Review Film Belle: Sangat Meriah Untuk Pembuka Tahun 2022!

Matias Arvino Andrhasa
belle header
Salah satu adegan menampilkan avatar Belle dalam film Belle. Gambar: Twitter resmi Studio Chizu (@studio_chizu)

Setelah sekian lama menunggu film karya Mamoru Hosoda, akhirnya ada juga yang masuk ke Indonesia, yaitu “Belle“. Berikut adalah review film anime “Belle“.

Perhatian! Artikel ini akan mengandung isi dari cerita, jadi sekiranya belum menonton film ini, boleh tutup artikel ini. Namun, jika sudah menonton atau tidak masalah mengetahui isi ceritanya silahkan lanjut.

SPOILER ALERT

Ryu to sobakasu no hime visual
Visual utama untuk film Belle versi internasional. Gambar: Twitter resmi Studio Chizu (@studio_chizu) | ©2021 STUDIO CHIZU

Belle” atau yang memiliki nama asli  竜とそばかすの姫 (Ryuu to Sobakasu no Hime, Translasi: The Dragon and The Freckled Princess) adalah film garapan Mamoru Hosoda.

Studio yang menggarap film ini adalah Studio Chizu, dengan Mamoru Hosoda sendiri sebagai direkturnya.

Sedikit trivia, Chizu sendiri memiliki arti peta dalam bahasa jepang. Apabila jarang mendengar nama studio ini, berikut adalah beberapa karya studio Chizu yang tentunya juga kami rekomendasikan untuk NawaReaders tonton.

  • Mirai (2018)
  • The Boy and The Beast (2015)
  • Wolf Children (2012)
  • Summer Wars (2009)

Belle ini sendiri rilis pertama kali di wilayah Jepang pada (16/7/2021) yang lalu. Selain itu, film animasi berdurasi dua jam ini sendiri juga telah masuk banyak nominasi dalam penghargaan “Annie Awards 2022”.

Belum sampai di sana saja, Belle juga telah menoreh prestasi di Film Festival 2021; untuk beritanya bisa klik tautan ini.

Berikut adalah staf produksi yang terlibat:

  • Sutradara: Mamoru Hosoda
  • Desain karakter: Kageichi Akiya
  • Desain Background: Joujou Anri, Hiroyuki Aoyama
  • Pengarah animasi: Hiroyuki Aoyama, Takaaki Yamashita
  • Pengarah seni: Nobutaka Ike
  • Musik: Taisei Iwasaki

Kemudian, lini seiyu dalam film Belle sebagai berikut:

  • Suzu / Belle: Kaho Nakamura
  • Ryuu / Dragon: Takeru Satou
  • Hiroka: Lilas Ikuta (Vokalis duo Yoasobi)
  • Chikami: Shouta Sometani
  • Shinobu: Ryou Narita

Belle, Mencairkan Hati yang Beku dan Terluka

Dragon
©2021 STUDIO CHIZU

Dalam dunia Belle ini, penonton akan berkenalan dengan metaverse yang bernama “World of U”. Dalam World of U penggunanya dijanjikan dapat membuat avatar sesuai dengan kemauan pengguna, dan memulai hidup sesuai kemauan pengguna juga.

Avatar dalam “U” memiliki nama “As”. Jika melihat dari namanya sendiri, U memiliki arti “Kamu” dan As yang memiliki arti “Kita”.

Suzu seorang gadis SMA berumur 17 tahun, adalah seorang gadis yang tertutup dan pemalu. Dia tinggal bersama ayahnya di Prefektur Kochi, setelah Suzu kehilangan ibunya di masa kecilnya.

Semenjak kematian ibunya Suzu tidak menyukai musik dan menyanyi, tetapi hubungannya juga semakin jauh dari ayahnya.

Suzu kemudian mencoba masuk ke U setelah temanya, Hiro mengundangnya masuk. Suzu kemudian membuat avatar yang begitu rupawan bernama “Bell”, dan Ia tiba-tiba mencoba untuk bernyanyi.

Nyanyiannya yang awalnya oleh pengguna U tolak, malah besoknya Suzu mendapatkan begitu banyak pengikut.

Tentu hal ini begitu mengejutkan Suzu terutama dia di dunia nyata sudah tidak bisa bernyanyi.

Popularitas Bell malah mempertemukan takdirnya bersama dengan Dragon sosok yang oleh polisi U incar karena mengganggu. Namun ternyata Bell malah menemukan sisi lain dari si Naga tersebut.

Namun ada hal kurang, yaitu motif dari polisinya yang mengincar Dragon, karena kurang kuat dan jelas.

