Sabet Lima Piala Eropa, Ini Perjalanan Jose Mourinho Si Pelatih Spesial!

Selang kesuksesannya menjadi manajer bola terkemuka selama dua dekade, apa sejarah rekor yang dicetak Bapak Mou ini?

Seno Triadi
jose mourinho eropa
Ekspresi perjalanan Jose Mourinho dari membina Chelsea (kiri), Manchester United (tengah) dan AS Roma (kanan). | Edit: Nawala Karsa

Belum lama ini pada Rabu (25/5) malam lalu, final piala Liga Konferensi Eropa telah berakhir dengan kemenangan 1 – 0 klub AS Roma binaan Jose Mourinho, atas lawannya dari Belanda, Feyenoord.

Kemenangan dari klub serigala ibukota Italia itu mengantar Mourinho menjadi salah satu pelatih tersukses di dunia sepak bola mancanegara.

Prestasi dari pelatih legendaris asal Portugal tersebut tidaklah main-main selepas 22 tahun menggeluti karirnya. Tidak tanggung-tanggung, strategi dan kegigihan Special One (yang paling spesial) terbukti keras pada malam final piala kompetisi kelas Eropa tersebut.

Jadi, apa sih spesialnya dari pria yang akrab disapa sebagai Mou tersebut?

Sejarah Special One dan Prestasi Mou di Portugal dan Inggris

Momen Jose Mourinho dan para pemain dari AS Roma menangkan Liga Konferensi Eropa, Rabu (25/5) lalu. Foto: Ozan Kose dari AFP via Liputan6

Sebenarnya gelar Special One ini muncul pada komentarnya pada Rabu (2/6/2004) kala Ia membina tim Liga Inggris, Chelsea selepas karirnya dari FC Porto, Portugal.

Kala wawancaranya, seperti mengutip dari BBC, Mou mengatakan klubnya memiliki banyak pemain top dengan manajer yang setara unggulnya.

“Mohon jangan menganggapku arogan, tapi saya adalah juara Eropa dan saya pikir saya yang paling spesial,” kata Mourinho.

Perkataannya bukan omong kosong karena Ia pernah mengantarkan klub Porto, klub unggulan pertama Portugal yang Ia bina, memenangi Piala UEFA pada 2003 dan Liga Champions pada 2004.

Pindah dari Porto, Ia menyumbangkan dua trofi pertama untuk Chelsea pada piala FA dan piala Liga, seperti melansir dari Biography Online.

Ia juga menemani tim yang dulu diperkuat kapten klub John Terry, dengan menyabet dua piala Liga Inggris antara musim 2004-2006.

Namun, pada final Liga Champions di musim 2006-2007, tim The Blues harus mengakui keunggulan sang setan merah, Manchester United.

Gaya Unik Pelatih Mourinho Menyabet Lima Piala Eropa

Gambar: Twitter @FabrizioRomano

Lepas dari Chelsea, ia pindah menuju tim Inter Milan yang mengantarnya menjadi scudetto Serie A, dua kali berturut turut pada musim 2008-2010.

Prestasi ini mengantarkan tim I Nerazzurri menuju puncak juara Liga Champions, mengalahkan Bayern Muenchen pada Sabtu (22/5/2010).

Suksesnya Inter Milan tersebut membuatnya dapat tawaran menjadi manajer Real Madrid antara 2010 hingga 2013 dan kembali ke Liga Inggris.

Di liga yang paling bergengsi di dunia tersebut, Ia sempat memegang tiga klub tersohor antara 2013 dan 2021. Tiga klub tersebut, seperti terinformasikan situs resmi Liga Inggris, Premier League, yaitu Chelsea, Manchester United dan Tottenham Hotspurs.

Baru saat Agustus 2016, Mou berhasil membantu para setan merah menggaet piala Liga Eropa UEFA untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub tersebut.

Ia berpindah ke klub AS Roma, Italia, pada Selasa (4/5) tahun lalu lepas didepak dari Sprus. Meskipun tidak mendapatkan scudetto, klubnya berkesempatan bertanding di kompetisi Piala Liga Eropa UEFA.

Usaha dari Mourinho membuahkan hasil pada Rabu (25/5) lalu ketika menang tipis melawan Feyenoord Rotterdam 1-0, mengantar AS Roma menang pertama kali kejuaraan tersebut.

Tim yang terpimpin oleh Lorenzo Pellegrini ini mencetak satu gol semata wayang, yang tersumbangkan oleh Nicolo Zaniolo, seperti tercatat pada situs resmi UEFA.

Akankah Ada Kejutan dari Mou?

Mourinho sukses mengantar Manchester United menyabet gelar Piala UEFA pertama kalinya pada 2017. Gambar: Twitter resmi Goal.com (@goal)

Pada akhirnya, prestasi dari pelatih Jose Mourinho dalam karirnya di kompetisi piala sepak bola Eropa pantaslah spesial.

Ia berjasa mengantarkan tiga klub bola Eropa sekaligus menyabet tiga kompetisi unggulan dari organisasi UEFA. Yaitu Liga Eropa, Liga Konferensi Eropa dan Liga Champions.

Jika kita melihat kebelakang, Mou mengantongi dua Liga Champions pada 2004 dan 2010 dan dua Liga Eropa 2003 dan 2017. Tambah satu lagi terbaru, yaitu Liga Konferensi Eropa pada Mei 2022 ini.

Belum lagi, kiprahnya di sejumlah liga domestik memuncaki klasemen dari 2004 hingga 2012 membuatnya sangat tersegani para fansnya.

Setelah kejuaraan Liga Konferensi lalu, akan kemanakah Mourinho berkarir selanjutnya? Akankah di laga kompetisi selanjutnya Ia menyiapkan kejutan spesial bagi kita bola mania?