Menikah dengan Rakyat Biasa, Putri Jepang Rela Tinggalkan Status Keluarga Kekaisarannya

Riestario Kurnia Thodiansyah
putri mako menikah komuro header

Putri dari Kekaisaran Jepang, yakni Mako, menikah dengan pacarnya Kei Komuro pada Selasa, (26/10) lalu. Dan karena menikahi pasangannya yang seorang warga biasa, maka Putri Mako harus meninggalkan statusnya di keluarga kekaisaran Jepang.

Putri Mako mengatakan bahwa Komuro adalah orang yang tidak bisa digantikan dan pernikahan mereka merupakan keputusan yang tepat. Komuro didepan para wartawan pada konferensi pers mengatakan, “Aku mencintai Mako. Aku ingin menghabiskan hidupku dengan orang yang aku cintai.”

Kontroversi dibalik Hubungan Putri Mako dan Komuro

Terdapat banyak kontroversi dibalik hubungan mereka yang telah diumumkan pada 4 tahun yang lalu ini. Salah satunya adalah berita dimana ibu Komuro memiliki hutang kepada mantan pasangannya sekitar 4 juta yen atau sekitar 500 juta rupiah, yang menjadikan Komuro sebagai seorang Gold digger yang ingin masuk ke dalam keluarga Putri Mako untuk mendapatkan bantuan finansial.

Komuro telah menjelaskan kepada publik mengenai kondisi finansialnya dan bahwa dia telah mengajukan penyelesaian sengketa uang tersebut kepada mantan pasangan ibunya.

Namun publik dan media tidak terlalu percaya dengannya dan bahkan dalam beberapa survey, sekitar 80% koresponden tidak setuju terhadap pernikahan mereka setelah publik mendapati Komuro kembali ke Jepang dari New York dengan gaya rambut Ponytail.

Dengan majalah tabloid dan acara berbincang TV terus menerus membicarakan isu ini, mereka dan juga keluarga menjadi target banyak kritik di sosial media. Hal ini berdampak kepada keadaan mental Putri Mako, dimana dikatakan bahwa dia telah didiagnosa dengan PTSD (Post Traumatic Stress Disorder).

Menatap Masa Depan

Putri Mako, yang sudah sah menjadi pasangan suami dan istri dengan Kei Komuro mengatakan, “Apa yang aku inginkan adalah untuk menjalani kehidupan yang tentram di lingkunganku yang baru.” mengaju kepada berita bahwa kedua pasangan tersebut akan pindah ke New York, Amerika Serikat dimana Komuro bekerja di sebuah perusahaan hukum.

Keluarga kekaisaran Jepang, walaupun terkejut awalnya menerima keputusan menikah yang diambil oleh Putri Mako dan berharap bahwa kedua pasangan dapat hidup dengan bahagia.

Walaupun seharusnya Putri Mako mendapatkan sekitar 150 juta Yen (sekitar 18 miliar rupiah) untuk kepergiannya dari keluarga kekaisaran, dia memohon kepada pihak kekaisaran untuk menolak uang tersebut.


Penulis: Riestario Kurnia Thodiansyah