Broadcasted by Galau Jikan FM

Ukraina Menjerit dari Serangan Rusia, Pertanyakan Komitmen NATO

Presiden Ukraina
Gambar: Associated Press

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada (24/2) mengatakan bahwa Ukraina telah ditinggal sendirian untuk mempertahankan negara mereka terhadap invasi Rusia.

Dia mengkritik komitmen dari negara – negara khususnya NATO yang mengatakan bahwa mereka bersama dengan Ukraina namun tidak ada aksi konkret untuk membuktikannya.

“Siapa yang siap untuk bertempur bersama kami? Saya tidak melihat siapapun.” Katanya dalam sebuah pidato umum kepada seluruh masyarakat Ukraina dan juga dunia.

Presiden Zelensky juga mengatakan bahwa tidak ada siapapun yang dapat menjamin keanggotan Ukraina ke dalam NATO. Hal itu karena semua orang takut.

Tetap Berani Melawan

Ukraina NATO
Gambar: Reuters

Presiden Zelensky mengatakan bahwa walaupun semua yang lainnya takut, Ukraina tidak takut untuk melawan serta berbicara kepada Rusia.

Walaupun dia telah menjadi target nomer satu Rusia, Presiden Zelensky menepis rumor yang mengatakan bahwa dia telah kabur dari Ukraina.

“Saya tetap berada di lingkungan pemerintah bersama dengan orang-orang yang dibutuhkan agar pemerintahan pusat dapat bekerja.” Dia menyatakan.

Pada (26/2) membuat sebuah video yang menunjukkan bahwa dia masih berada di Kiev dan membantah rumor bahwa militer Ukraina akan menurunkan senjata.

“Aku berada di sini. Dan kita tidak akan menurunkan senjata. Kita akan melindungi negara.” Pesannya.

Sebelumnya juga terdapat berita bahwa Amerika Serikat menawarkan Presiden Zelensky untuk keluar dari Ukraina dengan aman.

Presiden Zelensky menolak dengan mengatakan bahwa dia membutuhkan amunisi dan bukan “tumpangan”.

Jawaban NATO dan Negara Barat

Sejauh ini, NATO tidak memiliki rencana untuk membantu Ukraina baik dengan bantuan pasukan maupun persenjataan.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan bahwa sama sekali tidak ada pasukan NATO yang berada di Ukraina.

“Kami telah menjelaskan bahwa kami tidak memiliki rencana dan niat untuk mengerahkan pasukan NATO di Ukraina.” Pernyataannya dalam sebuah pidato.

Namun dia menambahkan bahwa NATO telah meningkatkan keberadaan pasukan di bagian timur wilayah dari aliansi tersebut.

Kebijakan yang mereka ambil ini tentu sejalan dengan apa yang telah Presiden Vladimir Putin katakan.

Di mana apabila terdapat negara yang ikut campur dalam operasi militer terhadap Ukraina, maka Rusia akan membalas dengan konsekuensi yang tidak pernah terlihat dalam sejarah.

Kepentingan dari NATO sekarang adalah untuk memastikan bahwa konflik tersebut tidak menyebar ke negara-negara lain terutama ke negara yang merupakan anggota dari aliansi.


Artikel ini merupakan bagian dari Laporan Spesial “Invasi Rusia di Ukraina” garapan redaksi Nawala Karsa.


Terima kasih telah membaca artikel Nawala Karsa. Artikel ini kami buat sepenuh hati untuk para pembaca, termasuk kamu!

Dukung Nawala Karsa sebagai media berita independen dan terpercaya kamu dengan memberikan tip melalui Sociabuzz Tribe milik Ayukawa Media. Untuk mengirimkan tip, kamu dapat membuka pranala berikut pranala berikut.