Pada Jumat lalu (6/11), akun resmi Twitter dari brand penyedap rasa Sasa mengunggah sebuah video berisi iklan terbaru dari produk-produk mereka dalam animasi anime!

Sasa Bikin Iklan Anime Lagi

Sama seperti sebelumnya, iklan Sasa masih berformat anime. Kali ini, Sasa berkolaborasi dengan animator lokal, Harousel Works, untuk membuat iklan terbaru tersebut. Kalian bisa lihat sendiri iklan anime baru dari Sasa dibawah ini.

Siapa Harousel Works?

Harousel Works merupakan salah satu animator lokal dari Indonesia. Ia memiliki kanal YouTube sendiri dan sudah memiliki karya animasi yang viral. Salah satunya adalah video animasi yang menampilkan proses penyajian semangkuk bubur ayam tradisional oleh pedagang bubur kaki lima yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia.

Kerja samanya dengan Sasa membuat gaya animasi dari iklan ini menuai banyak pujian dari penonton dan warganet. Banyak yang berpendapat bahwa gaya animasi dalam iklan tersebut mirip dengan gaya animasi khas studio Ghibli. Beberapa komentar lainnya dari unggahan tersebut mengungkapkan rasa bangga mereka terhadap animator lokal dan berharap agar animator lokal semakin diperhatikan.

Keluhan dari Warganet

Meskipun banyak warganet yang berpendapat bahwa iklan anime terbaru dari Sasa ini sangat menarik, ada juga yang beranggapan bahwa iklan anime ini masih terasa kurang. Menurut beberapa warganet yang berkomentar di bawah unggahan tersebut, hal-hal yang menjadi kekurangan dalam iklan ini adalah dalam hal dubbing dan juga kesalahan lokasi.

Dalam hal dubbing, jika penonton melihat iklan tersebut, penonton bisa merasa bahwa suara dubbing atau sulih suara yang muncul dalam iklan tersebut terkesan tidak selalu sesuai dengan adegan yang ditayangkan. Kemudian, ada juga yang mengatakan bahwa kualitas dubbing dalam iklan tersebut juga terkesan kurang karena tidak menyesuaikan dengan aksen karakter dari asal tempat tinggalnya. Salah seorang warganet dengan akun @Alief45RI menyarankan bahwa suaranya harus disesuaikan dengan animasinya dan cocok dengan tokoh-tokoh animasinya.

Selain @Alief45RI, ada salah seorang warganet lainnya yang mengeluh karena kesalahan lokasi. Dalam iklan tersebut, Sasa menampilkan berbagai daerah di Indonesia, termasuk dengan ciri khasnya, seperti Monumen Tugu di Yogyakarta, Kafe Batavia di kawasan Kota Tua Jakarta, dan lain-lain. Salah satu ciri khas daerah yang ditampilkan di sana adalah Jam Gadang yang berada di kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Namun, alih-alih menampilkan nama kota tersebut, Jam Gadang dalam iklan tersebut dikatakan berada di Padang.

Meskipun Padang dan Bukittinggi merupakan dua kota yang sama-sama berada di provinsi Sumatera Barat, kedua kota tersebut jelas berbeda. Melihat hal tersebut, salah seorang warganet sempat mengeluh dan berharap agar Sasa memperbaiki kesalahan nama kota tempat Jam Gadang berada di dalam iklan tersebut.

Hal tersebut rupanya juga terjadi dengan lokasi selanjutnya ditampilkan dalam iklan tersebut, Bandar Udara (Bandara) Internasional Juanda. Karena Bandara Juanda merupakan gerbang masuk kota Surabaya, banyak yang berpikir bahwa bandara tersebut berada di dalam kota Surabaya. Padahal, sebenarnya, Bandara Juanda berada di kota Sidoarjo yang memang cukup dekat dengan Surabaya.

Kira-kira, apa pendapat kalian tentang iklan terbaru Sasa ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar, ya!

Contributor
Nawala Karsa NK Kurio