Beranda » Bus & Kereta » Bayar MRT Bisa Pakai OVO, Link Aja, Dana, dan Gopay di Tahun 2020

Bayar MRT Bisa Pakai OVO, Link Aja, Dana, dan Gopay di Tahun 2020

Kini, masyarakat sama sekali tidak kesulitan jika ingin menggunakan sejumlah sarana transportasi umum. Pasalnya, pemerintah telah banyak memberikan kemudahan bagi para komuter agar tidak kesulitan mengakses halte atau stasiun dan tidak kesulitan pula membayar ongkos perjalanan dengan transportasi umum. Begitu pula yang akan terlaksana di sistem MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta.

Rencananya, pada awal Januari 2020 nanti, para pengguna MRT bisa bayar ongkos perjalanan melalui pembayaran mobile dengan memindai kode QR yang terintegrasi lewat aplikasi MRT Jakarta. Kode QR tersebut akan digunakan pada pintu masuk dan keluar di tiap stasiun MRT.

Dalam memilih mitra provider tersebut, beberapa waktu lalu pihak MRT sendiri telah menyelenggarakan seleksi mitra penyedia kode QR atau bisa dibilang pula sebagai beauty contest. Melalui seleksi tersebut, sudah ada tiga provider terpilih yang menjadi mitra MRT dalam pembayaran mobile, yaitu OVO, Dana, dan LinkAja. Pihak MRT juga masih menunggu kerjasama dari Gopay.

“So far, sudah ada tiga, satu lagi masih kita tunggu,” ungkap William Syahbandar, Direktur Utama MRT, pada hari Kamis kemarin (31/10), seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Mengenai prosesnya, saat ini pihak MRT tengah menyiapkan fasilitas kode QR yang akan digunakan pada platform Gopay, OVO, Dana, hingga LinkAja. Sosialisasi untuk publik akan dilaksanakan pada Desember tahun ini.

Pihak MRT juga berharap agar dengan adanya fasilitas ini, masyarakat jadi terbantu dan mudah membayar ongkos perjalanan mereka. “Adapun ini instrumen alternatif, mempermudah, memberikan opsi kepada pelanggan dalam kemudahan,” ujar William lagi.

Sebelumnya, proses seleksi mitra penyedia layanan sistem pemindaian kode QR ini sempat disorot oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Ada kecurigaan bahwa pemenang seleksi yang akan menjadi mitra MRT berpotensi dapat memonopoli.

Namun, William menyanggah pernyataan tersebut. “Semua pihak yang berminat diundang untuk mengikuti lelang,” kata William, “Sudah ada tiga provider dan (satu) menuju proses mitra (Gopay). Ini sudah dijelaskan MRT ke KPPU. Prinsipnya KPPU tidak masalah.”

Sejauh ini, tanggapan warganet Indonesia terkait kabar bayar MRT menggunakan aplikasi ini sangat baik. Ada yang berkomentar bahwa sistemnya sudah seperti di luar negeri, bahkan ada juga yang mengusulkan salah satu dari para provider tersebut menawarkan promo cashback bagi para komuter. Bagaimana dengan kamu? Jangan lupa komentar di bawah, ya!

 


Hai, NawaReaders dan OtaCool! Jangan lupa untuk akses terus Nawala Karsa untuk informasi pop kultur dan teknologi terkini, serta Indonesian Otaku untuk dosis harian wibu kalian!

Loading...