Bagaimana Generasi Milenial Melakukan Peran Bela Negara?

Avatar
Artikel Bela Negara Pancasila

Generasi Milenial dan Bela Negara – Setiap negara memiliki sudut pandang publik yang merupakan visi negara khawatir terhadap apa yang akan datang. Kehidupan bermasyarakat dalam suatu bangsa memerlukan suatu gagasan tentang pandangan atau sudut pandang publik yang diharapkan dapat menjamin keselarasan hidup dan tegaknya negara, domainnya dan kepribadian negara

Pemahaman wawasan  ini memutuskan bagaimana suatu negara mengeksploitasi kondisi topografi, kronik, sosial-sosialnya dalam mencapai tujuannya dan memastikan keuntungan publiknya seperti bagaimana negara itu melihat dirinya sendiri dan keadaannya saat ini baik di dalam maupun dari jarak jauh.

Setiap penduduk, khususnya generasi milenial yang akan mewarisi negara dan peningkatan kehadiran negara, harus benar-benar siap, sesuai dengan kelebihan dan tugasnya, untuk melindungi negara dan upayanya mengamankan wilayah setempat. kesejahteraan (ayat (1) pasal 27 dan 30). Upaya perlindungan negara adalah keyakinan, watak, dan kegiatan setiap penduduk atas dasar yang baku, luas, terpadu, dan berkesinambungan, berdasarkan cinta tanah air, perhatian terhadap negara dan negara Indonesia, serta keimanan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang Negara Kesatuan. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terpercaya dan maju.

Bela Negara merupakan cara pandang dan amalan yang harus digerakan oleh setiap penduduk yang dijiwai oleh kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945 untuk menjamin ketahanan negara dan negara pada umumnya. Pengembangan kualitas yang dijaga negara menuju era milenial. Menanamkan keakraban dengan menjaga negara untuk setiap penduduk khususnya kaum milenial sebagai penerima manfaat dan pengganti kemajuan eksistensi negara dan sangat penting untuk memiliki pilihan untuk melindungi negara dari bahaya dari dalam dan dari luar militer dan non-militer. cinta tanah air dan keakraban dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. setiap Penduduk memiliki hak dan komitmen untuk menjaga negara,

Nasib negara Indonesia umumnya dikuasai oleh era milenial saat ini. Setiap penduduk, khususnya usia milenial, adalah masa depan. koherensi keberadaan negara dan negara harus baik untuk pergi, sehubungan dengan hak istimewa dan komitmen mereka dalam pekerjaan untuk menjaga negara dan upaya untuk menjaga keselamatan publik. Generasi milenial Lulusan perguruan tinggi baru-baru ini tidak terpengaruh oleh sejarah panjang perjuangan negara, penebusan dosa para legenda masyarakat yang hidup di zaman perintis, yang merelakan darah, air mata, bahkan nyawanya. Otonomi Indonesia harus direbut dan dilindungi.

Pengertian Bela Negara

Bela negara memiliki pengertian, secara lebih spesifik, suatu kepastian, perilaku dan kegiatan yang dilakukan oleh penduduk atas dasar yang biasa, berbadan hukum, lengkap, dan konsisten yang bergantung pada rasa cinta tanah air Indonesia. Setiap penduduk wajib menjaga bangsa dengan tetap memperhatikan negara dan negara Indonesia. Pada dasarnya, perhatian menjaga bangsa adalah kemampuan setiap penduduk untuk mengabdi pada negara dan negara serta ta’uf yang berencana untuk membela negara.

Setiap penduduk memiliki hak dan komitmen untuk menjaga negara, untuk itu pengembangan keakraban menjaga bangsa sangat penting untuk melindungi negara dari bahaya luar dan dalam, bahaya militer dan nonmiliter. Melindungi Negara dari perspektif yang luas tidak hanya menghadapi bencana tetapi juga berbagai bencana. Dengan demikian, setiap penduduk harus baik untuk pergi dan sekaligus perlu menjelaskan secara umum tentang hak dan komitmen mereka dalam upaya menjaga negara dan upaya menjaga dan keamanan (Pasal 27 dan Pasal 30 ayat (1).

