuai selera dan keinginan.

Munculnya halaman tersebut, membuat usaha ini makin berkembang. Hal ini terlihat dari mulai bermunculannya usaha serupa. Jika NawaReaders penasaran dengan jasa ini, mungkin kalian bisa mencarinya melalui media sosial, dengan kata kunci tertentu.

Sewa Pacar yang Mulai Bergerak Secara Offline

Hubungan dalam jasa sewa pacar
Sumber foto: Fimela

Pada awalnya, usaha ini mungkin hanya bergerak secara online saja. Jadi, seorang bisa merasakan sensasi pacaran secara virtual, meskipun sebatas menyewa saja. Namun, usaha macam ini terus berkembang, bukan hanya dari segi jumlahnya, namun service yang mereka sediakan.

Yang terbaru, penulis sempat menemukan sebuah akun Instagram yang menyediakan jasa sewa pacar. Beberapa service yang mereka sediakan memang serupa dengan beberapa akun lainnya.

Namun, ada satu hal yang sekali lagi membuat tercengang, yaitu mereka menawarkan service secara offline. Jadi, customer bisa bertemu dengan pacarnya tersebut dan menghabiskan waktu bersama, dalam jangka waktu tertentu.

Dari informasi yang penulis temukan, customer bisa berkencan langsung dengan pacar sewaannya tersebut dalam kurun waktu beberapa jam dan perlu membayar beberapa ratus ribu rupiah.

Jumlah tersebut bisa bertambah apabila customer menginginkan adanya waktu tambahan saat berkencan.

Meskipun demikian, usaha seperti ini hanya sebatas menemani dan menjadi rekan berbincang saja. Bukan untuk aktivitas seksual yang lebih lanjut.

Jepang Sudah Lebih Dulu Menawarkan Jasa Sewa Pacar

Salah satu jasa sewa pacar di Jepang
Sumber foto: Anime Corner

Jasa sewa pacar mungkin merupakan hal yang cukup baru untuk masyarakat Indonesia. Namun, usaha ini ternyata sudah lebih dulu hadir di Jepang. Bahkan, sempat juga menjadi sebuah tren bagi masyarakat Jepang.

Memang, Jepang ini selalu menawarkan hal-hal unik, termasuk tren menikahi karakter virtual.

Menurut informasi dari The Washington Independent, jasa ini sudah menjadi tren bagi masyarakat Jepang beberapa tahun terakhir.

Ada beberapa alasan yang mendasarinya, salah satunya adalah budaya kerja Jepang yang luar biasa ketat dan padat. Hal tersebut mengakibatkan banyak orang merasa kesepian.

Persewaan pacar ini menjadi sebuah solusi bagi masyarakat Jepang untuk mengurangi rasa kesepian yang mereka rasakan tersebut. Selain itu, usaha ini juga berhasil menarik minat orang-orang yang sebelumnya belum pernah merasakan hubungan pacaran.

Melalui hal ini, orang-orang yang belum memiliki pengalaman pacaran, bisa melatih ketrampilan yang mereka miliki, sehingga siap untuk berkencan sungguhan.

Untuk harganya, berbeda cukup jauh dengan Indonesia. Untuk sewa pacar di Jepang, seorang perlu membayar setidaknya 6.000 yen (Rp683.000) per jamnya.

Selain itu, batas waktu minimal sewanya adalah dua jam. Jadi, sekali sewa, setidaknya perlu merogoh kocek dan mengeluarkan 12.000 yen (Rp1.367.000). Jumlah yang cukup fantastis untuk sekedar berbincang bersama seseorang.

Lantas bagaimana dengan masyarakat Indonesia? Kenapa jasa sewa pacar bisa muncul?

Muncul karena Ada Pasarnya

Contoh Katalog wanita yang bisa disewa sebagai pacar
Sumber foto: The Washington Independent

Menurut pandangan penulis, muncul dan semakin berkembangnya jasa sewa pacar di Indonesia tidak terlepas dari pasar yang tersedia. Tidak mungkin usaha ini bertahan dan terus bertambah apabila tidak ada pasarnya, kan?

Usaha macam ini mungkin memang terlihat aneh, namun kondisi sosial kita akhirnya membuat usaha ini akhirnya muncul. Penulis memiliki beberapa pendapat soal ini. Menurut penulis, jasa sewa pacar merupakan usaha memonetisasi perasaan. Kok bisa?

Jadi, tentunya saat ini banyak orang yang merasa sedih saat tidak mampu mendapatkan pacar, terlebih jika mereka tipikal orang yang jarang keluar rumah dan hanya menghabiskan waktu dalam kamar saja. Perasaan sedih itu mungkin bisa berasal dari postingan orang lain dalam media sosial.

Tentunya kita tahu juga saat ini makin banyak orang-orang yang mengumbar kemesraan bersama pasangannya. Mungkin bagi beberapa orang, hal itu tidak menjadi masalah.

Tapi tentunya ada beberapa orang yang beranggapan sebaliknya. Melihat hal semacam itu, mungkin membuat mereka ingin merasakan hal serupa, namun, apa daya, mereka tidak mampu melakukannya.

Salah satu cara terbaik yang mereka lakukan tentu saja dengan menyewa pacar dan berkencan dengan pacar sewaannya tersebut. Sebuah cara yang tidak sulit, tidak perlu repot mencari match pada bumble atau pun tinder. Tidak perlu repot PDKT. Tinggal bayar, masalah selesai.

Hal ini tentu saja memberi rasa senang bagi customer, sayangnya, itu hanyalah rasa senang sesaat. Senang selama jangka waktu tertentu. Setelah waktunya habis, perlu membayar kembali, untuk merasakan bahagia Kembali. Apakah ini narkoba jenis terbaru? Entahlah.

Bagaimana pun, tetap ada hal positif yang bisa kita dapatkan dari jasa ini. Melalui jasa ini, customer bisa belajar cara memiliki pasangan, tahu rasanya memiliki pasangan yang sesuai seleranya, dan lain lain.

Bagi penyedia jasa, tentu saja mereka mendapat pemasukan. Sebuah win-win solution bagi kedua pihak.

Akhir kata, sebenarnya masih ada banyak hal yang ingin penulis bahas mengenai hal ini. Mungkin akan penulis sampaikan pada tulisan selanjutnya, karena artikel ini sebatas pembuka saja. Untuk mengenalkan bahwa jasa sewa pacar memang nyata adanya dalam kehidupan kita.