Broadcasted by Galau Jikan FM

Review Cowboy Bebop Live Action: Sebuah Kesalahan?

Adi Styadi
Cowboy Bebop Live Action

Review Cowboy Bebop Live Action – Jazz, luar angkasa, dan pemburu hadiah. Cowboy Bebop adalah salah satu mahakarya anime yang sudah berumur sekitar 20 tahun. Kisah original dari studio Sunrise, dengan Shinichiro Watanabe sebagai direktor, berhasil meninggalkan jejak kakinya dalam dunia pop-kultur Jepang, dan bahkan seluruh dunia.

Dua puluh enam episode yang tayang pada akhir 1998 hingga 1999, diikuti dengan film layar lebar yang tayang pada tahun 2001. Cowboy Bebop memiliki cerita timeless yang tidak terasa basi, walau jaman sudah berganti sejak masa tayang originalnya.

Di sisi lain, beberapa tahun belakangan (2017 hingga sekarang), ada tren baru yang digandrungi oleh korporasi-korporasi entertainment saat ini: reboot dan remake. Walau serial Netflix ini bisa dikesampingkan sebagai bentuk adaptasi, secara teknis Cowboy Bebop milik Netflix tetap dibangun dari bentuk yang sudah ada terlebih dahulu.

Dengan kata lain, sudah ada fondasi yang dapat diikuti tim produksi dalam mengeksekusi kisah Cowboy Bebop dalam media live action. Tentunya yang paling mendasar adalah setting dunia dan karakter, namun feel yang muncul dari menonton hasil adaptasi inilah yang jadi penentu dari para penggemar. Apakah seri live-action Cowboy Bebop Netflix layak untuk ditonton?

The Good, The Bad, and The Ugly.

Sebagai disclaimer singkat, penulis bukanlah fans garis keras seri asli Cowboy Bebop. Sebulan sebelum versi live-action nya tayang secara premier, Netflix mendapatkan hak untuk menayangkan 26 episode seri originalnya, dimana penulis menyempatkan diri untuk menonton semuanya, dan mendapat gambaran besar dari ‘apa yang membuat Cowboy Bebop menarik.’

The Good of Cowboy Bebop Live Action: “It’s 80’s all over again”

Soundtrack Jazz, teknologi fiksi-ilmiah ala tahun 80-an, serta koreografi pertarungan yang dituangkan dalam bentuk animasi yang memanjakan mata. Ketiga hal ini dapat dengan mudah didapatkan kembali dalam adaptasi seri live-action nya.

Cowboy Bebop Live Action

Yoko Kanno, komposer musik dari seri animenya sendiri, kembali terlibat dalam mengisi soundtrack versi live-action. Memastikan setiap track musik ikoniknya kembali terdengar dengan sempurna.

Selain itu, yang patut diacungi jempol, adalah detail teknologi ala sci-fi tahun 80-an yang memiliki kesan believeable pada masa itu. Layar tabung, komputer pentium, serta ponsel yang bentuknya lebih menyerupai pager futuristik menggambarkan imajinasi masa depan waktu itu.

The Bad: “Something to be improved on”

Cowboy Bebop Live Action

Aspek koreografi seharusnya bisa menjadi kekuatan dari versi live-action, mengingat membuat gambar bergerak itu bisa memakan waktu hingga berjam-jam. Sayangnya, terkadang aliran adegan pertarungan dalam versi live-action dibuat berantakan dalam pemotongan frame yang terkesan awkward dan tidak konsisten.

Salah satu tantangan berat dalam adaptasi adalah menambahkan elemen yang segar dan tidak serta merta meng-copy dan paste dari cerita yang sudah ada. Sangat disayangkan kalau hal ini tidak dapat dieksekusikan dengan baik dalam seri live-action Cowboy Bebop.

The Ugly: “You’re gonna carry that weight

Sindikat, fraksi dimana Spike bekerja sebelum menjadi bounty hunter mendapat jatah cerita yang lebih banyak dalam versi live-action, bahkan dibanding dua season seri originalnya. Vicious dan Julia, dua karakter sentral dari masa lalu Spike juga memiliki arc cerita yang mereka jalani sendiri.

