Bisnis Jasa Sewa Pacar di Dunia Nyata, Menjanjikan atau Tidak?

Sebagai sebuah bisnis yang masih tergolong baru, Jasa Sewa Pacar tentu menimbulkan beragam dampak. Apa saja kira-kira?

Wahyu Nurramadan Widayanto
bisnis jasa sewa pacar
Tentunya persis seperti yang dilakukan Kazuya (kanan) membeli jasa sewa pacar kepada Chizuru. (kiri) | Kanojo, Okarishimasu! Episode 2

Jasa sewa pacar menjadi sebuah prospek usaha dan bisnis baru yang hadir dalam kehidupan masyarakat. Dari namanya, tentu kita sudah bisa menebak arah dari usaha ini, siapa target pasarnya, atau pun apa saja yang mereka tawarkan.

Sebelumnya, penulis sudah sempat membahas mengenai seperti apa usaha ini; jika NawaReaders ingin mengetahuinya, kalian bisa membacanya di sini.

Nawala Karsa juga pernah membahas fenomena ini kala anime Kanojo, Okarishimasu masih tayang, yang juga bisa kamu baca lewat sini!

Dalam artikel ini, penulis akan membahas seperti apa sih dampak dari usaha unik ini. Apakah ini usaha yang menjanjikan? Dan bagaimana efeknya bagi target pasar mereka?

Kita coba simak perinciannya di bawah ini, ya!

Jasa Sewa Pacar Bisa Penuhi Kebutuhan Afeksi?

Love Language Physical Touch
Sumber foto: Bridestory

Dalam jasa sewa pacar, hal utama yang ditawarkan tentu saja menyediakan pasangan bagi seseorang, baik itu pria atau pun wanita. Ada pelbagai alasan yang mendasari lahirnya usaha ini.

Dari sisi penyedia jasa, tentu saja faktor ekonomi yang kian berubah drastis menjadi yang utama.

Bermodal tampilan fisik mumpuni dan otak yang cukup encer, tentu sudah bisa mendapatkan tambahan penghasilan dengan menyediakan layanan afeksi bagi orang yang membutuhkan. Ya, layanan afeksi.

Afeksi yang biasa kita peroleh melalui suatu proses yang cukup panjang, bisa kita dapatkan secara instan lewat layanan ini.

Cukup membayar sejumlah nominal kepada para penjaja afeksi, melalui proses yang mudah dan tidak berbelit-belit.

Tentu ini sangat menarik bagi orang-orang tertentu, sehingga mereka memutuskan menyewa kekasih.

Apakah ada dampak dari sewa pacar ini?

Dengan menyewa pacar di sebuah layanan tertentu, tentu seseorang bisa mendapat kebutuhan afeksi yang dia inginkan. Apakah akan sepenuhnya terpenuhi? Belum tentu.

Hal ini terkait layanan dari sewa pacar, karena sebagian besar hanya secara online tanpa adanya tatap muka. Sebatas berbincang melalui telepon atau sekedar bertukar pesan.

Apabila seperti ini, tentu orang yang memiliki love language-physical touch belum tentu merasa nyaman sepenuhnya, karena pelbagai keterbatasan yang ada.

Memang, ada beberapa jasa yang menyediakan kencan tatap muka bagi pelanggannya, namun tentu saja rasanya akan berbeda apabila dibandingkan dengan kekasih sungguhan.

Terlebih, ada durasi waktunya, jika ingin menambah, harus membayar lagi, tidak jauh berbeda dengan menyewa PlayStation di rental.

Selain itu, saat menyewa pacar, mungkin love language seseorang bisa terpenuhi, apabila pemberi jasa mampu memahami love language kliennya.

Tapi, hal itu bertahan berapa lama? Dengan adanya batasan waktu sewa, apakah pihak penyewa akan terus memperpanjang masa sewanya? Sampai kapan?

Lalu, apabila akhirnya memutuskan tidak memperpanjang masa sewa, apakah akan merasa sakit hati? Seperti saat putus dari pasangan sesungguhnya.

