Review Light Novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian Volume 1, Ketika Teman Sebangkumu Gadis Rusia

Rasanya punya teman gadis Rusia gimana sih? inilah kisah komedi romantis Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian volume 1.

Review Light Novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian Volume 1, Ketika Teman Sebangkumu Gadis Rusia

Bagaimana rasanya diganggu terus menerus dengan cibiran dalam bahasa Rusia? Itulah yang terjadi pada Masachika Kuze dalam light novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian (Alya Russian/Roshidere) karya Sunsunsun dan diilustrasikan oleh Momoco.

Light novel tersebut telah mendapatkan adaptasi anime yang akan tayang pada Juli mendatang. Namun, sebelum menonton versi anime, ada baiknya kita mereview versi light novel.

Terlebih lagi, light novel Alya Russian telah terbit di Indonesia melalui Phoenix Gramedia pada April 2024 lalu.

Hal tersebut merupakan kali pertama light novel terbit di Indonesia sebelum penayangan anime. Kebanyakan light novel terbit setelah anime tayang baik melalui platform atau TV Kabel.

Sebelum ke review light novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian, penulis akan menjabarkan sedikit mengenai identitas buku.

Judul                  : Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian Vol. 1

Pengarang          : Sunsunsun

Penerjemah       : Helsa Evelyn

Tahun Terbit      : 2024

Penerbit             : PT Phoenix Gramedia Indonesia

Sinopsis             :

Alya, gadis berambut perak keturunan Rusia itu duduk di samping Masachika Kuze. Alya sering kali meledek dan menggoda Masachika menggunakan bahasa Rusia. Ia terlihat sangat menikmati ekspresi Masachika yang terlihat kikuk dan tampak kebingungan dengan apa yang ia katakan.

Namun sedikit yang Alya tahu, Masachika sebenarnya memahami bahasa Rusia pada level native dan mengetahui bahwa Alya menaruh hati padanya. Itulah yang membuat dia kikuk dan bingung harus bersikap seperti apa, mengingat Alya adalah gadis yang dikagumi oleh semua siswa di sekolah.

Romcom school life mereka pun akhirnya dimulai. (source: Gramedia.com)

Bagaimana, penasaran dengan versi light novel? Mari kita simak review light novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian volume 1!

Tokoh Utama Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian Lumayan Realistis

Review Light Novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian Volume 1, Ketika Teman Sebangkumu Gadis Rusia
Penampilan tokoh-tokoh dalam light novel (Alya, Yuki, dan Masachika) | FOTO: Adi Suryo Nugroho/Phoenix Gramedia

Salah satu hal menarik yang penulis sorot dalam light novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian adalah memiliki tokoh utama yang cukup realistis.

Hal tersebut berbeda dengan kebanyakan anime yang mengangkat tema kehidupan sekolah, yang mana tokoh utamanya sedikit kurang realistis.

Seperti Hachiman dalam Oregairu yang mana tokoh tersebut memiliki sikap pemalas ditambah dikelilingi oleh perempuan cantik, atau mungkin Ayanokouji dalam Classroom of the Elite yang terlalu manipulatif dengan tampang datar.

Pada light novel Alya Russian, tentunya kedua hal tersebut tidak berlaku karena tokoh Masachika Kuze sudah terkenal dan memiliki pengalaman sebagai wakil ketua OSIS di Akademi Swasta Seirei.

Hal tersebut terungkap saat masa lalu Alya pertama kali bertemu dengan Masachika. Dalam light novel, Masachika sewaktu SMP memiliki sikap yang cepat tanggap dalam menyelesaikan masalah.

“Ini adalah surat izin untuk menggunakan gedung asrama. Jika ada acara menginap bersama-sama, teman-teman sekelas yang kehilangan motivasi pasti akan semangat lagi.” (Alya Russian:102)

Bagian di atas merupakan salah satu kutipan yang diucapkan oleh Masachika kepada Alya yang masih menjahit pakaian untuk festival.

Dari dialog tersebut, sosok Masachika memiliki sikap yang gercep (gerak cepat) meski berada di balik layar.

Oleh karena itu, urusan yang menyangkut administrasi diserahkan kepada Masachika. Namun, yang menggerakkan semangat adalah teman-teman dekat seperti Takeshi.

Tokoh Masachika Kuze mungkin sekilas mirip dengan Ayanokouji, hanya saja Masachika tidak manipulatif dalam menggerakan rencana.

Dari pengalamannya, tersebut wajar saja bila Masachika berulang kali mendapatkan tawaran dari OSIS untuk menjadi pengurus. Terlebih dialog di atas bisa terjadi karena Masachika sewaktu SMP menjabat sebagai wakil ketua OSIS.

Letak realistisnya berada di pengalaman Masachika yang sebelumnya menjadi wakil ketua OSIS saat SMP (meski Masachika sendiri tidak membanggakan jabatan tersebut), kini mendapatkan tawaran menjadi pengurus OSIS.

Namun, Masachika awalnya menolak karena selalu menyalahkan dirinya hingga sang ketua OSIS SMA Seirei, Touya membujuknya kesekian kalinya.

Masachika memiliki motivasi baru dalam menjadi bagian dari OSIS yakni melindungi serta membantu Alya.

Pada dasarnya sikap Alya sedikit judes, serta ia tak memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik untuk menyelesaikan masalah.

Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian Memiliki Plot Cerita Klise

Sedikit review salah satu bab yang ada dalam light novel Alya Russian | FOTO: Adi Suryo Nugroho/Phoenix Gramedia

Apa yang diharapkan dari light novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian? Sebuah cerita yang menarik? Tentunya tidak.

