Review Awal Tate no Yuusha Season 2: Cerita Isekai Mainstream Lainnya

Sunggu disayangkan kalau animasi yang baik tidak diimbangi dengan cerita yang baik dalam Season Kedua Tate no Yuusha kali ini

Matias Arvino Andrhasa
Review Tate no Yuusha Season 2
©2021 アネコユサギ/KADOKAWA/盾の勇者の製作委員会S2

Berbicara tentang anime isekai tentunya tidak ada habisnya, tapi bagaimana kalau kami memberikan review Tate no Yuusha season 2 dahulu.

Kami akan memberikan catatan di awal, impresi kali ini akan mencakup enam episode awal. Dalam enam episode ini, berisi satu babak dalam musim kedua, yaitu babak “Kura-Kura Roh.”

Tentunya, artikel ini akan mengandung isi dari cerita animenya, jika tidak keberatan dengan hal ini, selamat membaca.

SPOILER ALERT

Informasi di awal, Tate no Yuusha season 2 ini tayang perdana pada April 2022, berada di musim semi. Anime isekai ini merupakan sekuel dengan judul yang sama, bergenre fantasi dan aksi.

Untuk dapat menikmati anime satu ini, kami merekomendasikan untuk menonton di iQiyi dan Bstation.

Tate no Yuusha Season 2: Banyak Kesalahan Logika Penceritaan

Kami akan bukan dahulu review awal ini dengan bagian penceritaan Tate no Yuusha Season 2. Berikut ini adalah sinopsis singkat dari babak baru anime ini.

Naofumi, Rapthalia, Filo dan kawan-kawan berhadapan dengan sebuah krisis besar. Sosok kura-kura roh, hewan penjaga di dunia ini lepas kendali dan mengamuk.

Selain itu, muncullah sosok Ost Hourai yang ingin untuk mati di tangan Naofumi. Jika tidak mati, maka kura-kura roh tersebut sangat mungkin hancurkan dunia.

Di sisi lain Naofumi, yang menerima permintaan dari Ratu untuk menaklukkan Kura-kura roh, dengan teman baru, Rishia, untuk pergi ke negara kura-kura roh. Saat Sekutu berkumpul, ternyata Naofumi bertemu dengan lawanya dari dunia yang lain. Pahlawan Sabit, Permata, dan Kipas.

Ternyata mereka juga ingin menaklukkan sang kura-kura, bukan mengalahkan Naofumi.

Rupa-rupanya ada dalang di belakang semua ini.

Jujur saja kami sendiri merasa kalau ceritanya secara premis tidak ada masalah, terlepas plotnya mudah tertebak atau bagaimana. Namun kami merasa ada kesalahan logika dalam menceritakan hal ini.

Kami sendiri juga menyadari kalau ini bukan kesalahan dari animasi ini, melainkan kesalahan dari sumber ceritanya, dengan kata lain light novel. Dasar kami pakai adalah yang biasa muncul gim-gim RPG pada umumnya.

Rishia dengan Kekuatan Tersembunyi

Di awal cerita kita mengetahui kalau Rishia ini tersingkirkan dari kelompok sang pahlawan panah karena tidak punya keahlian bertarung. Namun, Saat pertarungan melawan sang musuh yang menggunakan kekuatan gravitasi, Rishia tiba-tiba punya kekuatan tersembunyi.

Memang ada kejadian yang menceritakan kalau Rishia punya kekuatan untuk menyerap kekuatan alam, tetapi penceritaan dengan kata-kata tidak cukup kuat. Hal ini terkesan sebuah “pelarian” atau plot armor untuk membalikkan keadaan secara instan.

Maksudnya begini, di season pertama kita bisa melihat perkembangan Naofumi yang bisa menyerap bahan materi untuk meningkatkan status dan peningkatan tertentu. Hal tersebut cukup menjelaskan kalau dia bisa kuat jika menyerap materi-materi tersebut, bukan tiba-tiba menjadi kuat dalam sekejap.

Contoh sederhana lainnya adalah, di kala ada orang merekomendasikan “Si A bisa loh main gim ini dalam 1 jam saja.” Nah, kita kan benar-benar tidak bisa percaya 100% karena itu adalah sebuah terungkap menggunakan kata-kata bukanlah aksi. Seperti istilah “Action speaks louder.

Motivasi dari Pahlawan Dunia Lain

Tate no Yuusha
Sosok Pahlawan Sabit, L’Arc dan Permata, Therese || ©2021 アネコユサギ/KADOKAWA/盾の勇者の製作委員会

Selanjutnya adalah motivasi dari pahlawan lain. Benar kami menyebutkan kalau premis dan plot yang mudah tertebak itu bukan masalah, tetapi adanya perubahan mendadak itu juga membingungkan.