Dasar Hukum dari Bela Negara

Undang Undang Dasar Tahun 1945, Pasal 27 ayat (3) mengamanatkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.

Pasal 30 ayat (1) mengamanatkan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usha pertahanan dan keamanan negara”

Undang Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan NegaraPasal 9 ayat (1) mengamanatkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara”. Selanjutnya pada ayat (2) Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diselenggarakan melalui: pendidikan kewarganegaraan; pelatihan dasar kemiliteran secara wajib: pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib; dan pengabdian sesuai dengan profesi.

Kesadaran bela negara merupakan alat yang penting dan persuasif untuk digunakan di masa depan bagi bangsa dan negara. Kemudian, ketika pekerjaan bela negara dilakukan dengan penuh perhatian, kenalan dengan warga harus jelas. Ketika penduduk telah secara tepat melaksanakan kebebasan dan komitmennya dengan tujuan melindungi negara, maka terciptalah state guard. Penduduk yang menjunjung tinggi hak dan kewajibannya akan memberikan kontribusi yang besar dan luar biasa bagi negara dan negara dalam menghormati pertumpahan darah, kepemilikan, dan domain Indonesia.

Apa itu Generasi Milenial?

Generasi Milenial merupakan Generasi X atau Gen X selanjutnya dikelompokkan bersama di bagian ini. Generasi Y, atau Gen Y, mengacu pada orang-orang berusia dua puluhan dan tiga puluhan. Menurut para ahli dan penguji, penyajian zaman ini dimulai pada 1980-an dan berlanjut hingga pertengahan 1990-an. pertengahan 2000-an sebagai akhir dekade penggabungan Generasi Y

Generasi milenial adalah generasi muda saat ini yang tumbuh antara usia 15 dan 34, dan populasi mereka saat ini sangat besar, mencapai 34,45% dari total populasi. pada usia inilah yang dipersoalkan nasib negara dan negara, sehingga perkembangan manfaat menjaga negara adalah persyaratan yang tidak perlu dipertanyakan lagi, untuk keselarasan kehormatan dan keagungan negara dan negara.

Era milenial hidup dalam periode sesaat, dan menghadapi kesulitan yang begitu membingungkan, jelas sangat membebani mentalitas dan perilaku mereka, seperti halnya dalam bereaksi untuk menjaga negara, penting untuk menempatkan sumber daya untuk melindungi bangsa dengan kuat. apa lagi, tepat. Generasi muda harus menjadi smart user yang mampu memilih dan memilah informasi macam apa yang layak untuk diterima, melindungi diri dari konten-konten negatif, serta bijak dalam menyebarkan informasi. Jangan sampai justru generasi muda itu sendiri yang menjadi sumber permasalahan yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa

Peranan Bela Negara ala Generasi Milenial

Pemahaman masyarakat Indonesia memberikan tugas kepada individu Indonesia untuk secara proaktif mengharapkan perbaikan ekologi dengan menetapkan model untuk berbagai negara dalam membangun karakter, otonomi dan menghadapi kesulitan luar tanpa konfrontasi dengan negara yang berbeda bahwa kehadiran negara adalah sumber daya vital dalam menciptakan manusia yang berakulturasi.Wawasan Kebangsaan di dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang tercipta dan terbentuk tidak dapat dipisahkan dari latar belakang sejarah negara Indonesia dalam membingkai negara ini.

Kemungkinan patriotisme dalam konsep patriotisme Indonesia dimulai pada tanggal 28 Oktober 1928, pada saat Sumpah Pemuda, yang merupakan demonstrasi publik dari deklarasi kehadiran negara Indonesia, khususnya Nusa, sebagai satu negara. Ikuti juga bahasa Indonesia tentang ketabahan. Namun, dengan semangat dan pandangan yang terkait dengan Pancasila, yang telah disepakati sebagai nilai bersama, item penting adalah sumber daya yang luar biasa. Selanjutnya perbedaan-perbedaan tersebut kemudian dikumpulkan dan dijadikan sebagai ciri fundamental dan pola pikir hidup bersama yang paling dibumbui dalam lima statuta Pancasila.

