Beberapa waktu lalu, sejumlah penggemar anime dan manga Jepang di Indonesia digegerkan dengan informasi revisi UU Hak Cipta Jepang. Undang-undang yang mengatur sejumlah konten original tersebut, seperti majalah, karya akademis, atau anime dan manga. Hal ini dapat membuat sejumlah situs ilegal yang biasanya dikunjungi oleh para penikmat anime dan manga di Indonesia tidak beroperasi lagi. Situs ilegal tidak beroperasi, berarti para penggemar anime dan manga di Indonesia tidak dapat mendapatkan anime atau manga yang mereka sukai dengan mudah.

Melihat kekhawatiran ini, komunitas Conan Fans Club mengadakan sebuah acara diskusi yang dapat disaksikan secara langsung atau live discussion bertajuk “Aturan Hak Cipta Jepang Diperketat, Bagaimana Kita Menghadapinya?” pada Minggu (12/10). Bersama dengan kak Ratnasari, chief editor dari Elex Comics, Pikri Alamsyah, Wakil Pemimpin Redaksi Nawala Karsa, dan Febryan Hendrawan yang mewakili penggemar anime dan manga di Indonesia. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Google Meet ini membahas mengenai pentingnya menghargai usaha para kreator dengan menikmati karya-karya mereka secara legal.

Berbagai Kendala Terkait Hak Cipta

Sebelum memasuki inti dari acara tersebut, para narasumber berbagi cerita mengenai kendala yang dihadapi kebanyakan para penggemar anime dan manga Indonesia. Mereka hampir selalu memilih untuk menikmati anime dan manga dari situs ilegal.

Menurut Febryan selaku penggemar anime dan manga di Indonesia, salah satu kendala yang dihadapi adalah dari segi ekonomi.

“Kebanyakan penggemar anime dan manga di Indonesia itu ada di kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga mereka belum memiliki penghasilan tetap. Karena tidak ada penghasilan tetap, jadi mereka memilih untuk mengakses anime dan manga kesayangan mereka melalui situs ilegal,” tuturnya.

Selain kendala ekonomi, menurut Pikri, kendala lainnya yang dihadapi oleh para penggemar anime dan manga di Indonesia dalam mengakses anime dan manga favorit di situs legal adalah karena kendala di bidang akses, zonasi, dan bahasa. Pikri berkata bahwa terkadang ketika seseorang mengakses sebuah situs streaming legal, mereka tidak dapat menontonnya. Itu karena area tempat mereka tinggal tidak terjangkau oleh layanan tersebut.

“Contohnya seperti di Crunchyroll. Penonton dari Indonesia tidak dapat menonton beberapa anime yang ditayangkan di sana karena Crunchyroll hanya menjangkau penonton dari Amerika,” katanya.

Selain zonasi, ada juga kendala bahasa. Tidak semua penggemar anime dan manga di Indonesia bisa berbahasa Jepang atau mungkin lancar berbahasa Inggris (alias bahasa yang sering digunakan dalam penerjemahan secara legal). Sehingga mereka memilih untuk menunggu fansub atau terjemahan dalam bahasa Indonesia melalui situs ilegal.

Mengenai isu ini, kak Ratnasari juga berkata bahwa kendala lainnya adalah situs legal atau penerbitan (jika mereka menunggu manga favorit untuk terbit di Indonesia). Biasanya penerbitan tidak dapat langsung meng-update sebuah chapter manga atau episode anime secara cepat.

“Scanlation (penerjemahan yang dilakukan dengan cara scanning) biasanya selalu lebih cepat, sehingga biasanya para penggemar (anime dan manga) memilih untuk mengaksesnya melalui situs ilegal,” tutur chief editor Elex Comics yang telah berkiprah dalam dunia penerbitan sejak tahun 1992 ini.

Pentingnya Beralih ke yang Legal

Ketika seorang penggemar tidak dapat menemukan karya kesayangannya, tentu mereka akan menggunakan segala cara untuk memperoleh karya tersebut. Begitu pun dengan para penggemar anime dan manga di Indonesia. Karena sejumlah kendala yang telah disebutkan di atas, kebanyakan memilih untuk mengakses situs ilegal. Pilihan tersebut menghadirkan sejumlah judul anime dan manga favorit secara cepat. Padahal, cara itu bukan merupakan cara yang tepat untuk mengapresiasi karya para mangaka dan kreator lainnya.

