Makin Tegang! Presiden Putin Perintahkan Pasukan Nuklir Mulai Bersiaga

Rusia Pasukan Nuklir Putin
EDIT: Nawala Karsa

Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan pasukan militer nuklir Rusia untuk berada dalam siaga tinggi pada hari Minggu (27/2) lalu, mengutip dari Al-Jazeera.

Hal tersebut mengikuti meningkatnya eskalasi ketegangan dengan negara-negara barat atas terjadinya invasi Moskow ke Ukraina.

Presiden Putin mengatakan bahwa negara-negara utama dari aliansi NATO telah membuat “pernyataan agresif”. Sambil menjatuhkan sanksi keuangan yang kejam terhadap Rusia dan dirinya sendiri.

Perintah ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi menjadi perang nuklir. Yang dapat mengancam tidak hanya perdamaian di benua Eropa, namun juga dunia.

Amerika Serikat Tanggapi Perintah Putin Siagakan Senjata Nuklir

Duta Besar Amerika untuk PBB
Gambar: Associated Press

Amerika Serikat menanggapi perintah Presiden Putin untuk menyiagakan senjata nuklir milik Kremlin tersebut, dengan menuduh bahwa dia mengarang sebuah ancaman untuk membenarkan “agresi lebih lanjut”.

“Ini adalah pola yang kami lihat dari Presiden Putin selama konflik ini. Yaitu membuat ancaman yang tidak ada untuk membenarkan agresi lebih lanjut.” Pernyataan Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki terhadap ABC.

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield dengan keras mengutuk langkah yang dilakukan oleh Presiden Putin.

“Ini menunjukkan bahwa Presiden Putin ingin terus meningkatkan ketegangan dari perang dengan cara yang sama sekali tidak dapat diterima.” Katanya dalam sebuah wawancara dengan CBS.

Invasi Terus Berlanjut di Ukraina

Pasukan Ukraina
Pasukan Ukraina (Gambar: Associated Press)

Rusia telah mendapatkan berbagai kecaman dari pihak internasional sejak mereka meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada (24/2).

Pasukan Rusia juga menghadapi perlawanan yang gigih ketika mencoba melakukan invasi ke kota-kota besar di Ukraina. Dengan banyak dari orang-orang Ukraina secara sukarela membantu mempertahankan negara.

Presiden Putin telah mengklaim bahwa negara-negara barat telah gagal dalam menganggap serius kekhawatiran keamanan Rusia terhadap NATO.

Terutama mengenai permintaan Rusia untuk tidak memperbolehkan Ukraina untuk masuk ke dalam aliansi tersebut dan peniadaan pasukan NATO di wilayah timur Eropa.

Pasukan Rusia pada (24/2) telah berhasil mengambil alih bekas pembangkit nuklir Chernobyl. Dimana emisi radiasi masih bocor semenjak bencana nuklir yang terjadi 36 tahun lalu.

Pihak berwenang Ukraina memperingatkan bahwa penyitaan pembangkit nuklir oleh pasukan Vladimir Putin dapat memiliki “konsekuensi yang mengerikan”.


Artikel ini merupakan bagian dari Laporan Spesial “Invasi Rusia di Ukraina” garapan redaksi Nawala Karsa.