Anak SMP Terserang Stroke Lantaran Bermain Gim Sebulan Penuh

Seno Triadi
Anak Bermain Gim Game Stroke
Foto: Liaoning Broadcast System

Seorang anak SMP asal Nanning, China, dikabarkan terserang stroke setelah bermain gim selama sebulan penuh imbas pembatasan sosial di China. Sumber berita dari Liaoning TV memberitakan bahwa anak tersebut diketahui mengurung diri selama sebulan penuh dan hanya tidur dua jam sehari, yang memperburuk serangan tersebut.

Kebanyakan Bermain Gim, anak SMP Terserang Stroke!

https://www.youtube.com/watch?v=O9L2BOWlevI&feature=emb_title

Bocah berusia 15 tahun dari Nanning, China dilarikan ke rumah sakit terdekat Maret lalu setelah dilaporkan pingsan di rumahnya. Dikabarkan, menurut berita lokal, Ia menderita stroke pada tangan kiri setelah menghabiskan ngegame selama sebulan penuh, hanya istirahat dua jam kala malam.

Berita tersebut dilaporkan oleh Liaoning TV, Tiongkok, dan diinterpretasikan kembali oleh Oddity Central, kemudian dilaporkan di Livedoor News, Jepang.

Anak yang hanya diketahui bernama Xiao Bin adalah siswa SMP kelas IX, yang mengisolasi diri sejak Februari kala CoVID-19 berlangsung. Ia, layaknya bocah seumurannya, melakukan isolasi diri bersama keluarga kala pandemi berlangsung. 

Sebelum Terserang Stroke, Anak SMP Hanya Dapat Tidur 2 Jam Sehari

Di kala kedua orang tuanya bawa anak SMP tersebut ke dokter, diketahui bahwa Ia menghabiskan waktunya bermain gim di ponselnya siang malam. Xiao Bin diketahui tidak menghadiri kelas daring di kala lockdown berlangsung di seantero China, dan buang-buang waktu untuk ngegame di rumahnya, yang menyebabkan stroke di tangan kirinya

Kepada media lokal, ibunya mengaku bahwa Ia kebiasaan menutup dirinya dengan mengunci pintu serta jendela kamarnya.

“Saya melihat Dia ngobrol dengan teman-temannya secara online, tetapi mengeluhkan tidak mendapatkan tidur yang cukup dan cuma bisa istirahat 2 jam sehari,” tuturnya.

Kehidupan Tidak Aktif Menunjang Serangan Stroke

anak terserang stroke

Sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat, Xiaobin ditemukan tidak sadarkan diri oleh orang tuanya. Penyakit stroke telah diketahui setelah pihak rumah sakit memindai Xiaobin via CT Scan. Oleh dokter spesialis otak dari rumah sakit tersebut, kondisinya tidak biasa dari anak-anak pada umumnya, yang lebih cenderung disebabkan gaya hidup sedenter yang dilakukannya selama satu bulan tersebut.

“Penyebab utamanya adalah Ia tidak tidur secara teratur dan pola makan yang salah imbas dia dirumahkan dari sekolah.

Orang tuanya malah membiarkan anak tersebut melakukan hobinya ketimbang melakukan hal produktif.

Stroke otak terjadi karena kekurangan nutrisi dan tidur, yang berefek sangat kepada jumlah pasokan darah dan oksigen dalam tubuh,” kata Dokter Li, spesialis otak di rumah sakit tersebut. 

Diketahui, Xiaobin kini menjalani perawatan dan rehabilitasi di rumah sakit Jiangbin Maret lalu. Namun dokter tidak dapat pastikan apakah akan sembuh secara keseluruhan. Dibutuhkan waktu lama untuk memulihkan kondisi tangan kirinya yang terkena stroke.