Beranda » Indosiar Tayangkan Kembali Tutur Tinular Di Jam Larut Malam

Indosiar Tayangkan Kembali Tutur Tinular Di Jam Larut Malam

Pecinta drama kolosal yang selama ini merindukan acaranya tayang di Indosiar, selamat berpuas dahaga. Karena mulai 5 Februari 2020, Indosiar akan menayangkan kembali Tutur Tinular Versi 2011.

Indosiar akan menayangkan Tutur Tinular versi 2011 pada pukul 00.30 WIB setiap harinya. Karena ditayangkan tepat setelah Liga Dangdut Indonesia, jadwal tayang acara ini dapat pula mundur.

Tutur Tinular

Pasti pada kangen kan sama drama kolosal #TuturTinular? Mereka akan hadir lagi loh di Indosiar. Catat dulu nih tanggal dan waktunya. Jangan sampai ketinggalan yaa..

Posted by Indosiar on Monday, 3 February 2020

Tutur Tinular: Antara Cinta dan Perang Kadipaten

Tutur Tinular menceritakan kehidupan dua kadipaten, Kadipaten Manguntur dan Kurawan. Kedua kadipaten ini saling bermusuhan, terlebih ketika Respati, pangeran kadipaten Kurawan, membawa lari Dewi Padmini dari kadipaten Manguntur.

Hubungan antara Respati dan Dewi Padmini yang tak direstui keluarganya berlanjut ke jenjang pernikahan hingga Dewi Padmini melahirkan seorang putri. Singkat cerita, sang putri pun terpisah dari orang tuanya karena gempa besar. Ia pun dirawat oleh penduduk desa dan deberi nama Nari Ratih.

Saat dewasa, ia bertemu dengan Arya Kamandanu, yang menolongnya saat hanyut di sungai. Benih cinta tumbuh di antara mereka, namun kisah mereka menemui banyak rintangan.

Dari Radio, Film Hingga Serial TV

Tutur Tinular 2011, Kisah Cinta Arya Kamandanu dan Nari RatihTutur Tinular awalnya merupakan sandiwara radio yang ditulis oleh S. Tidjab. Sandiwara radio ini mengudara sejak 1989 hingga 1990, dan mendapat respon positif berkat siarannya yang menjangkau hingga 515 stasiun radio se-Indonesia.

Sukses sebagai sandiwara radio, Tutur Tinular pun divisualkan ke layar lebar. Sebanyak empat judul diproduksi berdasarkan sandiwara radio tersebut, yaitu Pedang Naga Puspa di tahun 1989, Naga Puspa Kresna (1991), Pendekar Syair Berdarah (1992) dan Mendung Bergulung di Atas Majapahit (1992).

Tak berhenti sampai di situ, kisah Tutur Tinular pun diadaptasi ke layar kaca. Oleh Gentabuana Pitaloka, sandiwara ini dijadikan sinetron pada tahun 1997. Sinetron ini ditayangkan di ANteve untuk musim pertama dan musim keduanya ditayangkan di Indosiar.

Gentabuana kemudian mengompilasikan sinetron tersebut menjadi FTV sebanyak 27 episode. Seri FTV inilah yang kemudian ditayangkan ulang di RTV pada tahun 2016.

Di tahun 2011, serial ini di-remake oleh Gentabuana Paramita, nama baru dari perusahaan yang juga memproduksi serial televisi versi sebelumnya. Serial ini sempat memuncaki rating pemirsa TV nasional saat mengudara, membuatnya mampu mengudara secara stripping selama 1 tahun.

Drama Kolosal yang Pernah Menangkan Indosiar

Jauh sebelum dikenal sebagai ‘televisi dangdut dan azab’, Indosiar lebih dulu dikenal dengan drama kolosalnya. Sejumlah judul seperti Tutur Tinular, Angling Dharma hingga Dendam Nyi Pelet sempat melambungkan nama stasiun televisi yang pernah dimiliki oleh grup Salim itu.

Kekuatan judul-judul di atas membuat Indosiar dikenang sebagai stasiun TV kolosal. Tak jarang permintaan warganet kepada Indosiar untuk menayangkan kembali drama kolosal tersebut terus mengalir hingga saat ini. Terlebih ketika RTV mampu mengecap ‘manisnya’ drama kolosal.

Tak Luput Dari Kecaman

Tutur Tinular 2011 di Indosiar itu spesial karena ADA BATMAN DAN JOKER!Namun bukan berarti drama kolosal Indosiar bebas dari kecaman. Serial Kisah Sembilan Wali sempat menuai ancaman dari masyarakat Bali karena memperlihatkan konflik antaragama, berakibat penayangannya dihentikan di wilayah Bali, sebelum kemudian berhenti tayang secara nasional.

Tutur Tinular 2011 pun tak luput dari kecaman. Sempat disanjung berkat penceritaan yang apik, serial ini dikecam berkat perombakan cerita yang melenceng dari naskah aslinya. Terlebih saat tokoh-tokoh seperti Batman dan Joker hadir di serial ini.


Hai, NawaReaders dan OtaCool! Jangan lupa untuk akses terus Nawala Karsa untuk informasi pop kultur dan teknologi terkini, serta Indonesian Otaku untuk dosis harian wibu kalian!

Loading...