Cowboy Bebop Live Action

Secara jelas, hal ini bertujuan untuk memberikan penokohan yang manusiawi bagi Vicious dan Julia. Sayangnya, hal ini justru menarik salah satu aspek terpenting dari kedua tokoh ini dari versi anime.

Vicious dan Julia, merupakan perwujudan bagi masa lalu Spike yang berusaha ia tinggalkan, namun selalu ada hasrat untuk kembali ke sana. Hal ini berujung pada konflik batin, yang mempengaruhi Spike dalam mengambil keputusan.

Kemunculan mereka berdua yang jarang-jarang dalam seri animenya menyimbolkan ‘trauma masa lalu’ yang sewaktu-waktu bisa saja dialami semua orang. Kisah Sindikat yang berjalan side-to-side dengan keseharian kru Bebop ini justru meruntuhkan efek ‘traumatis’ yang seharusnya jadi motor penggerak Spike dalam bertindak.

Dengan banyaknya kisah Sindikat di balik layar, serta fokus mereka sebagai musuh utama. Membuat kesempatan arc cerita yang mendalam bagi Faye dan Jet semakin sempit. Penonton dibuat berpikir bahwa masa lalu Spike jauh lebih penting dari mereka berdua.

Cowboy Bebop versi Live Action, Sebuah Kesalahan?

Apakah Cowboy Bebop live-action milik Netflix adalah sebuah kesalahan? Saya tidak berpikir begitu. Adaptasi live-action ini dibuat oleh studio barat, yang berarti pasar penonton mereka tertuju pada wilayah tersebut. Belum lagi, Cowboy Bebop sendiri adalah seri yang sudah berumur dua puluh tahun, yang berarti lebih banyak orang yang mungkin baru menyadari keberadaan IP ini.

Bagi penikmat seri sci-fi -non-otaku yang mencari tontonan yang kental dengan aksi, jalan cerita yang mudah dimengerti, serta relasi antar karakter ala Guardian of the Galaxy. Adaptasi ini akan dapat dinikmati dengan apa yang sudah mereka tawarkan.

Cowboy Bebop Live Action

Namun untuk penggemar seri original, atau mereka yang sudah menonton serial animasinya akan menemukan banyak aspek cerita dalam live action Cowboy Bebop yang tidak dieksekusi dengan baik, bahkan pantas dibilang mengecewakan.

Shinichiro Watanabe, dalam wawancaranya dengan Otaquest tahun 2019 lalu menyampaikan peran minornya dalam proses produksi seri live-action ini. Ia memang memberikan berbagai saran dan pendapat, namun bukan berarti studio Tomorrow akan mewujudkan semuanya, mengingat berbagai proses syuting film juga sempat terkendala karena pandemi sejak tahun lalu.

Akhir kata dalam review, adaptasi serial live action Cowboy Bebop berhasil membawakan musik Jazz ikonik milik Yoko Kanno dalam dunia sci-fi yang retro, interaksi antar karakter yang santai dan dinamis, namun memiliki aspek koreografi yang dapat ditingkatkan.

Akan tetapi seri ini tidak (atau belum) memperlihatkan masalah personal masing-masing karakternya dengan baik, seperti yang diharapkan pada orang yang sudah memahami jalan cerita originalnya. Perlu ada upaya lebih dalam mewujudkan jiwa Cowboy Bebop yang semua orang kenal selama dua puluh tahun lalu.


Terima kasih telah membaca artikel Nawala Karsa. Artikel ini kami buat sepenuh hati untuk para pembaca, termasuk kamu!

Dukung Nawala Karsa sebagai media berita independen dan terpercaya kamu dengan memberikan tip melalui Sociabuzz Tribe milik Ayukawa Media. Untuk mengirimkan tip, kamu dapat membuka pranala berikut pranala berikut.