Benarkah Biaya Hidup di Jepang Serba Mahal? Coba Pikirkan Kembali!

Sebenarnya tidak hanya di Jepang saja, hidup dimanapun juga akan butuh biaya. Namun, kalau bisa hidup di Jepang adalah impian bagi beberapa orang

Ⓒクール教信者・双葉社/ドラゴン生活向上委員会

Mengutip dari artikel dari situs AtHome, Pada Desember 2021 yang lalu, Mereka melakukan survey mengenai biaya hidup di Jepang. Tidak bisa kami pungkiri kalau mungkin beberapa dari NawaReaders bahkan dari kami sendiri ingin hidup Jepang.

Namun, faktanya saat ini hal tersebut masih sebuah mimpi belaka, karena memang banyak juga yang harus jadi pertimbangan.

Salah satu hal tersebut tentunya biaya hidup di Jepang sana yang bisa jadi sangat berbeda daripada di Indonesia.

Agar tidak terlalu lama, mari kita simak apa kata orang yang pernah berurusan dengan biaya hidup di sana.

Biaya Hidup Untuk Tinggal Sendiri di Jepang

Ⓒクール教信者・双葉社/ドラゴン生活向上委員会

Di Jepang, barangkali dari pembaca biasanya akan menghabiskan banyak uang bahkan sebelum menghabiskan hari pertamamu di apartemen.

Selain departemen keamanan, ada reikin, atau “uang kunci”, satu kali uang tip yang tidak dapat kembal saat membayar kepada pemilik rumah sebelum pindah.

Meskipun tidak selalu penting, reikin cukup umum, dan biasanya biayanya setara dengan satu atau dua bulan menyewa.

Selain itu, sebagian besar apartemen Jepang sama sekali tidak berperabotan.

Selain furnitur, gorden, dan kulkas, kamu mungkin perlu membeli mesin cuci (gedung apartemen Jepang tidak pernah memiliki fasilitas binatu bersama, dan binatu koin menjadi semakin langka di Jepang).

Kompor masak dan lampu tidak standar, mungkin perlu kamu beli apabila membutuhkan, dan beberapa apartemen juga tidak memiliki unit pemanas/AC, jadi memasangnya bisa menjadi biaya lain.

Apabila kita tambahkan semuanya, dan 229 responden untuk bagian survei tersebut membayar rata-rata ¥359.908 (Sekitar RP.40.000.000) untuk biaya pindah saja.

Uang Sewa Bulanan yang Beragam

Tentunya, di bagian ini sangatlah relatif dan berbeda-beda, tergantung di mana tempat tinggal dan seberapa besar tempat yang teringinkan.

Namun, 377 responden untuk pertanyaan ini membayar rata-rata ¥54.642 (Sekitar Rp.6.150.000) untuk sewa bulanan mereka.

Ada catatan kalau responden ini bukan berarti hidup di lingkungan yang kumuh atau tidak layak huni.

Seorang wanita melaporkan membayar ¥50.000 per bulan untuk sebuah apartemen di Shimokitazawa, salah satu kawasan di Tokyo, dan bahkan responden yang tinggal di sepanjang jalur kereta Yamanote yang menandai pusat kota Tokyo dapat menemukan apartemen seharga ¥90.000 atau kurang.

Jadi kurang lebihnya untuk tinggal di Jepang sana, uang yang perlu kita siapkan berkisar ¥50.000~90.000 atau maksimalnya kurang lebih Rp.10.000.000. Tentunya tergantung preferensi tempat tinggal pilihan kita.

Harga Pendukung Rumah Tangga Umum

Tidak mungkin semua hidup tanpa ada internet, listrik, air, dan lain sebagainya untuk mendukung hidup, bukan? Apalagi mungkin beberapa dari NawaReaders ada yang benar-benar membutuhkan internet yang stabil dan ruangan yang butuh AC.

Mari kita lihat kira-kira biaya hidup untuk penunjang di Jepang sana seperti apa.

