Beranda » spam detection » Jepang Peringati 24 Tahun Insiden Serangan Gas Sarin Di Subway Tokyo

Jepang Peringati 24 Tahun Insiden Serangan Gas Sarin Di Subway Tokyo

TOKYO – Hari ini (RABU 20/3) Jepang memperingati 24 tahun insiden serangan gas saraf di stasiun bawah tanah Tokyo. Insiden tersebut setidaknya membunuh 13 orang dan membuat setidaknya 6.000 orang jatuh sakit.

Serangan tersebut dibawa oleh kultus Aum Shinrikyo pada tanggal 20 Maret 1995 saat jam sibuk atau rush hour di stasiun Tokyo Metro Kasumigaseki (Lin/Jalur Hibiya). Pada saat upacara peringatan di stasiun Kasumigaseki, kerabat korban maupun petugas operator Tokyo Metro mengheningkancipta sejenak pada pukul 8 pagi, waktu yang hampir sama dengan jam kejadian tersebut terjadi.

Terkait kejadian tersebut, sekitar 13 anggota Aum Shinrikyo beserta pemimpin sekte-nya Shoko Asahara, telah dieksekusi pada Juli 2018, sisanya dijatuhkan hukuman penjara. Buronan terakhir dari sekte tersebut berhasil ditangkap pada 2012.

Setelah Kejadian…

Video diatas merupakan rekaman Breaking News ANN mengenai serangan gas sarin Tokyo. Tontonlah dengan bijak, dan apabila anda tidak berani menonton jangan ditonton.

“Setelah eksekusi dilakukan, saya datang ke sini dengan perasaan yang berbeda dari sebelumnya,” ujar Shizue Takahashi, yang kehilangan suaminya Kazumasa Takahashi saat bekerja menjadi asisten kepala stasiun Tokyo Metro di Kasumigaseki, seperti yang kami lansir dari Mainichi. “Setengah tahun berlalu dan saya memikirkan konsekuensi hukuman mati yang lebih dalam,” tambahnya. Dalam rangka peringatan tersebut, operator Tokyo Metro memberikan rangkaian bunga di sejumlah stasiun yang terdampak, termasuk stasiun Kasumigaseki.

Stasiun Kasumigaseki sendiri berada di distrik perkantoran yang diisi oleh kantor pemerintahan maupun kementerian. Serangan saraf tersebut tersebut tersebar di lima gerbong kereta bawah tanah pada pagi hari dimana merupakan jam sibuk masuk kantor.

Shoko Asahara, pemimpin Kultus Aum Shinrikyo (Foto: BBC)

Shoko Asahara yang merupakan pemimpin kultus tersebut menginstruksikan hal tersebut untuk membuat kekacauan massal di stasiun. Ia memerintahkan seorang dokter medis senior, sejumlah fisikawan untuk membuat sekaligus membuang gas sarin tersebut di kereta yang tengah ramai penumpang, kemudian gas sarin dalam bentuk kotak dus tersebut ditusuk dengan ujung payung yang diasah, sebelum keluar dari stasiun yang telah ditentukan sebelumnya.

Kultus Yang Bubar, dan Gas Sarin

Gas saraf, merupakan gas yang sangat beracun sehingga setetes saja dapat membunuh seseorang, gas tersebut menguap pada menit-menit berikutnya ketika ribuan penumpang tanpa sadar naik turun dari setiap kereta. Staf dan penumpang termasuk di antara yang tewas. Banyak dari mereka yang sakit hanya menyadari apa yang terjadi ketika gejala mereka memburuk sepanjang hari dan siaran berita mulai menyatukan berbagai peristiwa.

Aum tidak pernah secara resmi dibubarkan. Kelompok itu bangkrut karena harus membayar sejumlah kerusakan besar-besaran yang terpaksa dilakukan untuk korban kejahatannya. Mantan anggota Aum Shinrikyo terus di bawah pengelompokan yang berbeda dengan nama baru, seperti Aleph.

Dengan semakin dekatnya perhelatan olahraga Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, Jepang tengah mengupayakan sejumlah cara agar memperkuat keamanan sistem transportasi perkeretaapian negara tersebut. Maka dari itu, awal bulan ini Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang tengah melakukan percobaan di stasiun Kasumigaseki dengan alat pemindai tubuh untuk memeriksa apakah alat tersebut dapat dengan jitu mendeteksi bahan berbahaya jika penumpang mencoba membawanya secara diam-diam ke kereta.

Kementerian berharap agar perangkat tersebut dapat meningkatkan keselamatan tanpa mempengaruhi pelayanan penumpang di stasiun.

Loading...