Yuk Ulik Kembali Manga dan Anime Destiny Child!

Pada tahun 2018 silam, game mobile besutan SHIFTUP, Destiny Child, mendapat adaptasi anime dan manga. Yuk, ulik kembali kisah Master!

Ibrahim Gustav Amany
Master di anime Destiny Child | ©SHIFTUP ©LIDENFILMS

Mendapat adaptasi anime, manga, dan rilis secara global, tahun 2018 silam adalah tahun yang istimewa untuk penggemar game gacha RPG asal Korea Selatan, Destiny Child.

Terkenal dengan desain karakter yang menawan, gameplay yang simpel namun memikat, dan cerita yang over the top.

Game hasil kolaborasi LINE dan SHIFTUP tersebut tetap memiliki pemain setia hingga saat ini.

Seperti apa adaptasi anime dan manga Destiny Child? Dan apakah kedua adaptasi tersebut berhasil memecah “kutukan” dari adaptasi game gacha? Yuk, simak artikel berikut!

Manga Destiny Child, Hanya 6 Chapter Saja!

Cover Manga Destiny Child
Potret Master dan Mona di sampul serial manga Destiny Child | FOTO: ©SHIFTUP ©Media Factory

Memulai serialisasi pada 27 Februari sampai 27 Juli 2018 di majalah seinen bulanan Comic Alive, ternyata adaptasi ini hanya berlangsung selama 6 chapter saja!

Otak di balik seri Destiny Child, Kim Hyung-Tae, turut terlibat dalam adaptasi ini dengan menulis cerita dan skenario.

Sementara itu, Yuuichi Hayashi (Non Non Biyori Koushiki Anthology, Re:Zero Koushiki Anthology) menggarap ilustrasinya.

Manga Destiny Child di Layar Loading Game
Volume 1 manga Destiny Child yang dapat anda baca di download screen | FOTO: ©SHIFTUP ©Media Factory

Manga ini mengadaptasi kisah Master setelah tinggal di bumi. Tujuannya? Untuk mengonsumsi anime dan manga, tentunya!

Naas, para Child tidak membiarkan Master untuk hanya diam menjadi wibu, manga ini mengajak pembaca untuk mengikuti kisah Master, Mona, dan para Child dalam perang Archfiend Contest di Tokyo.

Uniknya, manga ini juga dirilis di platform lain. Bukan di platform manga online juga bukan di toko buku online, manga ini dapat anda baca di layar loading dan download game-nya!

Bagaimana Dengan Anime-nya? Hanya 1 Episode!

Master Destiny Child
Potret Master yang sedang bingung | FOTO: ©SHIFTUP ©LIDENFILMS

Selain diadaptasi menjadi manga, Destiny Child juga mendapat adaptasi anime oleh studio Yumeta Company (Muv-Luv Alternative, Tokyo Mew Mew Mew).

Rilis sebagai sebuah original net animation alias ONA, keseluruhan anime Destiny Child hanya mendapat 1 episode berdurasi 26 menit saja!

Adaptasi anime ini kembali disuarai oleh seiyu papan atas dari game-nya. Seperti Yuuki Yonai sebagai Master, KENN sebagai Frey, Ami Koshimizu sebagai Mona, dan Chiaki Takahashi sebagai Demeter.

Adaptasi anime ini berfokus pada kisah seorang gadis bernama Yoko Tsukasa, teman kerja paruh waktu dari tokoh utama Destiny Child, Master, yang kini memiliki nama Osamu Togashi.

Anime ini memiliki struktur yang sama seperti adaptasi manga-nya, kisahnya tetap berfokus kepada kisah di balik para Child dan kisah mereka dengan Master.

Langkah yang bisa dinilai tepat, mengingat anime-nya hanya berdurasi 26 menit saja.

“Kutukan” Adaptasi Game Gacha

Master dan Yoko yang sedang duduk-duduk manis di tempat umum | FOTO: ©SHIFTUP ©LIDENFILMS

Mengingat durasinya yang sangat pendek dan kualitas adaptasinya yang tergolong “biasa saja”, Destiny Child tidak kebal dari “kutukan” adaptasi anime dan manga dari game gacha.

Adaptasi game gacha biasanya hanya digunakan sebagai alat promosi untuk mempromosikan game yang di adaptasi. Baik berbentuk serial, ONA, maupun OVA.

Hal tersebut mengakibatkan kualitas dari kebanyakan adaptasi game gacha terasa “biasa saja.”

Game Destiny Child memiliki lore yang kaya, penuh dengan karakter eksentrik, kisah utama yang menarik, dan dunia yang detail.

Kisah Master dan para Child sebenarnya sangat menarik untuk diikuti.

Sayangnya, mengingat kedua adaptasi ini hanya mengadaptasi sebagian kecil dari keseluruhan kisah game-nya, anime dan manga Destiny Child terasa hambar.

Tetapi mengingat kisah gamenya yang solid, Destiny Child bisa saja menjadi seri super populer bila mendapat adaptasi anime dan manga yang lebih baik lagi.

Destiny Child bukanlah satu-satunya adaptasi yang mendapat “kutukan” ini.

Adaptasi anime game gacha ternama Azur Lane pada musim gugur 2019 silam juga mendapat resepsi yang kurang positif.

Tentang Destiny Child

Destiny Child Mobage
FOTO : ©SHIFTUP

Destiny Child adalah game gacha RPG untuk Android dan iOS oleh studio SHIFTUP asal Korea Selatan.

Game ini dirilis pada 27 Oktober 2016 silam di Korea Selatan, pada 24 November 2017 silam di Jepang, dan 6 Desember 2018 di seluruh dunia.

Kim Hyung-Tae adalah sosok utama di balik game ini. Sebelumnya, Kim Hyung-Tae terkenal sebagai ilustrator untuk game War of Genesis, Magna Carta, dan Blade & Soul

Destiny Child berkisah tentang Master, seorang iblis yang memutuskan untuk kabur dan tinggal di dunia fana untuk menghindari perang Archfiend yang memperebutkan tahta Raja Iblis.

Naas, Master tetap harus berpartisipasi dalam perang tersebut, namun dia tidak sendiri. Master ditemani oleh para Child, jiwa-jiwa yang mengabdikan diri kepada Master.

Game ini terkenal dengan desain karakternya yang “tidak proporsional”, musik yang catchy, dan gameplay yang adiktif.

Saat artikel ini ditulis, Destiny Child telah diunduh lebih dari 1 juta kali di Google Play Store. Untuk lebih lengkapnya, NawaReaders dapat membaca ulasan berikut ini!