Pelecehan Online Merebak, Begini Cara Penanganan Bushiroad dan NIJISANJI!

Avatar
bushiroad nijisanji tangani pelecehan online

Pelecehan online di dunia Internet sudah menjadi momok masyarakat yang hampir melekat di kehidupan normal. Tidak sedikit pula orang yang melontarkan ujaran kebenciannya pada artis-artis di Internet, baik itu pada seseorang atau bahkan pada Vtuber. Semakin maraknya aksi pelecehan online itu, Bushiroad dan NIJISANJI kini mulai serius dalam tangani kejadian itu.

Dalam hal ini, Bushiroad telah menciptakan kebijakan terbaru dalam hal pelecehan online di media sosial. Sementara itu, NIJISANJI menciptakan tim khusus untuk menangkal aksi tersebut. Seperti apa ya keseriusan Bushiroad dan NIJISANJI tangani pelecehan online?

NIJISANJI Ciptakan Tim Anti Pelecehan Online

Pihak agensi Vtuber ternama, NIJISANJI, memiliki senjata pamungkas untuk menangkal aksi pelecehan online di platform-nya. Pada hari Selasa lalu, pihaknya menciptakan tim penangkal pelecehan online yang gunanya untuk melindungi para Vtuber NIJISANJI dari serangan haters.

Tim ini menyediakan sebuah form khusus bagi fans untuk melaporkan tindakan tidak terpuji fans pada Vtuber. Lalu memperkuat keamanan para talent pengisi suara Vtuber dan dapat melaporkan langsung pada tim terkait untuk segera ditindak lanjuti. Hukuman yang akan dijatuhkan pun bisa berupa hukuman denda atau bahkan penjara.

Bushiroad Pasang Kebijakan Terbaru dalam Hal Pelecehan Online

Sementara itu, Bushiroad juga tidak mau ketinggalan dalam menangani aksi pelecehan online. Pihaknya kini memasang kebijakan baru untuk melindungi artis-artis pengisi suara di industrinya. Hal ini dilakukan setelah ada klaim palsu bahwa VA di perusahaan itu dipesan untuk permintaan sexual.

Pihak Bushiroad mengakui bahwa perusahaannya menegaskan kebijakan ini setelah beberapa artis ternama di Jepang meninggal setelah menerima pelecehan online. Namun demikian, kebijakan ini masih belum disetujui oleh pihak kepolisian dan Bushiroad masih harus menangani kasus ini sendirian.

Akan tetapi, Bushiroad tetap menetapkan hukuman account suspension atas penyebaran berita hoax terkait dengan talent-talent Bushiroad. Alhasil, 90% akun media sosial berhasil terkena suspend sementara itu, 10% lainnya masih aktif.

Aksi Pelecehan Online yang Dapat Berakibat Fatal

Aksi pelecehan online sudah seperti momok yang berkembang di masyarakat. Meski masalah ini terdengar cukup sepeleh, tetapi dapat berakibat fatal. Seperti nasib Vtuber Kusunoki Sio dan yang terbaru saat ini, Mano Aloe. Kejadian tersebut membuat beberapa perusahaan mulai lebih serius dalam menangani aksi pelecehan online.

Bahkan, insiden tersebut membuat karir Mano Aloe harus terhenti sejak 31 Agustus lalu. Meski demikian, cara penanganan insiden tersebut oleh agensi Hololive sangatlah berbeda dibandingkan agensi NIJISANJI ataupun Bushiroad sekalipun.

Menurut NawaReaders, apakah tindakan dari kedua perusahaan asal Jepang tersebut sudah tepat? Apakah perlu tindakan lain guna menghentikan laju aksi harrasment serupa di kemudian hari? Berikan pendapat kalian di kolom komentar, ya!