Melihat Perkembangan Stand J-Pop di Comivuro 2.0

Nadia Theresa Johari
stan jpop comivuro header

Pada 18 dan 19 Desember 2021, gelaran industri kreatif Comivuro 2.0 atau Comic Frontier (Comifuro) Virtual telah diselenggarakan dengan sukses. Sekian banyak stan mengalami perkembangan sejak pertama kali Comifuro terlaksana.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada berbagai macam stand yang menjual karya original dan juga fan merchandise dari beragam fandom seperti anime, manga, film, dan lain-lain.

Di tengah-tengah semua itu, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Dari tahun ke tahun, ada banyak stan di Comifuro yang menjual beragam fan merchandise dari fandom musik, terutama K-pop.

Ada pula stan yang mengusung fan merchandise dari ranah J-pop, namun jumlahnya masih kurang signifikan, terutama dari fandom J-idol atau idola dari Jepang.

Oleh karena itu, saya jadi ingin mencari tahu tentang eksistensi stan yang menjual berbagai macam fan merchandise dari ranah J-idol di Comivuro.

Salah satu stan yang dimiliki oleh pegiat dan juga menjual beragam fan merchandise. Mulai dari ranah J-idol adalah JDMG (Jualan Demi Modal Gacha) yang berfokus pada penjualan merchandise dari mobile game Jepang atau mobage serta grup idol Hinatazaka46.

Dua pemilik dari stan ini, TBS dan Raga, mengungkap bahwa mereka pernah berpartisipasi dalam gelaran Comifuro dan Comivuro yang diadakan pada bulan Juli lalu.

“Sebelumnya kami menjual fan merchandise dari Keyakizaka46, namun kami tidak menjualnya lagi karena grup tersebut sudah rebranding,” kata Raga.

Perkembangan Stan J-idol Sepanjang Gelaran Comifuro

perkembangan stan comifuro jdmg
Stan JDMG! dari virtual space Comivuro, Rabbit Sky.

Melalui partisipasi mereka dalam Comifuro dan Comivuro sebelumnya, baik TBS maupun Raga juga mengikuti perkembangan stan J-idol atau J-pop yang ada di dalam gelaran ini.

TBS berpendapat, atensi penggemar musik di Indonesia, terutama penggemar K-pop, mulai terarah kepada penampilan para idola asal Jepang semenjak Produce 48, salah satu idol survival show yang telah tayang oleh saluran televisi Mnet, tayang dan menjadi populer di seluruh dunia.

Sekadar informasi, Produce 48 tidak hanya menampilkan trainee idol dari Korea Selatan, namun juga para idola dari 48 Group (AKB48, SKE48, dll.) yang sudah debut di Jepang terlebih dahulu.

Kesuksesan Produce 48 atau PD48 dalam mengenalkan para idola dari Jepang juga terpancar dalam gelaran Comifuro di tahun 2018 dan 2019.

Pada gelaran Comivuro pertama pun, menurut Raga, ada juga salah satu stan yang menjual merchandise dari grup idola yang merupakan produksi oleh agensi ternama Johnny’s.

Namun, TBS melihat bahwa mengingat fanbase lokal yang masih merintis dan ada banyak ranah baru yang belum tereksplorasi para komunitas lokal grup-grup idol Jepang, jumlah stan yang menjual fan merchandise bernuansa J-idol masih sangat terbatas.

Namun, rupanya, ada harapan bagi para penyuka grup idola Jepang yang ingin mempromosikan grup yang mereka sukai melalui produk kreatif mereka.

“Karena akses media idol Jepang baru-baru ini mudah terdapat, seperti semenjak publisitas PD48 dan saat Keyakizaka46 sempat viral di komunitas fans K-pop, komunitas para fans idola Jepang mulai bertambah dan mulai ada stan yang menjual merchandise dari fandom ini,” ujar TBS.

Faktor Yang Membuat Idola Jepang Lain Dari Yang Lain

hinatazaka46
Hinatazaka46. Gambar: Portal Field

Menurut para pemilik stan JDMG di Comivuro 2.0, hal yang membuat para idola Jepang—tidak hanya Hinatazaka46 ataupun grup Sakamichi lainnya. Namun juga secara umum—berbeda dari yang lain dan menarik untuk diikuti adalah karakter mereka yang unik.

Para idola Jepang juga biasanya memiliki peran lain sebagai entertainer atau memiliki skill dalam dunia hiburan selain menjadi performer, terutama dalam variety show.

“Apalagi karena beberapa idol, seperti Hinatazaka46, memiliki acara mingguan, sehingga kita juga bisa melihat usaha mereka secara all-out dalam variety show. Mereka juga punya lawakan-lawakan sendiri yang muncul di sana,” kata TBS.

Sementara itu, di tengah-tengah berbagai aspek K-pop yang mulai berkembang di Jepang dan diterapkan beberapa grup idola lainnya. seperti JO1 dan NiziU, grup idola Jepang juga masih mempertahankan ciri khas mereka sendiri.

“Aku pribadi merasa hal itu juga yang membuat Hinatazaka berbeda, karena faktor menghibur sebagai TV personality yang mereka miliki lebih dapat sorotan,” jelas TBS.

Di sisi lain, hal yang menjadi ciri khas dari grup idola Jepang adalah lagu yang mereka miliki. “Menurut saya, ada unsur wabi sabi (keindahan di tengah ketidaksempurnaan) yang menjadi ciri khas dalam lagu-lagu beragam grup idola Jepang,” kata Raga. Ia juga berpendapat bahwa hal itu yang membuat lagu-lagu dari mereka memiliki nuansa kejepangan yang kuat.

Harapan untuk popularitas J-idol di Indonesia di masa depan

Sebagai penutup, TBS dan Raga juga mengungkapkan harapan mereka untuk berkembangnya komunitas J-idol di Indonesia dan juga stan yang mengusung fan merchandise bertemakan grup idola Jepang dan J-pop di Comivuro.

“Aku percaya komunitas fan merch J-pop bisa pelan-pelan mulai berkembang karena medianya jauh lebih terdapatkan. Dan juga karena ada beberapa grup yang sudah mulai populer di fanbase Jepang dan internasional seperti Sakurazaka46, atau musisi-musisi seperti YOASOBI dan Ado.

“Mereka bisa membantu perkembangan komunitas fans J-pop lokal supaya bisa lebih terdengar lagi,” kata TBS.

Raga berharap agar dapat muncul stan yang menjual berbagai merchandise J-idol lainnya. “Semoga pengunjung yang melihat (stan kami) dan tertarik dengan Hinatazaka46 maupun grup J-idol lainnya bisa meramaikan ranah J-idol dan juga J-pop di Indonesia. Sehingga masyarakat jadi tahu Jepang bukan karena animenya saja, namun juga dari musiknya,” jelasnya.

Semoga, dengan semakin berkembangnya komunitas fans lokal dari grup J-idol maupun para musisi J-pop, J-idol dan J-pop mulai dapat menjadi lebih populer di Indonesia dan eksistensinya di Comic Frontier pun dapat menjadi lebih signifikan.

Buat kalian yang ingin tahu tentang circle JDMG, kalian dapat melihat karya-karya mereka di media sosial JDMG di Facebook dan Twitter.