Dalam Tate no Yuusha ternyata terdapat dua fraksi besar, yaitu dunia Naofumi saat ini dan dunia seberang (entah apa nama dunianya). Di dunia naofumi terdapat 4 pahlawan dunia, yaitu Pahlawan Pedang, Tombak, Panah, dan Perisai. Sementara di dunia seberang ada Pahlawan Sabit, Permata, Kipas, dan Kitab.

Saat memasuki “gelombang” ternyata pahlawan dari kedua dunia ini harus saling menyelamatkan dunia mereka dengan membunuh pahlawan dari dunia sebelah.

Awalnya kami pikir saat penyerangan kura-kura roh ini juga akan berdampak bagi dunia seberang, tetapi setelah tahu dalangnya kami rasa sang dalang lebih masuk akal. Kami akan memberitahu siapa dalang di belakang semua ini yaitu sang Pahlawan Kitab.

Benar, dia melakukan hal ini selain untuk membuktikan kalau dia kuat, tapi juga mengalahkan pahlawan dari dunia Naofumi ini. Dia ini secara tidak langsung melaksanakan misi utamanya, biarpun dengan cara yang salah, mungkin.

Namuni, temannya sendiri malah menjegal dirinya yang melakukan misi utamanya yang secara tidak langsung menguntungkan fraksi Naofumi. Bukankah malah agaknya kelewatan, merugikan dunia sendiri demi ‘integritas’?

Kecuali si Pahlawan Kitab ini berkhianat dan menyerang dunia sendiri untuk membuktikan kekuatannya, tapi kan ini dunia Naofumi.

Naofumi dan Hourai

Untuk yang satu ini sebenarnya kami juga tidak tahu apakah ini kekurangan atau bukan. Namun, Bagaimana mungkin Naofumi tidak menyadari kejanggalan dari sosok Hourai ini, biar kami jabarkan kenapa.

  • Hourai ini sosok yang jauh-jauh pergi dari negerinya ke tempat Naofumi hanya untuk dibunuh saja
  • Kemudian Hourai mengetahui persis apa yang harus Naofumi lakukan kepada sang kura-kura
  • Sebagai seorang “Familiar” atau makhluk yang kura-kura ini panggil, Hourai terlalu bebas bertindak sesukanya

Dari tiga hal ini saja jelas sekali bukan kalau Hourai ini bukan sosok orang besar yang kebetulan lewat saja? Jelas sekali kalau dia adalah bagian dari kura-kura roh tersebut bahkan mungkin dia adalah sang kura-kura itu sendiri.

Anehnya, tidak ada yang menyadari akan hal ini, bahkan Naofumi sendiri yang cukup skeptis orangnya. Kami juga sadar kalau Naofumi ini sendiri bukan tipikal seperti tokoh utama dalam seri isekai lainnya yang memiliki latar belakang yang jelas. Contoh seperti Kazuma (KonoSuba) dan Subaru (Re:zero) yang hikikomori dan jarang bersosialisasi.

Sebenarnya kami merasa kalau season kedua ini sangatlah kurang dari segi cerita, bahkan musim satu masih lebih baik. Kenapa begitu? karena anime ini memiliki konsep cerita yang unik di awal. Pahlawan yang biasanya begitu orang-orang puja malah sengaja dibuat terpuruk, dengan mendapatkan fitnah dari putri raja, Malty.

Alhasil Naofumi harus berusaha sendiri membangun kekuatan dari nol. Kami akan jauh lebih tertarik apabila Malty ini adalah penjahat berumur panjang yang membuat nasibnya Naofumi makin terpuruk dan kehilangan banyak.

Bayangkan saja Naofumi yang seharusnya mendapatkan pujian malah tersingkir dari publik bahkan mendapatkan kebencian kalau perlu. Sudah kuat, tapi terpuruk bukankah malah lebih menarik daripada ujung-ujungnya cuma membangun Harem yang wanitanya banyak.

Kurang lebihnya itu yang kami rasa agak kurang dari review awal plot cerita di babak Tate no Yuusha Season 2 kali ini. Sekarang kita akan berlanjut ke audio dan suara.

Audio dalam Tate no Yuusha Season 2 yang Masih Konsisten

Review Tate no Yuusha Season 2
©2021 アネコユサギ/KADOKAWA/盾の勇者の製作委員会S2

Pada audio dan musik dari anime Tate no Yuusha Season 2 ini kami merasa kalau audio di sini tetap konsisten seperti season sebelumnya.

