Broadcasted by Galau Jikan FM

Jejak Digital Penikam Salman Rushdie Mulai Terungkap

Setelah ditangkap akibat aksi penikamannya terhadap penulis Salman Rushdie, jejak digital Hadi Matar mulai terungkap

Muhammad Dzauhar Azani
Hadi Matar
Sosok Hadi Matar (Dilingkari), penikam Salman Rushdie | FOTO: The Indian Express | EDIT: M. Dzauhar Azani

Kepolisian New York mengumumkan bahwa pria bernama Hadi Matar, menjadi tersangka atas aksi penikaman yang dilakukannya terhadap Salman Rushdie pada (12/8) waktu setempat.

Pria 24 tahun tersebut, menurut CNBC, telah menikam sebanyak 15 kali penulis novel kontroversial The Satanic Verses tersebut yang saat itu tengah mengisi sebuah acara di Chautauqua Institution, New York.

Meskipun sampai saat ini belum jelas motifnya, FBI telah mengungkap jejak digital  Hadi yang menimbulkan dugaan adanya suatu keterkaitan atas aksi penikaman tersebut.

Konten Media Sosial Pelaku Penuh Simpati Terhadap Iran

Setelah penangkapan di lokasi kejadian, FBI langsung melakukan penggeledahan terhadap rumah Hadi yang berada di Fairview, New Jersey, serta menelusuri jejak digitalnya di media sosial.

Pada media sosial pribadi Hadi, FBI menemukan unggahan yang menyiratkan simpati terhadap Korps Pengawal Revolusi Iran atau IRGC.

Unggahan tersebut ialah berupa foto Mayor Jenderal Qasem Soleimani, perwira senior IRGC yang tewas akibat serangan pesawat tanpa awak militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2020 lalu.

Diduga Memenuhi Fatwa dan Sayembara Khomeini

Dari jejak tersebut terhadap aksi yang dilakukannya, terdapat dugaan bahwa Hadi Matar hendak melaksanakan fatwa dan sayembara Iran terhadap Salman Rushdie.

Sekitar tahun 1988, menurut BBC, Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Khomeini, pernah mengeluarkan fatwa hukuman mati terhadap Salman serta para penerbit novel The Satanic Verses.

Karena dua karakter perempuan penghibur pada novel tersebut, namanya seperti nama-nama istri Nabi Muhammad SAW, sehingga menimbulkan kesan telah menistakan agama Islam.

Berangkat dari fatwa tersebut, menurut kantor berita ISNA, sebuah yayasan Iran bernama 15 Khordad Foundation bahkan memberi sayembara hadiah 3.3 juta USD bagi siapapun yang bisa membunuh Salman.

Kondisi Terkini Salman Rushdie Pasca Ditikam

Walaupun belum ada bukti konkrit yang dapat menguatkan dugaan tersebut, aksi yang dilakukan Hadi telah membuat kondisi yang fatal pada Salman.

Menurut Andrew Willy, agensi buku Salman, seperti yang dilansir dari Reuters, Salman mengalami kerusakan pada hati, saraf lengan yang putus.

Tak hanya itu, agensi tersebut mengungkapkan bahwa adanya kemungkinan bahwa Rushdie terancam buta akbiat kehilangan sebelah matanya.

Saat ini, penulis asal India yang berusia 75 tahun tersebut, tengah dalam perawatan intensif di rumah sakit setempat, dan harus menggunakan kapiler untuk sementara waktu.


Terima kasih telah membaca artikel Nawala Karsa. Artikel ini kami buat sepenuh hati untuk para pembaca, termasuk kamu!

Dukung Nawala Karsa sebagai media berita independen dan terpercaya kamu dengan memberikan tip melalui Sociabuzz Tribe milik Ayukawa Media. Untuk mengirimkan tip, kamu dapat membuka pranala berikut pranala berikut.