Setelah sempat ditunda pembukaannya karena penyebaran COVID-19 di Jepang, akhirnya Kadokawa Musashino Museum yang didirikan oleh penerbitan Kadokawa akan dibuka pada hari Jumat (6/11).

Perusahaan Kadokawa Membuka Kadokawa Musashino Museum

Museum yang memiliki nama lain Kadokawa Culture Museum ini juga menjadi salah satu tempat anime pilgrimage atau spot khusus untuk para penggemar anime yang tidak boleh dilewatkan. Kadokawa Musashino Museum adalah sebuah museum yang akan menampilkan berbagai karya dari penerbit Kadokawa. Mulai dari manga, novel ringan, hingga setiap anime yang dirilis oleh Kadokawa Pictures, cabang dari penerbitannya.

Museum ini bertempat di Tokorozawa Sakura Town, yaitu sebuah distrik hiburan, bisnis, dan budaya di kawasan Prefektur Saitama, Jepang.

Sesaat sebelum museum ini dibuka untuk umum, pihak Kadokawa telah membocorkan sedikit mengenai apa saja fasilitas yang terdapat di sana. Gedung yang memiliki lima lantai tersebut akan memiliki sejumlah atraksi yang menarik untuk para penggemar budaya populer Jepang, seperti Bookshelf Theater yang memiliki dua lantai, Galeri Musashino dan Musashino Corridor, Edit Town.

Selain tiga tempat tersebut, masih ada juga sebuah perpustakaan yang memuat manga dan novel ringan, area EJ Anime Museum, sebuah restoran atau kafe, dan masih banyak fasilitas lainnya. Jadi, para pengunjung tidak hanya dapat melihat buku, manga, atau novel ringan saja. Ada juga banyak pameran menarik tentang anime yang dapat dilihat di sana.

Wah, kelihatan menarik, ya? Yuk, simak informasi di bawah ini untuk mencari tahu lebih lengkap tentang setiap fasilitas yang ada di Kadokawa Musashino Museum!

Edit Town

Kadokawa Musashino Museum
Area Edit Town. | Sumber: otaquest.com.

Sebuah bagian besar dalam Kadokawa Musashino Museum adalah sebuah area bernama Edit Town di lantai 4. Area Edit Town akan menjadi tempat dari berbagai fasilitas dalam museum ini, seperti Bookshelf Theater, Book Street, Edit & Art Gallery, dan juga Aramata Wonder Hidden Museum.

Sesuai dengan namanya, Book Street adalah sebuah area yang terdiri dari banyak buku. Terdapat 25.000 buku dalam area tersebut dan juga artboard serta sesuatu bernama “bookware”. “Bookware” ini dideskripsikan sebagai pakaian yang terbuat dari buku dan diciptakan oleh desainer Ryohei Kawanishi.

Edit & Art Gallery merupakan sebuah tempat pameran kesenian yang menampilkan karya dari banyak seniman. Pameran pertama yang berlangsung di tempat tersebut adalah sebuah pameran bertajuk “This Is Why I Want to Be Saved” dari Ken dan Julia Yonetani.

Sementara itu, Aramata Wonder Hidden Museum akan menampilkan karya-karya Hiroshi Aramata, penulis serial dark fantasy dan science fiction berjudul Teito Monogatari. Nantinya, karya Aramata juga akan ditampilkan dalam pameran spesial sementara bertajuk “Hiroshi Aramata’s Yokai Fushimaden 2020” atau “Yokai Pandemonium”, yaitu sebuah pameran yang menampilkan yokai atau hantu dari Jepang.

Bookshelf Theater di Kadokawa Musashino Museum

Kadokawa Musashino Museum
Bookshelf Theater. | Sumber: re-how.net.

Salah satu fasilitas yang menjadi highlight dari museum ini adalah Bookshelf Theater. Bookshelf Theater merupakan sebuah area perpustakaan yang sangat besar dan dipenuhi buku dengan dua lantai. Dilansir dari Kadokawa, terdapat setidaknya 30.000 buku di dalam area perpustakaan tersebut.

Buku-buku yang ada di dalam Bookshelf Theater merupakan pemberian dari banyak orang. Ada buku-buku yang diberikan oleh pendiri Kadokawa, Genyoshi Kadokawa, dan ada juga buku-buku yang diberikan oleh para akademisi, seperti sejarawan Rizo Takeuchi, peneliti Shuzen Hokama, dan kritikus sastra Kenkichi Yamamoto. Sisanya diberikan dari orang-orang yang dikatakan telah memiliki hubungan dekat dengan Kadokawa sejak penerbitan tersebut berdiri.

Area Bookshelf Theater ini juga merefleksikan sejarah Kadokawa sejak pertama kali berdiri. Sebelum merambah dalam ranah produksi anime melalui studio animasi Kadokawa Pictures, Kadokawa berdiri sebagai sebuah penerbitan yang menerbitkan buku-buku mengenai sejarah nasional dan sastra Jepang. Buku-buku yang ada di dalam perpustakaan ini menandai pencapaian Kadokawa sebagai salah satu penerbitan ternama di Jepang.

EJ Anime Museum

Setelah melihat sejarah Kadokawa sebagai penerbitan buku, saatnya melihat area pameran anime dari Kadokawa di area EJ Anime Museum. Area ini berada di lantai tiga dari Kadokawa Musashino Museum.

Pameran pertama yang akan berlangsung di area ini adalah Newtype 35th Anniversary Anime Chronicle. Pameran ini bertujuan untuk merayakan ulang tahun majalah Newtype, sebuah majalah anime yang diproduksi secara bulanan oleh Penerbit Kadokawa. Newtype 35th Anniversary Anime Chronicle juga akan menampilkan berbagai anime yang telah dibahas dalam majalah Newtype sebelumnya.

Perpustakaan Manga dan Light Novel di Kadokawa Musashino Museum

museum anime kadokawa

Kadokawa Musashino Museum juga memiliki perpustakaan manga dan novel ringan, lho. Perpustakaan ini akan berada di lantai satu dan dua dari museum ini. Berbeda dengan fasilitas lainnya di atas, perpustakaan manga dan novel ringan Kadokawa telah dibuka pada 1 Agustus 2020 lalu.

Selain perpustakaan manga dan novel ringan, terdapat pula berbagai atraksi yang ada di lantai satu dan dua dari Kadokawa Musashino Museum. Di lantai pertama, ada galeri yang juga merupakan tempat pameran seni. Di lantai dua, ada kafe Kado yang siap melayani para pengunjung.

Di luar Kadokawa Musashino Museum, para pengunjung juga dapat menikmati atraksi lainnya yang terdapat di area Tokorozawa Sakura Town yang juga akan dibuka pada 6 November ini. Selain tempat belanja dan restoran, ada hotel anime EJ Anime Hotel di kawasan tersebut. Ada pula sebuah konbini atau minimarket yang menjual berbagai merchandise dari Kadokawa bernama New Yamazaki Daily Store.

Jadi, bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk mengunjungi Kadokawa Musashino Museum?

Contributor
Nawala Karsa NK Kurio