Masalah mengamankan pertahanan bela  negara selama diperlukan Demikian pula risiko, gangguan, hambatan, dan tantangan yang dihadapi oleh lulusan perguruan tinggi baru sangat mencengangkan Cepat Risiko, gangguan, hambatan, dan masalah yang dihadapi lulusan perguruan tinggi sangat mencengangkan. Pesatnya kemajuan inovasi otomatis juga menjadi ancaman bagi negara. Kali ini tidak bertarung dengan senjata sungguhan, melainkan dengan keahlian, penelitian, dan pengembangan budaya, antara lain. Mengakhiri era milenial dengan kekhawatiran mengamankan negara dan mengikuti yang tinggi dan besar.

Bela negara tidak hanya dilakukan oleh para pekerja di bidang strategi, tetapi tanggung jawab kita sebagai anak usia dua puluh hingga tiga puluh tahun juga harus diwujudkan, sehingga memastikan bahwa negara tidak perlu berada di bidang strategi. Kemudian, pada saat itu ada dua macam risiko, yaitu risiko khusus militer dan risiko nonmiliter. Bahaya militer adalah berbagai bahaya yang dapat berupa risiko gabungan penggunaan senjata yang dianggap dapat membahayakan kesejahteraan, bantuan pemerintah, dan keamanan penduduk, negara, dan negara. dilengkapi dengan rasa takut, keamanan laut dan udara, sangat mirip dengan pertempuran publik. risiko militer, khususnya bahaya pemanfaatan kepentingan nonmiliter yang mengancam harta negara, seperti bantuan pemerintah negara bagian.

Pembiasaan menjaga bangsa akan menumbuhkan banyak sekali kehidupan anak sehari-hari dalam lingkungan kehidupan mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan umum, lingkungan kerja dan lingkungan sekolah. Yang dimaksud dengan pengawal negara adalah penyelenggaraan negara dalam mengawasi dan menjaga dari setiap risiko, tantangan, rintangan dan gangguan, baik yang dimulai dari dalam maupun dalam negeri yang menjamin terjaminnya dan keamanan negara Indonesia.

Keakraban menjaga bangsa serta bela negara  diwujudkan melalui perluasan kesadaran usia yang lebih muda. Ketelitian para pemuda yang telah merasakan keakraban dengan sifat-sifat menjaga bangsa, cinta tanah air, perhatian pada negara dan negara, keyakinan dan kebenaran Pancasila, mampu mengorbankan untuk negara dan negara dan yang mendasarinya. kapasitas untuk melindungi bangsa, sehingga mereka dapat bertahan hidup dan mengatasi berbagai bahaya. , hambatan, dan kesulitan untuk membantu penjagaan dan keamanan masyarakat. Kewaspadaan kaum muda sebagai masa depan bangsa dan negara Indonesia diandalkan untuk memiliki kapasitas, kesiapan dan kepedulian, dalam hal perluasan penangkalan dini, pencegahan, dan keputusasaan.

Semakin muda usia di semua tingkat kehidupan daerah, penting untuk memberikan arahan, inspirasi dan sosialisasi kesadaran penjaga negara sehingga kewaspadaan yang diperluas untuk usia yang lebih muda dapat terus dipertahankan. Pemahaman akan kesadaran bela negara akan mendorong mentalitas dan praktik yang tertanam dalam sikap kehati-hatian bagi generasi muda dalam memanfaatkan dampak sosial yang asing yang masuk ke wilayah Indonesia, mengingat masih sedikit masyarakat yang masih asing. tidak sesuai dengan cara hidup negara Indonesia.

Kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai ancaman bagi kelangsungan kehidupan bangsa dan negara yang meliputi; invasi dan intervensi negara lain, subversi, makar, dan kudeta, separatisme, terorisme, korupsi, penyalahgunaan narkoba, premanisme, penyelundupan dan pencurian sumber daya alam, human traffiking dan perbuatan yang anarkhis dalam penyampaian aspirasi kepada pemerintah.

