Analisa Perbedaan Dukungan Kepada Ukraina Daripada Konflik Lain

Perbedaan Dukungan untuk Ukraina
EDIT: Nawala Karsa

Saat ini, Ukraina mendapatkan dukungan yang besar dari negara-negara barat khususnya Eropa dalam konflik mereka dengan Rusia. Hal ini tentu sangat berbeda apabila kita melihat konflik di negara-negara non Eropa. Seperti konflik Israel-Palestina, Kudeta di Burkina Faso, konflik di Afghanistan, dan masih banyak yang lainnya.

Maka kami akan mencoba untuk menganalisa perbedaan dari besarnya dukungan masyarakat barat antara untuk Ukraina dan untuk negara-negara non Eropa. Perlu juga kami klarifikasi bahwa artikel ini tidak dibuat untuk mendiskreditkan perjuangan dari Ukraina dalam melawan invasi oleh Rusia.

Namun adalah untuk mencari tahu bahwa terdapat beberapa faktor dalam keputusan suatu negara/bangsa untuk membantu negara/bangsa yang lainnya.

Kurangnya Diplomasi

Kurangnya Diplomasi Rusia
Gambar: Reuters

Hal yang menyebabkan terjadinya Konflik di Ukraina adalah karena invasi yang Rusia lakukan pada (24/2).

Dengan tidak adanya alasan yang kuat untuk Rusia melakukan invasi tersebut, maka mudah bagi negara-negara untuk mengutuk Rusia dan membela Ukraina.

Berbeda dengan konflik di Israel-Palestina, yang berakar dari keputusan sepihak Inggris beserta sekutu untuk memberikan wilayah Israel-Palestina kepada para pendiri negara Israel melalui deklarasi Balfour.

Dalam Perang Dunia kedua bangsa yahudi mengalami genosida dan diskriminasi. Maka pada saat itu terdapat pandangan sangat pro terhadap adanya sebuah negara yahudi.

Begitu juga dengan konflik di Afghanistan, di mana berawal dari tragedi 9/11 yang membuat Amerika Serikat mendeklarasikan “perang terhadap teror” ke Afghanistan.

Walaupun melakukan serangan secara sepihak kepada pemerintahan suatu negara, Amerika Serikat tidak mendapatkan sanksi dari negara-negara lain.

Hal ini menunjukkan bahwa Rusia gagal dalam meyakinkan negara-negara serta masyarakat internasional bahwa apa yang mereka lakukan memiliki justifikasi yang jelas.

Kurangnya diplomasi Rusia membuka kesempatan bagi Ukraina untuk secara penuh berdiplomasi bahwa mereka memiliki justifikasi untuk mendapatkan simpati dan bantuan dari negara-negara.

Perbedaan Kekuatan Kubu

Perbedaan Kubu
Gambar: Ingram Pinn

Berhubungan dengan poin yang pertama, skala kekuatan dari kubu juga mempengaruhi dukungan dari Ukraina adalah posisi mereka dalam kedua kubu yang ada.

Walau memang tidak resmi dan juga secara dinamis bisa berganti sesuai dengan hal apa yang menjadi fokusnya. Di mana kubu internasional selama ini terbagi menjadi 3 golongan.

Pertama yaitu kubu Barat yang terdiri dari Amerika Serikat dan sekutu yang berasal dari NATO dan negara-negara barat. Yang secara mayoritasnya merupakan negara-negara maju.

Kedua adalah kubu yang menentang kubu barat (blok oposisi). Yang secara utama terdiri dari Rusia, Tiongkok, Iran, serta negara-negara yang bergantung terhadap kedua negara tersebut.

Dan yang terakhir adalah negara-negara yang mencoba untuk netral.

Pemerintah Ukraina mendorong untuk mendapat dukugan blok barat untuk mendapat perlindungan dari negara blok oposisi yaitu Rusia.

Dukungan juga mudah untuk didapat karena mayoritas merupakan negara demokrasi sehingga suara rakyat mereka mudah untuk menyebar ke masyarakat lain, bahkan meraih simpat dari rakyat blok oposisi.

Berbeda dengan blok oposisi yang tergambarkan sebagai negara-negara yang otoriter, sehingga kurang mendapat dukungan dari masyarakat internasional.

Berbeda dengan konflik-konflik lainnya di mana penyebab utama merupakan dari blok Barat. Karena blok mereka kuat, maka sanksi pun tidak diberikan.

Kesamaan Identitas dan Ras

Kesamaan Identitas dan Ras
Gambar: Associated Press

Dan poin ketiga dan terakhir adalah kesamaannya identitas dan ras.

Ukraina secara mayoritas memiliki penduduk dari bangsa slavia, merupakan kelompok yang tergolong dalam ras putih dan orang Eropa, serta bagian dari “peradaban barat”.

Maka tentu dengan adanya kesamaan ini, mereka lebih mudah untuk mendapatkan dukunga dari negara-negara maju yang secara mayoritas masuk ke dalam karakteristik yang disebutkan sebelumnya.

Berbeda dengan konflik lain khususnya yang terjadi di negara non-Eropa.

Dengan terjadinya tragedi 9/11 maka secara permanen orang muslim dan masyarakat Timur Tengah mendapatkan stigma yang buruk dan terpandang sebagai teroris.

Untuk di Afrika, masih terdapat pandangan bahwa di sana berisi oleh negara-negara yang miskin dan korup sehingga kurang mendapatkan simpati dari masyarakat internasional.

Dan terjadinya pandemi COVID-19 dan gambaran China sebagai negara antagonis secara keseluruhan meningkatkan kebencian terhadap orang asia.


Artikel ini merupakan bagian dari Laporan Spesial “Invasi Rusia di Ukraina” garapan redaksi Nawala Karsa.