Broadcasted by Galau Jikan FM

Ungkap Jaringan Pedofil di Internet, Video Youtuber MamaMax Dihapus!

Seno Triadi
Youtuber MamaMax Ekspos Jaringan Pedofil Dihapus Youtube

Belum lama di jagat YouTube, salah satu YouTuber bernama Max dalam kanal resminya, MamaMax, mengungkap kasus jaringan pedofil dalam situs anak-anak. Tetapi, YouTube menghapus videonya tersebut atas beberapa laporan dari beberapa netizen, yang bahkan menolak bandingnya!

MamaMax, YouTuber Motivator Menyambi Investigator

Sekedar informasi, Max, atau dalam kanal YouTube-nya dikenal sebagai MamaMax, merupakan personalita yang membuat konten tidak biasa. Ia memuat beberapa video investigasi pribadi soal beberapa fenomena masyarakat sosial.

Pria kelahiran Texas pada 18 Oktober 22 tahun silam tersebut membuka kanal YouTube pertama kali 23 Mei 2016. Kala itu, Ia memposting video-video curhat bernada motivasi namun berisikan kebalikannya sesuai yang Ia alami.

Selang mendapatkan banyak subscriber, Ia berubah haluan menjadi komentator untuk beberapa franchise gim yang sedang tren. Ia kemudian mengubah format kontennya menjadi investigator untuk beberapa fenomena cybercrime di internet pada Agustus 2019. Hingga artikel ini diangkat, Max memiliki 376 ribu subscriber dan ditonton kanalnya sebanyak lebih dari 14 juta view. 

Misteri Dugaan Jaringan Predator di Situs Anak-Anak

KidsChat Pedofil

Seminggu lalu, Youtuber MamaMax atau Max memuat sebuah video terkini mengenai investigasi sebuah situs chat anak-anak bernama KidsChat yang diduga tempat para predator pedofil. Max berpura-pura sebagai anak berusia 9 tahun dalam kotak chat tersebut, memancing para user gadungan mengirimkan pesan pribadi. Bermuatan jaringan pedofil dalam video tersebut, YouTuber ini menaruh resikonya berinteraksi dengan para predator tersebut.

Kebanyakan dari mereka memperlihatkan bagian kelaminnya setelah dipancing oleh Max, menguatkan fakta bahwa situs tersebut menjadi surga bagi para penjahat kelamin. Sekitar beberapa diantaranya banyak yang terlalu frontal dan dibuka identitas mereka kepada fans Max sendiri. Ia sendiri telah melaporkan situs tersebut kepada divisi kriminal siber dalam biro investigasi Amerika, FBI.

YouTube Menghapus Video Investigasi Jaringan Kriminal?

Namun, Sabtu lalu pasca video diunggah, YouTube menghapus video tersebut atas dugaan pelecehan, bullying serta ancaman di internet. Max kemudian layangkan peninjauan kembali atas videonya tersebut, tetapi pihak platform penyedia video tersebut menolak permintaan banding darinya.

Max kemudian membuka akun Twitter-nya untuk berkomunikasi dengan tim moderator platform video tersebut. Ia mengatakan bahwa videonya kena flag oleh sejumlah predator yang menonton videonya dan ditolak pengajuannya. Ia juga menambahkan bahwa videonya telah menyensor beberapa identitas pribadi untuk proteksi data pribadi mereka, dan dramatisasi pada videonya untuk menunjang gaya storytelling-nya.

Insiden tersebut mengakibatkan seluruh videonya terkena demonetization, alias tercabutnya status penguangan untuk profitnya berdasarkan jumlah tontonan.

Teman MamaMax Memeriksa Kebenaran Mengenai Keberadaan Predator di KidsChat

https://www.youtube.com/watch?v=P8CcwWFQD5c

Menanggapi insiden tersebut, dua YouTuber melakukan investigasi pribadi mereka masing-masing. YouTuber NightDocs sembari kontak Max mencoba meniru apa yang telah dilakukan Max pada video yang dihapusnya.