Menanggapi hal ini, kak Ratnasari juga berpendapat bahwa adalah sebuah hal penting untuk menghargai usaha para mangaka dengan cara yang legal. Chief editor Elex Comics dan Level Comics yang akrab disebut kak Sari itu juga mengungkapkan bahwa ketika seseorang membayar sebuah komik. Tentunya mereka telah menghargai para mangaka dan penerjemah yang bersusah payah untuk menghadirkan komik kesayangan para penggemar di Indonesia. Selain itu, proses yang panjang dalam menerbitkan sebuah manga di Indonesia juga mesti dihargai.

Sebagai salah satu penggemar serial anime dan manga, Pikri juga setuju dengan pendapat tersebut.

“Fans yang loyal pasti tidak akan ragu untuk membeli barang resmi dari kreator karya favoritnya,” katanya.

Sebagai seorang fans yang loyal, Pikri juga telah melaksanakan hal tersebut. Hal itu terbukti dari light novel Oregairu dalam bahasa Jepang dan komiknya dalam bahasa Indonesia yang telah diterjemahkan oleh Elex Comics.

Selain itu, Pikri juga menambahkan bahwa meskipun mengakses situs ilegal telah menjadi kebiasaan para penggemar anime dan manga Indonesia. adanya revisi UU Hak Cipta Jepang yang diperketat bisa jadi membuka sebuah lembaran baru, dari mengakses situs ilegal menjadi mengakses situs legal.

“Jika itu (mengakses situs legal) dilakukan secara konsisten di Indonesia, bisa jadi akan terjalin kerja sama yang baik antara Indonesia dan Jepang. Siapa tahu Indonesia dan Jepang bisa memiliki sebuah proyek anime sendiri di masa depan,” katanya.

Cara Alternatif Mengakses dari Situs Legal

Sebenarnya, akhir-akhir ini, konten anime yang dapat diakses secara legal mulai bermunculan. Tersedianya layanan seperti Netflix dan Sushiroll. Layanan tersebut memudahkan para penggemar anime dan manga untuk mengakses anime dan manga secara legal. Jika penonton terhambat kendala ekonomi, masih ada kanal YouTube yang menyediakan anime secara gratis dan legal seperti Ani-Log dan Muse Asia.

Namun, jika penonton tetap keukeuh ingin menonton di Netflix atau layanan berbayar lainnya yang menayangkan anime favorit mereka, Febryan memiliki sebuah tips yang berguna.

“Kalau kalian ingin tetap menonton anime di layanan berbayar tapi memiliki hambatan ekonomi, bisa diakali dengan membeli sebuah akun untuk dipakai bersama teman-teman lainnya,” ujarnya sambil tertawa.

Nantinya, para pengguna akun tersebut dapat membagi jadwal menonton menggunakan akun tersebut.

“Misalnya, di hari Senin giliran A, hari Selasa giliran B, dan seterusnya,” katanya.

Jika kalian penggemar manga Jepang, sudah tersedia pula sebuah situs gratis dan legal. Pastinya situs tersebut yang menyediakan berbagai judul manga terkenal bernama MangaPlus dari penerbit Shueisha. Penggemar manga dapat mengakses MangaPlus dari situs resminya. Atau bisa juga melalui aplikasi resminya yang bisa diunduh secara gratis di Google Play Store.

Kalau misalnya kalian tetap ingin menikmati komik secara utuh, bisa juga membeli komik yang diterbitkan oleh sejumlah penerbit resmi di Indonesia. Misalnya saja seperti seperti Elex Comics atau Level Comics.

“Dengan adanya revisi UU Hak Cipta Jepang ini, tentunya akan sangat berpengaruh pada penjualan komik di Indonesia. Bisa jadi setelah ada revisi mengenai undang-undang ini, pembaca di Indonesia dapat beralih ke yang legal. Salah satunya dengan membeli komik-komik yang dijual secara resmi.” kata kak Ratnasari.

Rencana Kerja Sama untuk Para Pembaca di Indonesia

Kak Ratnasari yang akrab dipanggil kak Sari ini juga mengatakan bahwa saat ini, Elex Comics tengah melangsungkan sebuah kerjasama. Kerja sama tersebut antara Google Play Store dan Gramedia Digital. Sebuah kampanye yang mengajak para pembaca Indonesia untuk menikmati karya penulis dan kreator manga secara legal. Harapannya, kesadaran untuk menghargai karya para kreator dari dalam pembaca di Indonesia bisa meningkat.

Itulah isi dari acara live discussion Aturan Hak Cipta Jepang Diperketat, Bagaimana Kita Menghadapinya? yang diadakan oleh komunitas Conan Fans Club. Setelah acara ini diselenggarakan, para peserta jadi memahami pentingnya menghargai usaha para kreator dan penerjemah dengan mengakses anime dan manga dari sumber yang legal.

Nawala Karsa NK Kurio