Kaisar Jepang Sumbang Sejumlah Uang Pribadi untuk Amal

KAISAR JEPANG SUMBANG UANG – Wabah virus corona yang tengah melanda banyak negara di dunia tentunya membuat banyak orang merasakan kecemasan dan ketakutan yang luar biasa. Ekonomi menjadi tidak menentu, begitu pun dengan keadaan orang-orang lainnya yang memang membutuhkan bantuan.

Hal ini telah mendorong sejumlah orang untuk bergerak dan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, paling tidak di negaranya masing-masing. Salah satunya adalah kaisar baru Jepang, yaitu Kaisar Naruhito.

Uang yang Disumbangkan Sebesar 100 Juta Yen

Kaisar Naruhito melihat bahwa di samping virus corona yang saat ini tengah melanda Jepang, ada banyak masalah lainnya dalam masyarakat yang perlu diselesaikan. Oleh karena itu, mengutip dari Sankei, Yang Mulia Kaisar menyumbangkan uang pribadinya sebanyak 100 juta yen (sebanyak Rp 14 miliar jika dikonversikan ke mata uang rupiah) untuk mengatasi dua kasus, yaitu untuk menangani kemiskinan anak dan membantu orang-orang yang terkena bencana.

Pada 6 April lalu, Badan Rumah Tangga Kekaisaran menyatakan bahwa uang sejumlah 100 juta yen itu dibagikan kepada dua organisasi yang menangani kedua isu tersebut; sebanyak 50 juta yen diberikan kepada organisasi yang disokong oleh pemerintah bernama Kodomo no Mirai Ouen Kiki (Foundation for the Support of the Children’s Future) yang bergerak dalam bidang penghapusan kemiskinan anak dan sisanya diberikan kepada organisasi non-profit Japan Voluntary Organizations Active in Disaster (JVOAD) yang bergerak dalam bidang penyediaan bantuan kepada yang terkena dampak dari bencana.

Harapan dari Sumbangan Ini

Seorang perwakilan dari Badan Rumah Tangga Kekaisaran juga menyebutkan bahwa melalui sumbangan ini, Kaisar Naruhito dan permaisurinya, Masako, berharap agar ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu kemiskinan anak dan juga perlunya membantu relawan yang jumlahnya terus bertambah dalam menangani orang-orang yang terkena dampak dari sejumlah bencana yang terjadi pada era Heisei (1989 – 2019).

Kemungkinan besar sumbangan ini juga akan digunakan untuk menangani merebaknya COVID-19 di Jepang. Banyaknya kantor dan bisnis yang ditutup telah menyebabkan sejumlah orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan, dan nantinya bisa saja berdampak pada tingkat kemiskinan, khususnya kemiskinan anak, menjadi lebih tinggi di masa depan. Tentunya, sumbangan ini dapat berarti banyak bagi orang-orang yang terkena dampak dari COVID-19 tersebut.

Sebenarnya, berdasarkan undang-undang yang berlaku di Jepang, kabinet Jepang perlu menyetujui secara resmi segala donasi dan uang yang Kaisar Jepang sumbang jika jumlahnya melebihi 18 juta yen. Namun, proposal itu tidak dibahas secara resmi pada sesi bulan Maret yang diadakan oleh anggota dewan dan Kaisar diizinkan untuk menyumbang sebanyak 100 juta yen atau kurang kepada organisasi yang menyediakan jasa sosial pada akhir bulan Maret.