Kesadaran usia yang lebih muda dapat menyaring, memperhatikan, memperhatikan berbagai masalah yang berkembang sehingga dapat segera dibedakan sehingga potensi bahaya tidak dapat dikenali walaupun diketahui apakah kita dapat membangun diri dengan baik. penduduk Indonesia terhadap bahaya, rintangan, kesulitan, dan pengaruh yang mengganggu baik yang datang dari dalam maupun luar negeri dari kemungkinan bahaya;

Pengakuan kesadaran melindungi bangsa dan memperluas perhatian kepada kaum muda. Melalui koordinasi, kerjasama dan partisipasi DPRD pusat dan lingkungan (daerah, dan masyarakat perkotaan) dalam melaksanakan program kesadaran bela negara, dipastikan hasil yang dicapai dalam memberikan perhatian kepada usia yang lebih muda. Kapasitas untuk mencegah dini dan menyeimbangkan kerugian publik akan memperluas fleksibilitas publik. Memperluas kesadaran melindungi bangsa sejak dini sebagai landasan dalam kehidupan masyarakat. Eksistensi negara, masyarakat dan negara merupakan unsur-unsur eksistensi negara. Perluasan kesadaran untuk melindungi bangsa telah memperkuat semangat bernegara Indonesia.

Perluasan kesadaran untuk melindungi kondisi usia muda tampak dalam pendekatan pemerintah. Perhatian yang semakin meningkat untuk melindungi negara seperti sekarang, untuk membangun kesadaran usia yang lebih muda telah berubah menjadi perhatian besar, di kalangan otoritas publik dan masyarakat. Kerjasama generasi muda dalam menentukan strategi pemerintah sebagai pendukung dalam memutuskan otoritas publik dalam setiap proses pembuatan undang-undang dan pedoman yang akan diterapkan pada seluruh penduduk Indonesia.

Pada saat ini, pemuda memainkan peran penting dalam membela negara. Banyak anak-anak berpartisipasi dalam organisasi pemuda, masjid pemuda, dan kegiatan lain di masyarakat. Anak-anak juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, paskibra, polisi pelajar, dan kegiatan kreatif di lingkungan sekolah, yang menumbuhkan kesadaran akan pentingnya bela negara. Banyak anak muda bergabung dalam acara dan klub di kampus yang mempromosikan cinta tanah air dan negara mereka.

Tidak hanya itu, anak-anak muda milenial masa kini telah berprestasi di bidang akademik, atletik, dan profesi lainnya, dan mereka berlomba-lomba dan berusaha membela bangsa Indonesia. Banyak anak muda bekerja untuk organisasi bantuan kemanusiaan. Pemuda menunjukkan kesopanan, kehangatan, disiplin, kepedulian, antusiasme, dan tanggung jawab dengan terlibat dalam kegiatan ini. Sikap dan perilaku tersebut akan membuka jalan bagi generasi muda untuk merangkul nilai-nilai bela negara.

Tugas dari Generasi Milenial

Tugas generasi milenial dalam Bela Negara akan terlihat ketika mereka sudah terbiasa dengan Bela Negara. Kekhawatiran menjaga bangsa ini sudah dijiwai sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar hingga mereka duduk di bangku Pendidikan Kewarganegaraan, ini sebuah karya. sehingga pribadi dan perilaku bela negara di usia muda tidak akan pernah kabur. Usaha anak muda usia milenial dalam mengamankan negara sangat tinggi, yang selama ini masih menyendiri, banyak anak muda yang mengikuti aerobatik pemuda, pemuda masjid dan lain-lain. Di lingkungan sekolah remaja. Begitu pula dengan kegiatan ekstrakurikuler yang akan mengangkat isu-isu penjagaan masyarakat seperti pramuka, paskibra, polisi pengganti, kemampuan mempersiapkan diri. Di habitat aslinya, ada banyak anak muda yang mengikuti latihan dan afiliasi yang akan mendorong rasa cinta tanah air.

