Keluarga Korban Insiden KyoAni Berencana Bangun Monumen Peringatan

Adi Styadi
Kyoto Animation

Dua tahun setelah insiden kebakaran yang terjadi di Studio 1 Kyoto Animation. Keluarga korban akan menyelenggarakan diskusi dengan perusahaan terkait pembangunan monumen memorial di lahan tempat insiden tersebut terjadi.

Juru bicara Kyoto Animation mengatakan kepada NHK bahwa 30 orang telah dipertemukan dalam diskusi untuk membuat monumen KyoAni tersebut.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan hari sabtu lalu, dikabarkan bahwa dari pihak keluarga korban, tidak ada respon penolakan yang kuat.

Di sisi lain, kuasa hukum Kyoto Animation kepada The Yomiuri Shimbun mengatakan bahwa belum ada rencana apapun berdasarkan gagasan ini.

Kedua pihak masih akan terus mengumpulkan opini, dan diharapkan pada akhir 2022 nanti, keputusan sudah bisa diambil.

Respon Keluarga Korban Insiden Kyoto Animation 2019

Walau tidak ada penolakan keras dari pihak keluarga terkait gagasan monumen KyoAni ini, ada yang setuju, maupun kurang setuju.

Beberapa merasa bahwa kejadian ini adalah insiden yang menyedihkan, dan perlu adanya memorial untuk mengenang korban.

Namun ada juga anggota keluarga yang kurang setuju dan mengatakan bahwa tidak ingin ada orang asing yang berjalan-jalan di tempat dimana keluarganya pernah tewas.

Penolakan terhadap gagasan ini juga sempat datang dari pihak lain yang bukan merupakan anggota keluarga korban.

Pada tahun 2019, asosiasi rumah tangga wilayah Fushimi, Kyoto mengirimkan permintaan tertulis untuk manajemen Kyoto Animation terkait nasib lahan tersebut pasca penggusuran sisa bangunan.

Dalam surat tersebut, asosiasi menyampaikan kekhawatiran mereka bahwa pembangunan tengaran di lahan tersebut akan mengundang kerumunan yang tidak diinginkan.

Merespon hal tersebut, pihak Kyoto Animation menyampaikan bahwa segala usulan akan dipertimbangkan sebelum rencana ditetapkan.

Kronologis Serta Situasi Pasca-Insiden Pembakaran Studio 1 KyoAni

KyoAni

Pelaku dari insiden ini merupakan seorang pria berumur 42 tahun bernama Shinji Aoba.

Pada hari kejadian, ia membawa sepuluh galon berisi bahan bakar minyak ke gedung studio yang saat itu sudah ramai dengan para pekerja.

Salah satu staf Kyoani bersaksi bahwa pada pukul sepuluh pagi waktu setempat, terdengar suara ledakan dari lantai satu. Api dengan cepat menjalar hingga lantai dua dan tiga, bersama dengan asap.

Dari peristiwa naas ini, terdapat sekiranya 36 korban jiwa, serta 34 korban luka. Asap yang dihasilkan juga sempat melukai seorang pengguna jalan.

Pasca insiden, berbagai dukungan mengalir dari masyarakat untuk Studio Kyoto Animation, serta korban-korban dalam insiden tersebut.

Fans anime dari seluruh dunia mengirimkan pesan belasungkawa, dan kanal donasi yang dibuka oleh Kyoani mendapat respon positif dari berbagai pihak.

Gedung Studio 1 yang menjadi TKP kejadian tersebut diputuskan untuk dirobohkan, dan prosesnya selesai pada bulan April tahun lalu.

Kemudian pada Senin (6/7/2020), dilakukan upacara di lahan tersebut untuk mengenang para korban.

Atas perbuatan ini, Shinji Aoba dijatuhi hukuman atas pasal pembunuhan, serta pasal hukuman lainnya.