Pertama Kalinya! Jepang Alami Ledakan Kasus COVID-19 Hingga 150,000 Kasus

Semoga kasus COVID-19 di Jepang sana bisa segera teratasi dan tidak banyak korban jiwa, begitu juga untuk kita di sini agar tetap ikuti prokes yang ada

Matias Arvino Andrhasa
Lonjakan 150.000 kasus COVID Jepang
Gambar: Yahoo News

Pada Rabu (20/7), mengutip dari FNN via Yahoo News mereka mengabarkan bahwa Jepang alami lonjakan kasus COVID-19 sebanyak 150.000 kasus.

Per tanggal tersebut, jumlah kasus COVID-19 tepatnya sudah mencapai 152.495 orang yang terinfeksi.

Hal ini merupakan pertama kalinya bagi Jepang alami 150.000 lonjakan kasus COVID-19 sejak angka tertinggi mereka yang terakhir.

Ini adalah peningkatan yang signifikan lebih dari 40.000 dari 110.662 kasus yang dilaporkan di Jepang pada Sabtu (16/7) lalu.

Pada hari itu, terkonfirmasi bahwa 20.401 orang terinfeksi di Tokyo untuk pertama kalinya dalam lima setengah bulan, melebihi 20.000. 

Informasi terakhir didapat dari FNN, prefektur Fukuoka terdapat 9.136 orang yang positif, kemudian Prefektur Osaka dengan jumlah 20.1976 orang.

Selain itu, prefektur Aichi memiliki 13.628 orang yang terpapar, Prefektur Shizuoka sebanyak 3.724 orang, dan Prefektur Okinawa memiliki 5.160 orang.

Respon Masyarakat Terhadap Kasus Ini

COVID-19 Jepang

Selain itu, menanggapi gelombang kasus terbaru COVID-19 di Jepang, Kantor Berita FNN juga mengadakan voting kepada 71,809 responden, berikut hasilnya.

Sebagai catatan, voting ini terlaksana sejak Rabu (7/6) sampai Sabtu (7/30) jadi kemungkinan hasilnya berbeda di akhir bulan nanti.

Responden tertinggi dengan jumlah 40.715 (56.7%) memilih untuk menggunakan masker jika memungkinkan.

Kemudian, tertinggi kedua dengan 11.166 (15.5%) responden memilih untuk menghindari untuk makan bersama dengan banyak orang.

Ketiga, dengan 10.381 (14.5%) responden memilih untuk menghindari fasilitas yang tertutup atau banyak orang.

Selanjutnya, dengan 4.350 (6.1%) responden menjawab untuk menghindari agenda, acara besar. Terendah kedua ada 2.604 (3.6%) responden menjawab untuk melakukan kerjaan secara daring, work from home.

Terakhir dengan 2.593 (3.6%) responden menjawab untuk menghindari perjalanan lintas prefektur.

Kalau kita bisa ambil kesimpulan, sebagian besar memang memilih untuk menggunakan masker. Di mana cukup masuk akal, karena tidak semua aktivitas bisa terlaksana hanya dari rumah, perlu ada presensi di kantor, dsb.

Seiyu Terkenal Juga Terpapar Virus Ini

Selain lonjakan kasus COVID-19 di Jepang, ada salah satu seiyuu ternama yang positif akan varian baru virus ini, yaitu Takahashi Rie.

Seiyuu Hu Tao (Genshin Impact) dan Megumin (Konosuba) ini terkonfirmasi oleh agensinya, kalau ia positif COVID-19 pada Kamis (21/7).

Hal ini karena Takahashi sempat melakukan kontak dengan orang yang positif COVID-19 juga di Jepang.

Saat ini, ia sedang dalam masa penyembuhan dengan mengisolasi diri di rumah, termasuk mengikuti arahan petugas medis.

Selain itu, Takahashi Rie juga sedang mencari tahu siapa-siapa saja yang sempat melakukan kontak dengannya.

Lonjakan Kasus COVID-19 di Jepang Jadi yang Tertinggi

Lonjakan 150.000 kasus COVID Jepang
Statistika peningkatan kasus COVID-19 di Jepang. | Gambar: Google

Bersumber dari data COVID-19 Jepang secara resmi via WHO, terlihat adanya peningkatan lonjakan kasus dari 150.000 menjadi 180.000 di Jepang sana.

Selain itu terlihat peningkatan yang tidak kalah signifikan di akhir Juni 2022 sampai Rabu (20/7) ini.

Namun bagaimanapun juga, yang bisa kita lakukan sebagai orang Indonesia adalah mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan acuan dari pemerintah.

Biarpun sudah ada pelonggaran protokol kesehatan COVID-19 di Indonesia, ada baiknya tetap menggunakan masker di manapun.

Nawala Karsa juga merekomendasikan untuk tetap mencuci tangan terutama setelah berpergian, kalau perlu juga mandi setelah pergi seharian.