Dalam survei di situs AtHome, memang tertulis secara terpisah, namun berikut adalah ringkasan secara terpisah, dengan jumlah responden berkisar antara 302 hingga 324, dan rata-rata bulanan adalah:

  • Listrik: ¥3.836 (Sekitar Rp.430.000)
  • Gas, LPG: ¥3.674 (Sekitar Rp.413.000)
  • Air: ¥2.194 (Sekitar Rp.250.000)
  • Internet: ¥4.170 (Sekitar Rp.470.000)
  • Total: ¥13.874 (Sekitar Rp.1.560.000).

Ada sedikit catatan, 17 persen responden mengatakan mereka tinggal di apartemen di mana layanan Internet sudah tersedia tanpa biaya tambahan sebagai bagian dari sewa bulanan mereka, sehingga biaya bulanan rata-rata bagi mereka yang membayar layanan Internet akan lebih tinggi dari ¥4.170 (Rp.470.000).

Biaya Makanan Sehari-hari

Biaya Hidup Jepang

Data menjadi sedikit rumit untuk pengeluaran makanan, karena faktor utamanya adalah seberapa sering Anda makan di luar.

Meskipun Jepang memiliki beberapa penawaran menarik untuk makanan yang dibawa pulang dan dikemas sebelumnya. Memasak sendiri seringkali masih merupakan cara yang paling efektif untuk mengisi perut tanpa merogoh kocek dompet NawaReaders.

Terutama jika dari kamu tidak tinggal dalam jarak berjalan kaki dari beberapa supermarket, dimana kamu dapat mengumpulkan makanan tanpa memasak dari lauk apa pun yang memiliki stiker diskon setengah harga.

Terbagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan seberapa sering mereka memasak untuk diri mereka sendiri, berikut pengeluaran makanan bulanan 366 responden adalah:

  • Memasak sendiri setiap hari (45 persen responden): ¥20.880 (Sekitar Rp.2.350.000)
  • Saya memasak setengah dari makanan saya sendiri (27 persen): ¥26.505 (Sekitar Rp.2.980.000)
  • Terkadang saya memasak sendiri (15 persen): ¥32.241 (Sekitar Rp.3.620.000)
  • Tidak pernah memasak sendiri (12 persen): ¥37.846 (Sekitar Rp.4.250.000)

Rata-rata di semua tanggapan itu berkisar ¥29.363 (Sekitar Rp.3.300.000) sebulan. Namun, perlu menjadi catatan semua tergantung gaya hidup dan selera masing-masing.

Kira-kira Berapa Total Keseluruhan Biaya Hidup?

Biaya Hidup Jepang

Setelah melihat rata-rata keseluruhan berikut adalah rincian total di bawah:

  • Biaya pindah: ¥359.908 
  • Sewa bulanan: ¥54.642 
  • Listrik: ¥3.836 
  • Gas: ¥3.674 
  • Air: ¥2.194 
  • Internet: ¥4.170 
  • Makanan: ¥29.363 

Dengan pindahnya sendiri rata-rata ¥359.908 (Sekitar RP.40.000.000), Jadi total pengeluaran bulanan adalah ¥97.879 yen (Sekitar Rp.11.000.000) sebulan!

Wow, jadi kurang lebihnya seperti itu ya NawaReaders, di bulan pertama saja kita sudah harus menarik dana sekitar Rp.51.000.000 Juta!

Namun, kami sendiri kurang tahu apakah biaya hidup di sini sudah mencakup pajak yang ada di Jepang sana. Dengar-dengar sih pajak di Jepang sana cukup tinggi 20~40% tergantung gaji pertahun, untuk lebih detailnya bisa ke tautan berikut ini.

Sebenarnya perhitungan ini masih menggunakan kurs yen ke rupiah. Kami sendiri juga tidak benar-benar bisa mendefiniskan apakah biaya hidup di Jepang sana terhitung mahal ataukah murah, tapi semua akan kembali ke individu masing-masing.

Bagaiamana NawaReaders tertarik untuk tinggal di Jepang? Boleh banget kok untuk sampaikan pendapat kalian di media sosial kami!

Baca juga artikel rekomendasi kami tentang Meminang waifu di dunia nyata yang mempengaruhi mental pemiliknya?