Beranda » Regional » Danau Halim Meluap Akibat Banjir, Warga Malah Mancing Ikan

Danau Halim Meluap Akibat Banjir, Warga Malah Mancing Ikan

Kolam pancing dadakan, warga di sekitar Danau Halim beramai-ramai menangkap ikan saat air meluap karena banjir. Mancing masalah, Mantap!

Pasca-banjir besar yang melanda Jakarta sejak pagi hari (25/2), sejumlah titik mengalami genangan hingga longsor. Danau Halim, merupakan salah satu wilayah yang meluap akibat Banjir.

Danau Halim Meluap Karena Banjir Sejak Jam 4 Pagi

Danau yang terletak disamping Bandara di Jakarta Timur tersebut meluap sejak pukul 4 pagi waktu Indonesia Barat. Intensitas hujan memang sudah meningkat sejak pukul 1 pagi. Danau tersebut memang selalu menampung air Banjir dikawasan sekitar Kampung Pulo. Banjirnya rumah-rumah warga dikawasan tersebut otomatis membuat danau meluap.

Air Danau Halim Meluap, Warga Ambil Kesempatan Memancing Ikan

Sejumlah warga memancing di danau halim

Kendati banjir yang belum surut hingga sore hari ini, warga tidak kehilangan antusiasnya untuk memancing. Dipantau oleh Nawala Karsa, disepanjang kawasan banjir pada kawasan Halim dan Kampung Pulo, banyak warga yang memancing ikan didekat aliran kali dan danau.
Yudi misalnya, telah memancing sejak pukul 9 pagi. “(Saya) mancing sejak jam 9,” ujarnya saat diwawancarai Nawala Karsa, “Daripada dirumah, kebanjiran terus.”

Banjir Melanda Hampir Seluruh Sudut Jakarta

banjir jakarta terkini google maps

Ibukota Jakarta mengalami musibah bencana banjir yang kedua kalinya di tahun 2020. Setelah sebelumnya di awal tahun 2020 yang lalu, warga Jakarta menjadi korban akibat bencana banjir. Banyak fasilitas mengalami terganggu akibat bencana ini yang menggenangi di beberapa lokasi Jakarta.

Akibatnya, sejumlah layanan terganggu. Sejumlah akses transportasi terpaksa dialihkan, seperti yang terjadi di kawasan Balai Kartini dan Gatot Subroto. Begitupun akses Kereta Rel Listrik (KRL) yang terpaksa mengalami rekayasa lalu lintas.

Akibat Penguatan Air Laut dari Laut Tiongkok Selatan

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional(LAPAN) menyatakan bahwa banjir kali ini terjadi akibat penguatan angin dari Laut Tiongkok Selatan. Angin tersebut membawa uap air dingin dari Selat Karimata yang menyebabkan hujan deras hingga banjir.

Hujan kali ini juga semakin diperkuat dengan Tropical Cyclone sejak tanggal 22 Februari lalu hingga membentuk awan konvektif lokal yang menyebabkan hujan dini secara persisten diatas Jakarta.


Hai, NawaReaders dan OtaCool! Jangan lupa untuk akses terus Nawala Karsa untuk informasi pop kultur dan teknologi terkini, serta Indonesian Otaku untuk dosis harian wibu kalian!

Loading...