Buka Angket, Feat Pictures Mau Tayangkan Earwig and The Witch?

Naufal Alfarizy
Feat Pictures Earwig and The Witch
FOTO: Nawala Karsa / NHK

Setelah LPP Jepang NHK merilis visual 3DCG untuk film Earwig and The Witch, banyak penggemar Studio Ghibli tak sabar untuk menonton film ini. Hal itu menjadi pertimbangan bagi distributor film Feat Pictures untuk menayangkan Earwig and The Witch di Indonesia.

Feat Pictures buka angket terbuka di media sosial Twitter

Feat Pictures Earwig and The Witch
FOTO: Nawala Karsa

Ketertarikan perusahaan distributor lokal tersebut terkuak setelah mereka membuka polling mengenai pasar film pada cuitan terbaru mereka. Hingga artikel ini dibuat (21/6), jumlah pengisi angket ketertarikan film Earwig and The Witch hampir mencapai 500 orang.

Meskipun demikian, kehadiran angket tersebut bukan berarti film tersebut benar-benar akan dibawa oleh Feat Pictures. Pasalnya, distributor film ini pernah membuat angket serupa untuk film Konosuba. Namun pada akhirnya, mereka tidak membeli film tersebut.

Dalam menanggapi polling tersebut, kita harus memberikan sedikit ‘taburan garam’ agar tidak terlihat menarik saja namun juga memikirkan polling tersebut dengan kondisi terkini, misalnya pandemi COVID-19 yang masih belum mereda di Indonesia, dan kemungkinan kurang tertariknya penggemar Ghibli di Indonesia untuk menonton film Earwig and The Witch lantaran berbentuk 3DCG.

Kendati begitu, kita juga harus dapat mengapresiasi polling yang dilakukan Feat Pictures dalam melakukan survei kepada penonton terkait minat mereka terhadap film Earwig and The Witch karya Goro Miyazaki tersebut dengan cara ikut menjawab angket yang telah disediakan di cuitan mereka.

Goro Miyazaki beri pendapat terkait film terbarunya

film earwig and the witch 3dcg
Poster Earwig and The Witch | FOTO: NHK / Studio Ghibli

Dalam pengumuman yang dirilis NHK, Goro Miyazaki selaku sutradara memberikan sedikit komentar terkait film yang ia garap tersebut.

Ia menyebut bahwa Jepang saat ini memiliki banyak sekali orang dewasa namun sedikit anak-anak lantaran jumlah kelahiran yang menurun, dan ia merasa bahwa menjadi anak kecil di masa kini sangatlah sulit. “Itulah yang saya rasakan ketika berusaha mengetahui lebih dalam tentang karakter Earwig,” ujar Goro.

Bagi Goro, Earwig dalam Earwig and The Witch merupakan karakter yang tepat pada masa seperti ini, sebagaimana ia membayangkan ia akan menghadapi sekaligus menyelesaikan masalah dengan orang-orang dewasa yang bermasalah, layaknya pada film itu.

Film 3DCG Earwig and The Witch adaptasi dari judul buku yang sama

film earwig and the witch 3dcg
Visual Earwig and The Witch | FOTO: NHK / Studio Ghibli

Sempat menguat pada tahun 2019, rumor bahwa Goro Miyazaki tengah memproduksi anime adaptasi kini terkuak. Anak Hayao Miyazaki tersebut dipastikan terlibat dalam produksi film anime Aya to Majo, yang diadaptasi dari sebuah buku berbahasa Inggris dengan judul Earwig and The Witch.

Goro memang beberapa kali dirumorkan tengah memproduksi sejumlah anime, termasuk produksi serial televisi Ronja, the Robber’s Daughter di lembaga penyiaran publik Jepang NHK bersama Polygon Pictures. Namun produksi dalam bentuk film anime baru terkuak kali ini.

Film Earwig and the Witch atau Aya and The Witch, jika dibaca dalam terjemahan bahasa Jepang, merupakan film anime berdurasi 82 menit atau 1 jam 22 menit. Film tersebut diadaptasi dari novel berjudul serupa yang dibuat oleh Diana Wynne Jones.

Karya Diana Wynne Jones selain Earwig and the Witch adalah Howl’s Moving Castle yang juga pernah diadaptasi menjadi film anime oleh Studio Ghibli, dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki.

Menceritakan kisah hidup Earwig, seorang yatim piatu

film earwig and the witch 3dcg
Visual Earwig and The Witch | FOTO: NHK / Studio Ghibli

Sebelum diadaptasi menjadi film anime oleh Studio Ghibli, Earwig and The Witch karya Diana Wynne Jones itu diterbitkan pada tahun 2011. Karangan tersebut menceritakan tentang Earwig, yang tinggal di panti asuhan St. Morwald. Tak seperti yang lainnya, Earwig selalu bahagia tinggal disana sejak ia ditelantarkan di depan pintu panti asuhan tersebut.

Suatu saat, Earwig didatangi oleh Bella Yaga dan Mandrake. Mereka berdua merupakan penyihir yang menyamar sebagai orang tua angkat. Mereka membawa Earwig ke rumah mereka yang misterius, penuh dengan kamar rahasia, ramuan, serta buku mantra dimana selalu ada banyak hal magis di setiap sudut rumah itu.

Bagi kebanyakan anak-anak pastinya akan lari ketakutan melihat hal tersebut. Namun, Earwig berbeda dari mereka. Klimaks dari Earwig and the Witch adalah Earwig, yang menggunakan akalnya, dan dibantu oleh seekor kucing yang bisa berbicara, memutuskan untuk menunjukkan kepada para penyihir tersebut siapa yang berkuasa.