Belum selang sebulan setelah TikTok diblokir di negara India, begitu juga di Amerika Serikat, kini aplikasi yang dikembangkan oleh ByteDance tersebut dikabarkan akan hengkang dari Hong Kong.

Dikutip dari Reuters, aplikasi asal Tiongkok tersebut telah mengambil keputusan untuk angkat kaki dari Hong Kong setelah Undang-undang Keamanan Nasional telah diaktifkan per tanggal 1 Juli.

“Dikarenakan situasi terkini, kami memutuskan untuk mengentikan operasional aplikasi TikTok di Hong Kong,” ujar juru bicara aplikasi tersebut.

Terlebih perusahaan yang kini dipimpin oleh mantan wakil eksekutif Walt Disney Kevin Mayer mengatakan bahwa aplikasi tersebut tidak pernah mengirimkan data penggunanya ke Tiongkok.

Sebelumnya juga TikTok menyatakan bahwa mereka tidak akan menuruti permintaan Tiongkok terkait sensor-menyensor dan berbagi data penggunanya pada negeri Tirai Bambu tersebut.

Selain itu, penyebab lain hengkangnya TikTok adalah karena wilayah Hong Kong yang terbilang kecil, sehingga kurang menguntungkan bagi aplikasi tersebut. Karena pada bulan Agustus saja tercatat hanya ada 150.000 pengguna TikTok saja di Hong Kong.

Sedangkan dalam skala global, berdasarkan data dari Sensor Tower, aplikasi tersebut telah diunduh sebanyak dua miliar kali baik dari Google Play Store ataupun App Store.

Sejatinya TikTok didesain untuk tidak bisa diakses oleh Mainland Tiongkok sebagai strategi untuk menggaet audiens dari berbagai negara, sementara itu di Tiongkok sudah memiliki aplikasi serupa yang bernama Douyin.

Dan sampai saat ini tidak ada rencana untuk memperkenalkan Douyin ke pangsa Hong Kong. Menariknya walaupun Douyin tidak tersedia di App Store skala global, justru lebih banyak yang memakai Douyin daripada TikTok di Hong Kong.

“Pengguna Douyin lebih banyak di Hong Kong, sehingga kami tetap beroperasi di sini,” ujar CEO ByteDance Tiongkok Zhang Nan.

Tiktok ditendang India dan Amerika Serikat

Amerika Serikat memblokir TikTok Banned

Sebelumnya aplikasi yang dikembangkan oleh ByteDance tersebut sempat bermasalah di beberapa negara seperti India dan Amerika Serikat yang berujung pada pemblokiran aplikasi tersebut.

Bedanya yang terjadi di India adalah sebagai buntut dari pertempuran antara Tiongkok dan India di perbatasan antar kedua negara tersebut yang terjadi di pertengahan bulan Juni, yang berujung pada pemblokiran 59 aplikasi asal Tiongkok, salah satunya adalah TikTok.

Sedangkan Amerika Serikat berencana akan memblokir aplikasi-aplikasi asal Tiongkok termasuk TikTok sebagai bentuk kewaspadaan akan pencurian data pengguna yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok, meskipun TikTok telah membantah dan menyatakan bahwa mereka tidak akan memberikan data penggunanya pada pemerintahan Tiongkok meskipun diminta.

Nawala Karsa NK Kurio