Jika seperti ini, mungkin solusinya cukup mudah, tinggal menyewa lagi saja, memilih pasangan palsu yang sebelumnya.

Tapi, sekali lagi, mau bertahan berapa lama dalam hubungan semu ini?

Pendapat Psikolog Mengenai Usaha Sewa Pacar

Hubungan dalam jasa sewa pacar
Sumber foto: Tirto

Mengenai usaha sewa pacar, melansir dari Radius, Wakil I Himpunan Psikologi Indonesia Cabang Malang, Sayekti Pribadiningtyas, S.Psi., Mpd. Psikolog, mengungkapkan pendapatnya.

Menurutnya, hadirnya bisnis jasa sewa pacar merupakan hal yang wajar, karena bisnis semacam ini sudah ada lebih dulu pada beberapa negara lain.

Sayekti juga mengungkapkan bahwa sewa pacar merupakan tren masa kini yang bisa menjadi alternatif hiburan bagi diri.

Namun, apabila hal ini berlangsung untuk jangka waktu yang lama, pihak penyewa bisa terjebak dalam kepura-puraan semata, karena itu, tren ini cukup menjadi alternatif hiburan singkat. Terutama pada saat-saat tertentu saja.

Terkait saat-saat tertentu, hal ini tidak terlepas dari orang-orang yang memilih menyewa pacar saat menghadiri kondangan, mengikuti wisuda, atau pun acara lainnya.

Selain terlihat memiliki pendamping, alasan yang mereka miliki agar tidak malu saat datang ke sebuah acara seorang diri.

Bahkan, penulis juga sempat membaca sebuah artikel yang menceritakan bagaimana seseorang memilih menyewa pacar saat hendak dijodohkan oleh orang tuanya.

Hal ini dilakukan karena dirinya merasa tidak cocok dengan orang pilihan orang tuanya tersebut.

Bagaimana pun, bisnis jasa sewa pacar tetap memiliki dampak positif dalam hal alternatif hiburan. Tapi, tentunya dampak negatif juga terus menghantui usaha ini.

Jadi, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Apakah ini Usaha yang Menjanjikan?

Hubungan dalam Jasa Sewa Pacar
Sumber foto: Lori Jean

Mengenai usaha ini, apakah memang menjanjikan? Ya. Usaha ini sangat menjanjikan. Cukup memberikan layanan dengan bertukar pesan dan berbincang melalui telepon, sudah mendapatkan penghasilan.

Terlebih bagi penyedia layanan yang terkadang masih berada pada bangku perkuliahan, tentu mereka bisa mendapat penghasilan tambahan tanpa perlu melanggar hukum.

Selain itu, target utama bisnis ini tentunya orang-orang yang sedang tidak menjalin hubungan romantis dengan siapa pun, alias jomblo.

Tentu pangsa pasarnya cukup besar, apalagi stigma jomblo dalam kehidupan masyarakat masih terbilang negatif.

Jadi, usaha semacam ini tentunya bisa sedikit mengurangi citra negatif yang menghinggapi diri para jomblo.

Meskipun usaha ini memang tergolong menjanjikan karena pangsa pasar yang cukup besar, tapi apakah usaha semacam ini bisa bertahan lama?

Untuk hal ini, penulis tidak dapat menjawabnya, karena beberapa waktu belakangan banyak perubahan terjadi.

Apalagi, dengan kehadiran media sosial, semakin banyak orang yang merasa lebih mudah menjalin koneksi dengan orang lain, termasuk untuk hubungan yang romantis.

Jadi, menurut penulis, saingan terbesar dari usaha ini adalah kemudahan komunikasi yang ditawarkan oleh aneka pilihan media sosial.

Suatu hal yang menjadi pedang bermata dua bagi usaha sewa pacar, mengingat usaha ini hadir karena kemudahan komunikasi melalui media sosial.

Hingga berita feature ini diangkat, pengelola Jasa Sewa Pacar yang tersedia di media sosial tidak merespon tawaran kami untuk menanggapi topik ini.