Vibetronic merilis sebuah album baru yang merasal dari anggotanya. Album bertajuk Apostation dari Vibetronic ini memiliki kolaborasi unik dan “murtad” dari anggotanya.

Seperti apa album baru dari Vibetronic ini? Yuk, kita cari tahu bersama!

Vibetronic Merilis Album Baru “Apostation”

Setelah sukses menyelenggarakan Quarantune Fest 2: Times New Normal, lingkarya Vibetronic tak hentinya untuk berkreasi dengan konten musik unik nan nyeleneh. Ini merupakan sebuah tantangan serta memberikan pengalaman baru menikmati musik. Dengan tujuan tersebut, lingkarya ini menyatukan visi serta guyonan menjadi sesuatu yang serius sesuai dengan filosofi. Vibetronic ingin membawakan konten musik yang fun but serious.

Berawal dari candaan dalam acara Quarantune Fest 2: Times New Normal, Vibetronic membuat sebuah komposisi musik yang terdengar berbeda dari yang biasanya mereka rilis. Termasuk menyematkan sebuah meme yang pada waktu itu sempat ramai sebagai unsur hook dalam lagunya. Dan pada akhirnya mereka merilis sebuah album bertajuk “Apostation”.

Album Tentang “Kemurtadan dalam Bermusik”

Vibetronic Apostation

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, album terbaru dari Vibetronic ini berisikan 5 buah karya original dengan rasa yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Sebagai contoh pada lagu “Solum” dari Sandjaya yang membawa unsur trance dan mistis. Pendengar akan dibawa untuk berimajinasi tentang horizon yang tak kunjung selesai.

Berbeda halnya dengan lagu “Transverse” yang kental dengan nuansa Timur Tengah dan jungle yang tanpa sadar akan membuat para penikmat musik bergerak mengikuti iramanya. Mendengarkan “Transverse” akan membawa pendengar bergoyang di tengah padang pasir.

3 Karya Lain dari Member Vibetronic

Selain dua lagu tersebut, lingkarya ini juga mempersembahkan 3 buah karya lainnya. Pertama adalah “System Alert” yang dibuat dengan citarasa cyberpunk yang kental dengan komputerisasi, masa depan dan dibuat dengan sangat futuristik oleh Ittou.

Kedua ada “Keep it Coming” persembahan dari Dyolow yang membawa warna berbeda dari yang biasa ia mainkan. Selanjutnya ada Zuharu yang membawakan musik Thailand house serta experimental yang sangat berbeda dan tidak biasa. Apalagi lagu yang dibawakan Zuharu memasukkan unsur meme yang viral dan menjadi buah bibir di internet. sampai-sampai ia harus membedakan antara versi eksplist dan juga versi yang ramah untuk semua umur.

Apostation bisa didengarkan di berbagai macam platform musik seperti Spotify dan Apple Music. Link untuk mendengarkan Apostation bisa diklik disini.

Tentang Vibetronic

Vibetronic Logo

Dibentuk pada tahun 2016, Vibetronic merupakan lingkarya produser musik serta DJ (Disc Jockey) yang berbasis di kota Surabaya, provinsi Jawa Timur. Lingkarya Vibetronic menghadirkan nuansa musik EDM (Electronic Dance Music) yang menarik dan kuat bagi kawula muda penggemar Jejepangan di Indonesia.

Lingkarya Vibetronic menghadirkan sejumlah genre EDM dalam produksinya. Genre-genre tersebut antara lain ialah: Bass, Trance, House, Dubstep, DnB, Trap, Psy, serta UK Hardcore.

Sejak dibentuk pada 4 tahun lalu, lingkarya musik Vibetronic setidaknya telah memproduksi 5 buah album termasuk album kolaborasi, 4 buah singles, dan berbagai bentuk kolaboratif lainnya. Vibetronic sendiri juga telah membawakan kebahagiaan bagi semua penggemar musik EDM maupun Jejepangan di berbagai event. Salah satunya adalah Comic Frontier 14 2020 Jakarta, ExGCON 2019 Jakarta, Daisuki Wibu Party 2019 Malang, dan Ennichisai 10 2019 Jakarta.

Nawala Karsa NK Kurio