Ditemukan dari percobaannya membenarkan fakta tersebut bahwa KidsChat menjadi situs berbahaya bagi anak dibawah umur, meski temanya terbilang ramah. Max mengatakan bahwa videonya dihapus oleh YouTube tanpa alasan spesifik dari tim moderator platform tersebut.

SomeOrdinaryGamers, YouTuber dari Kanada dan kawan sepekerja Max, juga menganalisis investigasi video Max tersebut. Menurutnya, Max sudah melakukan tindakan yang tepat mengekspos jaringan kriminal berkedok situs anak-anak, agar mencegah mereka terjerumus ke jurang terlarang tersebut.

Respons dari Situs KidsChat

KidsChat lewat blognya merespons soal tuduhan yang diutarakan di video MamaMax tersebut. Dalam pernyataannya, mereka membantah pengguna mayoritas merupakan khalayak anak-anak yang mengaku tidak berusia lebih dari 14 tahun.

Laporan yang telah dilayangkan oleh Max pun mereka terima, dan menyatakan bahwa sekitar 80% pengguna yang melakukan interaksi dengannya merupakan bot semata. Pernyataan tersebut kemudian disusul dengan dua postingan lainnya yang mereka klaim sebagai pendukung bukti.

Ada yang Janggal dari Klarifikasi KidsChat

Komunitas MamaMax melihat ada keanehan dari pernyataan yang dilayangkan pihak situs tersebut.

KidsChat Pedofil

Pertama, banyaknya penggunaan tata bahasa Inggris yang belepotan dan tidak konsisten dengan fakta yang ditunjukkan video tersebut. Pada privacy policy mereka, pihaknya menggunakan bahasa yang ramah oleh anak-anak, meskipun demikian mereka memakai beberapa kata yang belum pantas untuk diucapkan oleh anak dibawah umur.

Kidschat Pedofil

Kedua, salah satu pengguna mencoba lacak IP address situs tersebut untuk mengetahui lokasi persis dimana kantor resmi KidsChat tersebut. Namun, respons dari sistem menjawab bahwa alamat persis IP tersebut berasal dari server CloudFlare, yang terletak di Amerika Serikat. Komunitas mencurigai bahwa KidsChat beroperasi memakai VPN dari server tersebut, menyembunyikan alamat IP yang sebenarnya.

KidsChat Pedofil

Ketiga, salah satu fans dari Indonesia menemukan beberapa iklan jenis adsense yang terpasang dalam situs tersebut. Iklan tersebut kebanyakan bernuansa pertemanan, relationship dan juga bernada sensual, dimana dicurigai sebagai alat pemancing predator untuk mengunjungi layanan tersebut.

Apa yang akan Terjadi Selanjutnya?

Terakhir, kala isu jaringan predator ini diangkat Max, banyak pengguna terkena ban hanya mempertanyakan jika situs KidsChat ini diekspos habis oleh Max. Hal ini diperkuat dengan tidak suportifnya moderator akan keluhan para pengguna yang diteror oleh pelaku kejahatan, lebih-lebih terkena ban dan tidak dapat menggunakan chatroom lagi.

Kasus jaringan pedofil yang diungkap dalam video YouTuber diatas masih berlangsung hingga YouTube merespons lebih lanjut tentang tindak selanjutnya pengajuan banding video MamaMax ini. Apakah kemelut ini masih berlanjut dan benarkah YouTube membiarkan pelaku kejahatan ini berkeliaran di internet meneror para netizen?


Terima kasih telah membaca artikel Nawala Karsa. Artikel ini kami buat sepenuh hati untuk para pembaca, termasuk kamu!

Dukung Nawala Karsa sebagai media berita independen dan terpercaya kamu dengan memberikan tip melalui Sociabuzz Tribe milik Ayukawa Media. Untuk mengirimkan tip, kamu dapat membuka pranala berikut pranala berikut.