Tugas generasi milineal dalam  Bela Negara akan terlihat ketika mereka sudah memiliki kesadaran Bela Negara, perhatian bela negara ini sudah mendarah daging sejak mereka SD sampai mereka duduk di bangku sekolah dengan Pendidikan Kewarganegaraan, ini adalah sebuah karya. agar watak dan perilaku bela negara di masa muda tidak pernah kabur. Tugas pemuda generasi milenial  dalam menjaga bangsa sangat tinggi sampai saat ini sudah berdiri sendiri, banyak pemuda yang mengikuti senam kepemudaan, pemuda masjid dan lain-lain. Dalam iklim sekolah muda.Begitu juga dengan kegiatan ekstrakurikuler yang akan mengangkat isu-isu bela negara seperti pramuka, paskibra, polisi pengganti, latihan keterampilan. Di lingkungan alam, ada banyak anak muda yang mengikuti kegiatan dan perkumpulan yang akan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanah air.

Membangun ala Milenial

Ketika mereka sudah familiar dengan Bela Negara, maka akan terlihat misi era milenial dalam Bela Negara. Kepedulian terhadap keamanan bangsa ini telah ditanamkan pada diri mereka sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar hingga kelas Pendidikan Kewarganegaraan yang merupakan sebuah karya. Alhasil, pribadi dan perilaku bela negara di usia muda tidak akan pernah tertukar. Komitmen generasi milenial untuk mengamankan negara sangat luar biasa, dan meski terisolir sejauh ini, beberapa anak muda bergabung dalam aerobatik pemuda, pemuda masjid, dan kegiatan lainnya. Dalam konteks sekolah remaja. Demikian pula kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, paskibra, polisi pengganti, dan pelatihan kemampuan akan meningkatkan kesulitan keamanan masyarakat. Banyak anak-anak berpartisipasi dalam kegiatan dan koneksi yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanah air di lingkungan alam mereka.

Secara bersama-sama agar kesadaran Bela Negara tetap berada dalam diri kaum muda, penting untuk memberikan arahan, dukungan, inspirasi, dan apresiasi dari Negara, namun juga dari wali, pendidik, dan daerah setempat. Pemahaman tentang perhatian menjaga bangsa akan mendorong disposisi dan perilaku kehati-hatian terhadap usia yang lebih muda dalam penggunaan masyarakat asing yang masuk ke ranah negara Indonesia.

Secara bersama-sama agar kesadaran Bela Negara tetap berada dalam diri remaja, maka penting untuk memberikan arahan, dukungan, inspirasi, dan apresiasi dari Negara, namun juga dari wali, pengajar, dan daerah setempat. Banyak cara dilakukan dengan perbanyakan pembenahan mekanis yang disertai latihan-latihan dalam memenuhi kualitas Pancasila, sebagai daya tarik dalam menjaga negara. Anak-anak berusia dua puluh hingga tiga puluh tahun harus diberi ruang yang berlimpah untuk berkembang, karena mereka memiliki kemajuan dan imajinasi yang tak terduga dan menakjubkan.

Cara paling efektif untuk membangun perhatian menjaga negara dari era milenial, tidak dengan banyak hipotesis, hanya model-model, mengingat kepribadian era milenial yang seharusnya dicapai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi, lebih sederhana. untuk mendapatkan data yang berbeda

Dua puluh hingga tiga puluh tahun memainkan pekerjaan yang berfungsi dalam membawa kualitas-kualitas Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari. Banyak cara yang bisa dilakukan dengan perbanyakan perbaikan-perbaikan inovatif yang disertai latihan-latihan dalam memenuhi kualitas Pancasila, sebagai daya tarik dalam menjaga negara. Anak-anak berusia dua puluh hingga tiga puluh tahun harus diberi ruang yang berlimpah untuk berkembang, karena mereka memiliki kemajuan dan inovasi yang menakjubkan dan mencengangkan.

Petunjuk untuk mengumpulkan perhatian untuk menjaga negara dari era milenial, tidak dengan banyak spekulasi, hanya model, karena kepribadian era milenial, yang harus dicapai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi, lebih mudah untuk mendapatkan data yang berbeda. . Era milenial tidak serta merta menghadapi tajamnya pertempuran untuk menang dan mengikuti otonomi, sehingga jelas ada celah pemahaman tentang menjaga negara, penting untuk mengatasi masalah ini, sehingga jiwa menjaga kondisi negara. era milenial tetap berada di lorong NKRI yang bertumpu pada Pancasila.