Light novel tersebut memiliki plot cerita yang klise seperti kebanyakan anime romcom lainnya.

Beberapa hal yang mencolok seperti romcom lainnya adalah masa lalu Masachika dengan gadis misterius. Tentunya hal tersebut mirip dengan manga atau anime yang kita kenal yakni Nisekoi.

Nisekoi memiliki konsep yang mana Raku berusaha memecahkan masa lalunya dengan mengungkap siapa gadis yang ada di dalam ingatannya itu.

Konsep serupa terjadi kembali dalam light novel Alya Russian yang mana Masachika bermimpi tentang ingatan masa lalunya.

Aku melihat … mimpi yang nostalgia. Kenangan cinta pertamaku. Masa-masa terindah yang pernah kualami sepanjang hidupku. Aku biasa bertemu dengannya. Karena ingin berbicara dengannya, aku jadi belajar bahasa Rusia dengan serius. (Alya Russian:168)

Bagian di atas merupakan monolog dari tokoh Masachika yang baru saja bangun dari tidurnya. Sempat bermimpi mengenai masa lalunya yang mana ia pernah bertemu dengan gadis Rusia.

Belum diketahui siapa sosok gadis Rusia dalam ingatannya tersebut. Tentunya jika tebakan penulis benar, kemungkinan gadis Rusia yang dimaksud tak lain dan tak bukan adalah Alya.

Akan tetapi, hal tersebut masih bersifat praduga kemungkinan akan dibahas pada light novel volume berikutnya atau akan terungkap kebenarannya di versi anime.

Tak sampai di sana, hal klise lainnya adalah sosok lelaki pemalas, tetapi di kelilingi oleh perempuan cantik. Tentunya konsep ini pernah dipakai dalam anime Yamada-kun and The Seven Witches.

Hanya saja, tokoh Masachika tak sebodoh Yamada, seperti yang telah diungkap dalam pembahasan sebelumnya.

Berfokus Pada Perkembangan Karakter Alya

Review Light Novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian Volume 1, Ketika Teman Sebangkumu Gadis Rusia
Tokoh Alya yang malu-malu kucing saat menceritakan masa lalu pada Masha (kakak Alya) | FOTO: Adi Suryo Nugroho

Meski dari segi plot cerita yang klise, tetapi perkembangan tokoh Alya mungkin bisa menjadi keunggulan dari light novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian.

Pada light novel pertama perkembangan tokoh Alya bisa dikatakan masih samar-samar. Hal tersebut, tentunya berkat Masachika yang sudah berulang kali menolongnya.

Pertolongan Masachika pertama kali datang sewaktu kelas mereka kelas tiga SMP hingga halaman terakhir pun Masachika selalu ada untuk membantu (meski enggan).

Dari kejadian yang telah terlalui, kemungkinan besar atau beberapa volume ke depan, light novel Alya Russian akan berpusat pada perkembangan karakter Alya yang semula sulit bersosialisasi menjadi bisa bersosialisasi.

Terjemahan Perlu Memperluas Variasi Kata

Review Light Novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian Volume 1, Ketika Teman Sebangkumu Gadis Rusia
Masachika dan Yuki Suou (adik kandung Masachika) | FOTO: Adi Suryo Nugroho/Phoenix Gramedia

Ketika pertama kali membaca light novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian adalah versi terjemahan yang sedikit kurang luwes.

Hal tersebut tentunya perlu ditingkatkan lagi bagi Phoenix Gramedia sebagai penerbit light novel di Indonesia.

Tak seperti light novel terbitan penerbit Clover yang bisa dikatakan sedikit luwes dan pas dalam pemilihan kata bahasa Indonesia.

Pemilihan kata yang tepat dalam proses menerjemahkan tentunya diperbolehkan selama hal tersebut tidak mengubah makna aslinya.

Bagi penulis, terjemahan versi Phoenix Gramedia masih cukup kaku dalam pemilihan kata.

Kedepannya mungkin hal tersebut bisa menjadi masukan dan evaluasi bagi Phoenix Gramedia dalam menerjemahkan ke bahasa Indonesia.

Kesimpulan Penulis

Kesimpulan penulis dari review light novel Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian volume 1 adalah novel tersebut secara plot memang cukup klise.

Terlebih sudah banyak cerita dari anime atau manga yang mengangkat plot serupa apa lagi genre yang diangkat adalah romansa komedi.

Meski klise dari segi plot, tetapi tokoh utama dalam light novel tersebut bisa dikatakan cukup realistis.

Pasalnya Masachika mendapatkan tawaran menjadi pengurus OSIS di SMA merupakan hasil dari pengalamannya sewaktu menjabat wakil ketua OSIS di SMP.

Selain itu, cerita tersebut untuk beberapa volume selanjutnya kemungkinan akan berfokus pada tiga hal, pertarungan merebutkan bangku ketua OSIS, mengungkap masa lalu Masachika, dan perkembangan karakter Alya.

Bagi pembaca yang penasaran dengan alur cerita anime Alya Russian, tentunya membaca versi light novel mungkin jawaban atas rasa penasaran tersebut.

Tertarik untuk membaca Alya Sometimes Hides Her Feeling in Russian atau Roshidere? Light novel tersebut dapat kalian dapatkan di toko buku Gramedia.


Terima kasih telah membaca artikel Nawala Karsa. Artikel ini kami buat sepenuh hati untuk para pembaca, termasuk kamu!

Dukung Nawala Karsa sebagai media berita independen dan terpercaya kamu dengan memberikan tip melalui Sociabuzz Tribe milik Ayukawa Media. Untuk mengirimkan tip, kamu dapat membuka pranala berikut pranala berikut.