Quantcast

Beranda » Imbas Pandemi Virus Corona, Pendapatan Bioskop Jepang April 2020 Turun Drastis

Imbas Pandemi Virus Corona, Pendapatan Bioskop Jepang April 2020 Turun Drastis

Pendapatan bioskop pada April 2020 mengalami penurunan secara drastis. Sementara itu pendapatan box office Jepang pada minggu pertama April 2020 dilaporkan nihil!

Pandemi virus Corona (COVID-19) telah menyebabkan pendapatan bioskop di Jepang sejak April 2020 turun sangat drastis. Ditambah lagi banyak jadwal rilis film yang terkendala dan ditutupnya bioskop di Jepang sejak pertengahan April lalu.

MPAA: “Pendapatan Bioskop Jepang April 2020 Turun 96,3%”

Dilansir dari Yomiuri Shimbun melalui ANN, Asosiasi Produsen Film Jepang (MPPA) melaporkan bahwa pendapatan gabungan dari 12 distributor film Jepang untuk bulan April 2020 sebesar 688 juta yen. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 96,3 % dibandingkan dengan pendapatan pada April tahun lalu.

Angka tersebut merupakan yang terendah menurut MPAA yang mencatat pendapatan bulanan sejak tahun 2000. Dilaporkan juga pendapatan untuk box office Jepang telah menurun sebanyak 90% untuk akhir pekan pertama di bulan April 2020.

MPAA menambahkan, hingga pertengahan April 2020 pendapatan bioskop di seluruh Jepang hampir mendekati nihil. Seluruh bioskop di Jepang telah ditutup sejak pertengahan April 2020, tepatnya ketika status darurat COVID-19 di Jepang diberlakukan.

Bioskop Mulai Dibuka Kembali, Masih Didominansi Film Lama

Sebanyak 100 bioskop di Jepang telah dibuka kembali sejak akhir pekan lalu. Meskipun begitu, banyak film terbaru yang telah memutuskan untuk mengubah jadwal rilisnya sebagai akibat dari pandemi.

Tenki no Ko Weathering with You

Saat ini peringkat 10 film teratas bioskop Jepang pada akhirnya didominansi oleh film-film lama, seperti Tenki No Ko (Weathering With You), Kimi No Na Wa (Your Name), dan versi remaster 4K dari Akira.

Kondisi Darurat COVID-19 Di Jepang

covid-19 darurat jepang PM abe

Pemberlakuan status darurat COVID-19 di Jepang telah diperpanjang hingga 31 Mei 2020 dari tanggal sebelumnya, 4 Mei 2020. Pada 14 Mei 2020, PM Jepang Shinzo Abe secara resmi telah memutuskan untuk mencabut status darurat untuk 39 prefektur.

Untuk membangkitkan infrastruktur ekonomi negara, seluruh prefektur di Jepang akan melonggarkan beberapa pembatasan sosial. Sementara itu 8 prefektur lainnya masih memberlakukan status darurat tersebut, yaitu: Tokyo, Kyoto, Osaka, Hyogo, Chiba, Saitama, Kanagawa, dan Hokkaido.

Laporan terkini menyebutkan jumlah kasus positif di Tokyo telah mencapai kurang dari 50 kasus per harinya. Prefektur Osaka, Kyoto, dan Hyogo direncanakan akan mencabut status darurat pada pekan ini.

Pemerintah Jepang memprediksi pencabutan status darurat untuk prefektur lainnya bisa diwujudkan sebelum tanggal 31 Mei 2020. Meskipun begitu, Jepang harus mengantisipasi adanya gelombang ke-2 virus Corona yang mungkin saja terjadi.

Loading...