Dalam rangka menyambut perilisan film anime Tokyo 7th Sisters ~Bokura wa Aozora ni Naru~ (We Will Be the Blue Sky), staf produksi film tersebut telah merilis sebuah preview berupa cuplikan 9 menit pertama dari film tersebut.

Film Anime Tokyo 7th Sisters Rilis Video Preview 9 Menit Pertama

Video preview berdurasi 9 menit dan 17 detik ini telah dirilis di YouTube melalui kanal Toei Animation pada Senin (15/2).


Video preview 9 menit tersebut diawali dengan kemunculan tokoh utama Tokyo 7th Sisters, Haru Kasukabe. Nantinya, kemunculan Haru akan diikuti dengan munculnya para 11 anggota grup idol 777☆SISTERS secara satu per satu.

Sutradara dan staf

Film anime yang diadaptasi dari rhythm game Tokyo 7th Sisters dan dikembangkan oleh Donuts Co. Ltd. Film ini disutradarai oleh Takayuki Kitagawa dan diproduksi oleh studio animasi LandQ studios. Para staf yang terlibat dalam produksi film ini antara lain Sunagawa Masakazu sebagai asisten sutradara. Ada juga MKS sebagai desainer karakter, dan Yoshiaki Dewa sebagai komposer musik.

Adapun sutradara utama dari gim Tokyo 7th Sisters, Shintarou Motegi, dikreditkan sebagai perintis konsep original, skrip, dan juga komposer musik di studio Victor Entertainment. Para pengisi suara dari berbagai karakter dalam gim dan anime Tokyo 7th Sisters juga turut berpartisipasi dalam produksi film anime ini.

Film Tokyo 7th Sisters ~Bokura wa Aozora ni Naru~ pada awalnya direncanakan untuk tayang pada musim panas tahun 2020 lalu. Meski begitu, sebagaimana film-film anime lainnya yang dijadwalkan untuk tayang pada saat itu, perilisan film ini juga harus ditunda karena pandemi COVID-19 yang melanda Jepang. Film ini baru dapat tayang pada 26 Februari 2021 nanti di 20 bioskop di Jepang.

Sinopsis Film Tokyo 7th Sisters ~Bokura wa Aozora ni Naru~

Film anime Tokyo 7th Sisters ~Bokura wa Aozora ni Naru~ merupakan film yang masih berkaitan dengan kehidupan para anggota grup idola 777☆SISTERS. Dalam film ini, dikisahkan bahwa pada suatu hari, para anggota idol ini mengalami masalah. Hal ini bermula ketika konser mereka yang diadakan di sebuah studio teater bernama 777. Konser tersebut terancam dibatalkan karena masalah peralatan yang tak dapat dijelaskan.

Alih-alih diselamatkan oleh manajer, mereka dibantu oleh Kozo Hakkaku, manajer dari studio HAKKAKU yang sempat populer dan merajai industri hiburan. Para anggota 777☆SISTERS kemudian menyadari bahwa studio HAKKAKU juga terancam akan ditutup setelah diambil alih oleh perusahaan Namekawa Concern. 12 gadis itu pun bertekad untuk menyelamatkan studio yang telah memberi mereka berbagai memori indah.

Nawala Karsa NK Kurio