Beranda » Penyiaran » Duterte Ingin Cabut Ijin Siaran ABS-CBN Filipina

Duterte Ingin Cabut Ijin Siaran ABS-CBN Filipina

Pemerintah Filipina sedang melobi Kongres setempat untuk menghentikan ijin siaran ABS-CBN yang sedianya berakhir akhir Maret mendatang.

Pemerintah Filipina berniat menghentikan operasional jaringan televisi Alto Broadcasting System – Chronicle Broadcasting Network (ABS-CBN). Untuk memuluskan usahanya, melalui pemerintah Filipina sedang melobi Kongres Filipina untuk tidak memperpanjang ijin siaran salah satu jaringan televisi terbesar di negeri itu.

Dikutip dari VOA, pengacara pemerintah dan pendukung setia Rodrigo Duterte, Jose Calida, mengatakan, ABS-CBN telah terlalu lama memperlihatkan ketamakan dan penyelewengan izin usaha yang merupakan hak istimewa.

“Kami ingin mengakhiri apa yang kami dapati sebagai praktik-praktik ABS-CBN yang sangat kasar yang menguntungkan sedikit saja orang yang tamak dengan mengorbankan jutaan pelanggan setianya,” sebut Calida dalam suatu pernyataan.

Saat ini ABS-CBN masih memegang ijin siaran yang diberikan sejak 30 Maret 1995 lalu. Ijin yang diberikan menurut Republic Act nomor 7966 itu berlaku selama 25 tahun dan akan berakhir pada 30 Maret tahun ini.

ABS-CBN dan Duterte: Tak Sejalan Sejak 2016

ABS-CBN, salah satu stasiun televisi terbesar di Filipina

Perbedaan antara ABS-CBN dengan Presiden Rodrigo Duterte terlihat sejak tahun 2016. Dikutip dari abs-cbn.com, kala itu stasiun televisi tersebut menolak menayangkan kampanye politik Duterte, dan memilih menayangkan tayangan dari Antonio Trillanes, yang saat itu berkompetisi menjadi wakil presiden.

Duterte mengklaim, ABS-CBN telah menerima sejumlah uang untuk kampanye politik yang tidak ditayangkan itu, dan ia tidak mendapat pengembalian uang atas gagal tayang tersebut.

Upaya pengakhiran ijin siaran ABS-CBN sudah digaungkan Duterte sejak tahun 2017.  Dalam pidato politiknya, ia menganggap stasiun televisi itu sebagai “pencuri”.

“Jika kamu berharap (ijin siaran) akan diperpanjang, maaf. Saya akan memastikan kamu keluar,” ujar Duterte dalam sebuah pidato politiknya pada Desember 2019, dikutip dari Rappler.

Ramai-ramai Dukung Perpanjangan Ijin Siaran

Aksi massa dukung perpanjangan ijin siaran ABS-CBN

Agaknya rencana pemerintah Rodrigo Duterte tersebut mendapat tentangan dari sejumlah pihak. Tentangan tersebut didapat dari sesama pelaku industri media hingga lembaga bantuan hukum.

Mengutip Rappler, The National Union of Journalists of the Philippines (NUJP), aliansi jurnalis setempat, menggelar unjuk rasa pada hari Senin (10/2). Dalam aksinya, NJUP menekankan pentingnya kebebasan pers dalam kasus yang menimpa ABS-CBN.

“Ini membuktikan tanpa keraguan bahwa pemerintah ini sangat kuat dalam menggunakan semua kekuatannya untuk mematikan jaringan siaran yang pembaruan waralaba […] Sangat banyak sehingga berisiko menginjak-injak otoritas Kongres untuk membuat undang-undang waralaba,” kata NUJP

Dukungan tersebut juga datang dari The Foreign Correspondents Association of the Philippines (Focap), aliansi koresponden luar negeri. “Rekan-rekan ABS-CBN kami telah berada di garis depan setiap berita utama di negara ini. Mereka memiliki sejarah yang mencatat, dan terus memegang kekuasaan untuk bertanggung jawab,” kata Focap.

Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di New York juga mengecam petisi tersebut. “Warga Filipina dan pendukung kebebasan pers harus menolak langkah ini dan menegaskan hak mereka untuk kebebasan pers,” kata peneliti HRW, Carlos Conde,

ABS-CBN, Pernah Gugur Lalu Berkembang

ABS-CBN merupakan salah satu perusahaan media terbesar di Filipina. ABS-CBN Berdiri pada 1 Februari 1967 sebagai penggabungan dua perusahaan media: Alto Broadcasting System dan Chronicle Broadcasting Network.

ABS-CBN sempat berhenti beroperasi pada Februari 1986 akibat Revolusi Kekuatan Masyarakat. Saat itu kaum reformis mematikan mesin transmiter stasiun TV itu. Pada bulan September di tahun yang sama, stasiun TV ini kembali bersiaran.

Saat ini ABS-CBN memiliki beberapa anak saluran. Di jalur terestrial, ABS-CBN menjadi stasiun TV utama, didukung siaran olahraga S+A. Sementara di TV berbayar, ia memiliki ABS-CBN News Channel, Cinema One, DZMM TeleRadyo, Jeepney TV, Knowledge Channel, Metro Channel, Myx, O Shopping, serta saluran olahraga Liga.


Hai, NawaReaders dan OtaCool! Jangan lupa untuk akses terus Nawala Karsa untuk informasi pop kultur dan teknologi terkini, serta Indonesian Otaku untuk dosis harian wibu kalian!

 

Loading...