Apakah si Naga tersebut mengganggu, kah? Tidak juga. Naga tersebut berbuat kriminal? Juga tidak. Maka dari itu yang menjadi kekurangan dari cerita Belle ini.

Sekilas berdasarkan namanya sendiri, film Belle ini seolah menggambarkan moderenisasi cerita Beauty and The Beast. Namun, Cerita Belle ini akan menunjukkan bagiamana Bell yang awalnya tertutup, menjadi sosok penuh kasih seperti layaknya ibunya.

Suzu harus menerima realita yang ada menjadi sosok yang berani melihat kedepan, bahkan Suzu bisa merubah hidup temannya.

Memang, film animasi ini merupakan sebuah cerita klasik yang Mamoru Hosoda sajikan dengan begitu manis.

Animasi Standar, Namun Indah dan Memukau

suzu
Suzu, protagonis dari film Belle. | ©2021 STUDIO CHIZU

Jika membahas animasi film Belle, animasinya menggunakan gaya khas dari Studio Chizu. Desain karakter manusia yang begitu sederhana, namun begitu ekspresif saat terkejut, riang, dan panik.

Namun hal ini berbeda jika dalam dunia U, karakter dan avatar dalam di sana begitu menarik dan dinamis, seperti desain antromorfik atau kecerdasan buatan yang unik.

Gambar backgroundnya juga begitu indah. bagaimana desain dari bangunan kota, lingkungan alam, dan kampung dibuat begitu baik, detailnya begitu cocok dengan suasana dan skenarionya.

Sementara dalam U, memiliki background yang lebih kontras, nampak begitu futuristik dan suasana yang ada mirip seperti di film Summer Wars.

Untuk animasi yang Belle ini gunakan adalah kombinasi 2D dan 3D. Hal ini bisa penonton lihat terutama saat di dunia U, 3D-nya juga cukup mencolok dan mudah orang sadari.

Perlu diketahui, hal ini bukan berarti kualitasnya kurang baik. Di sisi lain saat masuk di dunia nyata, suasana dan gaya animasinya menggunakan visual dua dimensi.

Hal ini juga memudahkan orang untuk membedakan mana yang dunia nyata, mana yang dunia U.

Permainan efek visual dalam animasi ini juga begitu indah, bagaimana saat Bell berenang, riak airnya sangat bagus, atau saat Bell tampil bunganya begitu indah.

Secara visual, Belle bisa memberikan keindahan tersendiri dengan padanan visual yang begitu meriah.

Lagu yang Begitu Menyentuh Hati

ryu to sobakasu no hime still image
Suzu, dalam avatarnya, Belle, di film Belle. | ©2021 STUDIO CHIZU

Bell sendiri adalah salah satu penyanyi virtual di dunia U, lagu-lagu yang Bell nyanyikan bisa begitu menggerakkan hati pendengarnya.

Penggemarnya sendiri merasa jika Bell bernyanyi, rasanya seperti menyanyikan hanya untuk pendengarnya saja. Hal ini yang membuat Bell menjadi primadona baru di dunia U.

Saat menonton di bioskop sendiri beberapa lagu bisa membuat kami merinding, karena lagunya sendiri memiliki arti yang mendalam. Seperti menceritakan bagaimana rasanya kehilangan, atau membuka hati kepada.

Kami sendiri tidak bisa benar-benar menggambarkan bagiamana indahnya lagu ini, hal ini juga diperkuat dengan scene yang baik.

Daripada penasaran, berikut adalah salah satu lagu orisinal dari animasi Belle ini!

Tonton Segera Selagi Masih Ada!!

mamoru hosoda sinematografi
Sinematografi dari Mamoru Hosoda tentunya akan sangat dikenali penggemar setianya kala menonton Belle ini. | ©2021 STUDIO CHIZU

Film “Belle” ini sendiri sangat kami rekomendasikan untuk NawaReaders segera tonton, terutama untuk yang sudah mengenal karya dari Mamoru Hosoda. Belle ini sendiri memiliki kombinasi visual dan audio serta animasi yang begitu cantik.

Secara penulisan ceritapun juga menyajikan hal yang klasik dengan sentuhan yang lebih baru.

NawaReaders bisa menonton film ini di bioskop Cinepolis atau CGV terdekat. Namun, mendengar dari beberapa netizen berkata kalau film ini biarpun bagus, tetapi kurang promosi dan penayangannya juga sangat terbatas.

Biarpun begitu itu tidak akan merubah kami untuk tidak merekomendasikan film ini untuk segera kalian tonton. Terima kasih Feat Pictures yang telah membawa film Belle ini kepada penonton Indonesia.

Juga terima kasih Mamoru Hosoda telah membuat film Belle yang sangat cantik ini, kami tunggu karya terbarunya kedepan!