Industri Farmasi Indonesia Dipertanyakan, Kalah Sama Sejumlah Negara Ini!

Industri farmasi Indonesia disebut Jokowi tak kujung, jika demikian maka akan tertinggal dari 5 negara berikut yang lebih unggul

industri farmasi
Industri farmasi dalam negeri sedang tertinggal. | Foto: Freepik, The Conversation, dan Adobe Stock

Presiden Joko Widodo disebut mempertanyakan industri farmasi Indonesia yang dianggap tak kunjung maju, pada pertemuan dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dalam pertemuan di Istana Keperesidenan Jakarta tersebut pula, Presiden heran harga hasil produksi dari industri tersebut malah terlampau mahal.

Jika memang demikian, maka Indonesia makin tertinggal dari 5 negara berikut yang lebih unggul di industri farmasinya melansir dari Geeks for Geeks.

1. Amerika Serikat

amerika serikat
Amerika Serikat dan perusahaan farmasi andalannya Eli Lily and Co. | Foto: iStock dan WFYI

Selain di bidang militer, Negeri Paman Sam ini juga adidaya di bidang kesehatan, dalam hal ini industri farmasinya.

Hampir 42 persen pangsa pasar obat-obatan di dunia dikuasai oleh Amerika Serikat, lewat dukungan produksi yang nilainya mencapai 1 triliun Dollar Amerika (USD) .

Meski demikian, sebagian besar hasil produksinya dikonsumsi oleh warganya sendiri.

Sehingga dalam tingkat ekspor, Amerika Serikat menempati peringkat ke-3 dengan pendapatan mencapai 22 milliar USD.

2. Tiongkok

cina
Tiongkok dan perusahaan farmasi andalannya Sinopharm. | FOTO: iStock dan SCMP

Negara yang diprediksi akan menjadi pesain Amerika Serikat ini, ternyata memegang 7.6 persen pangsa pasar obat-obatan di dunia.

Tercatat Negeri Tirai Bambu ini, bisa menghasilkan produksi yang mencapai 1 triliun Dollar Amerika.

Dalam hal ekspor obat-obatan, industri farmasi Tiongkok menghasilkan pendapatan sekitar 2.94 milyar USD, sehingga posisinya masih di bawah Amerika Serikat.

3. Jerman

obat jerman
Jerman dan perusahaan farmasi andalannya Bayer. | FOTO: Vecteezy dan Reuters

Negara asal salah satu perusahaan farmasi terkenal Bayer ini, memang berada di bawah Amerika Serikat dan Tiongkok.

Jerman dengan nilai produksinya yang mencapai 100 triliun USD, menguasai 4 persen pangsa pasar obat-obatan dunia.

Tetapi dalam pendapatan ekpornya, Jerman memperoleh 119 milyar USD, sehingga lebih unggul dari Amerika Serikat dan Tiongkok.

4. Jepang

obat jepang
Jepang dan perusahaan farmasi andalannya Chugai. | FOTO: Getty Images dan The Japan Times

Tak hanya pernah satu kubu dalam Perang Dunia Kedua, Jepang juga menguasai 4 persen pangsa pasar obat-obatan dunia bersama Jerman.

Industri farmasi Negeri Sakura ini, bisa menghasilkan produksi hingga 80 triliun USD.

Jepang juga dikenal maju, dalam hal penelitian maupun pengembangan di sektor farmasi.

5. Prancis

obat prancis
Prancis dan perusahaan farmasi andalannya Sanofi. | Foto: Videezys dan European Pharmaceutical Review

Tak hanya kiblat fashion, Prancis juga jadi pemegang 2.8 persen pangsa pasar obat-obatan di dunia.

Industri farmasi Prancis, mampu menghasilkan produksi yang nilainya mencapai 46 triliun USD.

Meski dalam nilai produksi di bawah Tiongkok, Prancis lebih unggul dalam nilai pendapatan ekspornya yang mencapai 10 milyar USD.

Kira-kira apa yang diperlukan Indonesia dalam mendongkrak industri farmasi dalam negerinya? Sampaikan komentarmu di tempat biasa, yakni di medsos maupun disini!


Terima kasih telah membaca artikel Nawala Karsa. Artikel ini kami buat sepenuh hati untuk para pembaca, termasuk kamu!

Dukung Nawala Karsa sebagai media berita independen dan terpercaya kamu dengan memberikan tip melalui Sociabuzz Tribe milik Ayukawa Media. Untuk mengirimkan tip, kamu dapat membuka pranala berikut pranala berikut.