Verdict

Setiap bangsa memiliki perspektif publik yang merupakan impian sebuah bangsa yang menekankan pada hal yang akan datang. Memahami pengetahuan ini memilih bagaimana memanfaatkan kondisi geologis, konstan, sosial-sosial suatu negara dalam mencapai tujuannya dan mengungkapnya seperti bagaimana bangsa itu melihat dirinya sendiri dan statusnya saat ini. baik di dalam maupun dari kejauhan

Setiap penduduk, khususnya usia milenial, yang merupakan usia yang akan datang dari kemajuan bangsa dan negara, harus benar-benar dipersiapkan, sejauh mana keuntungan dan tanggung jawab dalam upaya untuk menjamin bangsa dan upaya untuk mengamankan daerah setempat. Generasi Milenial adalah sekelompok fragmen yang kemudian menjadi Generasi X atau Gen X. Generasi Milenial juga bisa disebut Generasi Y atau Gen Y. Menurut para ahli dan penelitian, kemunculan era ini dimulai pada tahun 1980-an dengan pertengahan 1990-an hingga pertengahan tahun. 1990-an. pertengahan 2000-an sebagai akhir dari banjir gen Y.

Bela negara mempunyai arti penting, tegas, suatu kepastian, perilaku dan yang dilakukan oleh penduduk atas dasar yang mendasar, sah, lengkap dan dapat diandalkan yang mantap dengan kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Pada hakekatnya, kekhawatiran untuk menjamin negara adalah kemampuan setiap penduduk untuk mengabdi kepada bangsa dan negara serta para ta’uf yang hendak menjaga negara.

Kehati-hatian para pemuda yang telah merasakan keakraban dengan sifat-sifat bela bangsa, cinta tanah air, perhatian pada negara dan negara, keyakinan dan kebenaran Pancasila, mampu mengorbankan diri untuk negara dan negara dan kemampuan yang mendasari untuk menjaga bangsa, sehingga mereka dapat bertahan dan mengatasi berbagai bahaya. , hambatan, dan kesulitan untuk membantu perlindungan dan keamanan masyarakat. Pemahaman tentang kesadaran bela bangsa akan mendorong mentalitas dan praktik yang hakiki dalam kehati-hatian generasi muda dalam memanfaatkan dampak sosial asing yang masuk ke wilayah Indonesia, dengan alasan masih sedikit masyarakat asing yang tidak sesuai dengan cara hidup negara Indonesia.

Penugasan generasi muda milenial dalam bela negara sangat tinggi, yang selama ini masih menyendiri, banyak pemuda yang ikut tawuran, pemuda masjid dan lain-lain. Di lingkungan sekolah yang masih muda. Apalagi dengan latihan ekstrakurikuler yang akan mengangkat isu-isu penjagaan masyarakat seperti pramuka, paskibra, polisi pengganti, kemampuan mempersiapkan diri. Dengan mengikuti kegiatan ini, remaja menunjukkan sikap loyal, tulus, penuh perhatian, penuh semangat, dan dapat diandalkan. Sikap dan amalan ini akan berubah menjadi kolumnis untuk usia yang lebih muda yang berkepribadian Bela Negara.

Secara bersama-sama agar kesadaran Bela Negara tetap berada dalam diri remaja, maka penting untuk memberikan arahan, dukungan, inspirasi, dan apresiasi dari Negara, namun juga dari wali, pengajar, dan daerah setempat. Banyak cara dilakukan dengan perbanyakan pembenahan mekanis yang disertai latihan-latihan dalam memenuhi kualitas Pancasila, sebagai daya tarik dalam menjaga negara. Anak-anak berusia dua puluh hingga tiga puluh tahun harus diberi ruang yang berlimpah untuk berkembang, karena mereka memiliki kemajuan dan imajinasi yang tak terduga dan menakjubkan.

Cara paling efektif untuk membangun perhatian menjaga negara dari era milenial, tidak dengan banyak hipotesis, hanya model-model, mengingat kepribadian era milenial yang seharusnya dicapai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi, lebih sederhana. untuk mendapatkan data yang berbeda.


Itulah artikel Bela Negara dari Qurratul Ain Adinda Sari, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur. Ingin artikel kamu masuk dalam media elektronik Nawala Karsa? Lihat caranya di Instagram kami!