Quantcast

Beranda » leave a comment » Review Film JFF 2019: Dance With Me

Review Film JFF 2019: Dance With Me

Pada hari Sabtu (7/12) lalu, tim Indonesian Otaku mendapatkan kesempatan untuk melakukan ulasan atau review pada film “Dance With Me” dalam acara gelaran festival film Japanese Film Festival 2019 di Surabaya.

Film ini disutradarai oleh Shinobu Yaguchi (sutradara dari Swing Girls) dan rilis pada tahun ini. Film dengan genre musikal ini tidak seperti musikal pada umumnya karena diimbangi oleh komedi yang cocok untuk penonton diatas 13 tahun.

((BAHAYA!! MENGANDUNG SPOILER FILM))

 

Dance With Me diperankan oleh Ayaka Miyoshi sebagai Shizuka Suzuki. Shizuka adalah gadis muda yang bekerja di perusahaan perdagangan besar di Tokyo, dan menjalani sebagaimana layaknya manusia normal. Hingga suatu hari, Shizuka terhipnotis oleh seorang pesulap sekaligus ahli hipnotis, Machin Ueda (Akira Takarada).

Dalam hipnotisnya, Shizuka akan selalu menari dan bernyanyi ketika mendengarkan musik. Hidupnya menjadi malapetaka dan indah dalam waktu yang bersamaan, tetapi ia harus menetralkan hipnotis ini. Berbagai cara ditempuh karena sang ahli hipnotis kabur dari keberadaan.

Walau kesannya terlihat biasa saja, film ini memiliki komedi yang tak terduga. Yaguchi sengaja memadumadankan aktris utama seakan-akan ia memiliki gangguan jiwa terhadap hipnotismenya. Tetapi di samping keseriusan tersebut, film ini justru memberikan komedi dan kesan baik dari “gangguan jiwa” akibat hipnotis dan tipu belaka yang berlaku pada pemeran utama.

Lagu-lagu ‘Kondang’ dalam Dance With Me Siap Bikin Goyang!

Yaguchi tidak salah terhadap pemilihan lagu untuk film musikal. Pasalnya, pemilihan lagu sangat cocok dan mengalir dengan cerita, dan sesuai pada tema setiap scene musikalnya. Lagu favorit redaktur yaitu “Into the Dream” (lagu yang dipakai oleh PS4 Lineup Music Video) dan “Happy Valley

Dance With Me

Setiap dansa itu berbuah hasil baik, atau buruk? Yaguchi memberikan sebuah trademark “sebab akibat” pada film ini, setiap ada kesenangan selalu ada kesialan atau hoki tergantung pada situasi.

Seperti yang dijelaskan di awal, pemeran utama (Shizuka) terkena hipnotis situasional sehingga setiap mendengarkan musik, ia tidak akan berhenti berdansa dan bernyanyi dalam situasi apapun dan dimanapun. Setiap scene musikal berhenti, pemeran utama sadar bahwa sekelilingnya hancur karena ia mengira bahwa ia akan berdansa dengan indah, namun ternyata ia menghancurkan lingkungan sekelilingnya.

“Prepare for trouble and make it double!”

Ya, pemeran utama nantinya ditemani oleh sidekick (Yuu Yashiro yang diperankan oleh Chie Saito) yang kebetulan mencari sang ahli hipnotis. Mereka berdua awalnya tidak cocok karena Yuu selama ini menutupi dirinya bahwa iya juga “ditipu” oleh ahli hipnotis kondang ini, namun seiring berjalannya waktu Yuu mengakui dan akhirnya mereka terpaksa mencari arah kemana si ahli hipnotis ini pergi.

Dance With Me

Akhir dalam Dance With Me yang Tak Terduga!

Sekali lagi pada prinsip “sebab akibat” oleh Yaguchi pada film ini. Namun, akibatnya menjadi happy ending. Akhirnya sang ahli hipnotis bertemu dalam suatu acara dengan Shizuka dan Yuu, bersamaan dengan beberapa orang yang memiliki ikatan tertentu dengan Machin. Shizuka bisa kembali normal, dan hidup bahagia dengan teman-teman barunya.

Setelah menonton film Dance With Me, kami memutuskan untuk memberi rating sebanyak 4/5 untuk keseluruhan film. Teknis dan warna pada videografi sangat keren, pemilihan musik yang luar biasa tidak sekedar “joget” aja, dan tentu cerita yang tidak membingungkan. Hanya saja, untuk bagian menelang ending kesannya terburu-buru sehingga beberapa plot terlihat “terlalu cepat”.

Walaupun ada kekurangannya, bagi penggemar musical (terutama Water Boys dan La La Land), kami rekomendasikan untuk menonton film ini. Sekian review film ‘Dance With Me’ dari kami, dan sampai jumpa di ulasan berikutnya!

Ulasan sebelumnya: Angel Sign

Loading...