Lagu pembukanya bertajuk “Bring Back yang kembali MADKID bawakan, masih sangat baik dan apik. Biarpun bukan selera musik kami, tapi kami juga tidak bisa bilang kalau lagunya tidak enak untuk didengar.

Lalu lagu penutup yang Chiai Fujikawa bawakan bertajuk “Yuzurenai (ゆずれない)” juga tidak kalah enaknya. Terutama saat sudah masuk ke bagian refnya yang bisa membuat earworm saking enaknya. Belum lagi dengan animasinya yang membuatnya semakin indah.

Kemudian di bagian musik di dalam anime juga tidak banyak berbeda dari season pertama, bahkan sama dan itu juga tidak begitu bermasalah tidak muluk-muluk harus baru.

Bagian seiyu sendiri ya kami rasa tidak ada yang kurang, semua seiyu masih tetap menyenangkan untuk NawaReaders nikmati. Apalagi ya memang bukan seiyu abal-abal, seperti Ishikawa Kaito, Asami Seto dan Rina Hidaka.

Mungkin memang review di bagian audio season 2 Tate no Yuusha ini tidak begitu panjang, karena memang sudah sebagus dan sebaik itu.

Animasi yang Baik Tapi Tidak Untuk Bagian 3D

Impresi Tate no Yuusha
Perbandingan visual dan anime || ©2021 アネコユサギ/KADOKAWA/盾の勇者の製作委員会S2

Masuk ke bagian impresi kami dari anime Tate no Yuusha Season 2. Kami sebenarnya tidak menemukan kalau animasinya sendiri tidak ada masalah, tapi dengan catatan di 2D-nya saja.

Hal ini karena 3D dari kura-kura rohnya sangat jauh berbeda dari visualnya, seperti gambar di atas. Sebenarnya sudah ada indikasi kalau 3D-nya jelek tapi kami kira itu hanya di trailer saja, siapa yang tahu di animenya berbeda.

Kura-kura di anime ini malah nampak tidak ada teksturnya. Ada dua kemungkinan hal ini terjadi biarpun terkesan teknis, yang pertama adalah Tekstur UV Mapping yang kalah besar dari model aslinya. Apabila kalah besar, maka hasil akhirnya adalah tekstur tersebut yang seharusnya nampak baik malah blur dan tidak terender dengan baik.

Alasan kedua dan yang mungkin tidak begitu menyenangkan untuk jadi alasan yaitu, memang resolusinya saja yang kurang atau tidak baik di awal.

Namun untuk konsistensi dari animasi 2D-nya sendiri sudah sangat baik sejak season pertamanya. tidak ada animasi atau penggunaan angle yang nampak rumit seperti di anime lain seperti Kimetsu no Yaiba ataupun Jujutsu Kaisen. Hal ini memang tidak menjadi masalah, tetapi akan lebih baik jika ada adegan dengan kerumitan tertentu.

Begitu pula dengan animasi dalam pembuka dan penutupnya, yang nampak sangat baik dan tidak menipu, maksudnya animasi pembuka dan utamanya tidak berbeda.

Kerja bagus studio Kinema Citrus, semoga tetap konsisten kedepannya.

Kami Kembalikan ke Penonton Tate no Yuusha

Review Tate no Yuusha Season 2
©2021 アネコユサギ/KADOKAWA/盾の勇者の製作委員会S2

Akhir kata, terlepas dari animasi dan audio anime Tate no Yuusha Season 2 ini masihlah konsisten, tetapi dari segi cerita jujur kami kurang menikmati. Akhirnya anime ini hanya akan menjadi isekai mainstream lainnya, tidak ada keunikan yang membuat kami merasa harus lanjut.

Namun, Kalau seandainya NawaReaders sudah melakukan investasi hati untuk menonton ini, atau suka dengan Rapthalia dan Filo, Kami tidak akan menghalangi. Semua kami kembalikan kepada penonton karena memang ini kembali ke selera masing-masing.

Setelah kami cek juga season 2 ini mengalami penurunan skor di MyAnimeList, dari 8.02 di season 1 menjadi 6.78 di season 2. Dari komentar-komentarnya sendiri juga banyak yang mempermasalahkan di cerita dan pengembangan karakter.

Jadi bagaimana tanggapan NawaReaders mengenai review awal kami untuk Season 2 Tate no Yuusha kali ini? Sekiranya ada pendapat silahkan berdiskusi dan berpendapat secara sehat di kolom komentar media sosial dan Discord kami!

Berikut adalah rekomendasi artikel feature lainnya dari kami, Profil sang Diva Vocaloid, Hatsune Miku.