Sukses di pasar Indonesia, Viennetta akan ditarik dari toko-toko minimarket dan supermarket oleh Wall’s Indonesia. Meskipun terbilang mendapatkan respon positif oleh netizen dan konsumer, digosipkan penjualan es krim tersebut akan dihentikan untuk sementara waktu. Benarkah penimbunan merupakan salah satu faktor Viennetta ditarik dari peredaran?

Wall’s Viennetta terancam ditarik dari Indonesia?

viennetta ditarik message

Melalui postingan dari media sosial Instagram-nya, Wall’s Indonesia memuat tiga gambar berisikan ucapan terima kasih kepada pelanggannya. Sebuah gambar kedua merupakan ungkapan terima kasih kepada pembeli yang membeli es krim legendaris ke tengah pasar Indonesia. Wall’s menanggapi beberapa konsumen tidak mendapati produk tersebut, meskipun telah mendapat respon positif dari netizen.

Namun, jika menyimak tulisan dari pihak Wall’s, mereka mengakhiri surat tersebut dengan “It’s see you again, not a goodbye (Bukan selamat tinggal, tetapi sampai jumpa lagi)”. Entah apakah maksud dari kalimat tersebut, banyak netizen menduga Vienetta tidak akan dijual lagi lantaran diproduksi dalam kuantitas terbatas.

Viennetta yang beredar di Indonesia memang diproduksi dan impor dari Unilever cabang Turki, di bawah label Algida. Pemantauan dari situs Algida Turki memang pabrik tersebut memproduksi varian coklat tersebut, begitu juga dengan rasa-rasa lainnya seperti hazelnut, mint dan lain sebagainya.

Terjadi insiden penimbunan menyebabkan Viennetta ditarik?

viennetta ditarik pantauan netizen

Belum lama ini, Viennetta mengalami stok menipis di beberapa kota di Indonesia. Tersebut viral sebuah postingan media sosial yang menemukan sejumlah Viennetta di bagian bawah kulkas es krim terbesar di Indonesia tersebut. Belum jelas persis di minimarket mana Ia mendapatkan es krim yang sempat beredar di tahun 90an tersebut. Namun, menurut pengunggah video tersebut, Ia menduga beberapa hal yang mencurigai penimbunan dilakukan pegawai toko tersebut.

Pada toko pertama yang Ia kunjungi, yaitu Alfamidi, Ia menemukan es krimnya di dasar freezer dan tidak dibubuhi stiker harga. Ketika menanyakan jika barang tersebut dijual atau tidak, karyawan toko tidak membolehkan pembeli tersebut lantaran es krim itu sudah ada yang titip dari teman satu tokonya.

Kejadian ini berulang ketika di Indomaret Plus sama persis, hingga Ia mengunjungi Alfamart di hari berikutnya dan dapat membelinya, meskipun Viennetta disana hanya tersisa satu barang. Dari situ, Ia menyimpulkan bahwa ada “konspirasi” kecurangan di antara karyawan toko dengan motif untuk mendapatkan es krim berharga Rp. 50.000,- tersebut.

Pihak franchise waralaba: “Akan kami tindak tegas!”

Dilansir dari Kompas, pihak resmi Indomaret mengatakan bahwa mereka tidak melakukan penimbunan barang seperti es krim. Mereka menanggap video viral tersebut bahwa memang benar sebuah barang dijual tidak memiliki struk di produknya tidak dapat dibeli konsumen. Pihak Indomaret akan menindak tegas dan berikan sanksi menurut ketentuan peraturan perusahaan yang berlaku apabila ada kecurangan.

Di pihak lain, Alfamart menyebut tidak memiliki anjuran untuk menyembunyikan produk di rak pajang. Mereka mengakui beberapa cabang tokonya melaporkan kekosongan stok Vienetta sehingga sulit dijangkau masyarakat. Menurut Alfamart, praktik pengasingan produk hanya terjadi apabila stok dalam satu toko menipis dan pegawai toko wajib menginformasikannya melalui telepon atau WhatsApp.

Mereka akan beritahu pembeli bila produk sudah di-restock di toko tersebut atau langsung diantar ke alamat pembeli. Menanggapi video viral kecurigaan tersebut, pihaknya akan menindak karyawan yang terlibat dalam insiden tersebut dan dikenai sanksi berupa SP1 hingga SP3.

Viennetta, dirindu tetapi sukar dicari!

viennetta ditarik variant overseas

April awal lalu, rakyat Indonesia bersuka cita karena Wall’s Indonesia menjual kembali produk Viennetta setelah absen beberapa tahun. Berbeda dari bentuk yang terjual sebelumnya, produk yang terbilang tersier di mata anak-anak 90an dijual dengan harga Rp. 50.000,- per kotaknya. Produk ini bisa dibeli di beberapa supermarket dan waralaba minimarket Alfamidi dan Indomaret Plus, walau stok yang didatangkan dari pabriknya di Turki terbatas.

Variasi yang didapat Indonesia adalah paduan rasa cokat dengan vanila dan dirumorkan memakai coklat dari Belgia. Di lain tempat, tepatnya di Malaysia, tersedia juga dalam variasi dua rasa, yaitu coklat-vanila dan coklat mint, yang hanya dijual terbatas pada supermarket Ben’s Independent Grocer, Mutiara Damansara, Kuala Lumpur. Sedangkan varian unik lainnya diproduksi oleh pabrik Morinaga, Jepang, dengan ukuran 530ml dan dijual dalam bentuk cangkir, berukuran 184ml.

Nawala Karsa NK Kurio