Broadcasted by Galau Jikan FM

Mengecewakan, Mengapa Dubes Rusia dan Ukraina Mengkritik Posisi Indonesia?

Dubes Rusia dan Ukraina kecewa pada Indonesia

Serangan dari Rusia terhadap Ukraina sejak beberapa waktu lalu, memaksa banyak pihak untuk terlibat. Keterlibatan tersebut seperti memberikan sanksi terhadap Rusia, seruan agar serangan segera berakhir, hingga memberikan bantuan kepada pihak Ukraina. Banyak negara terlibat dalam hal ini, termasuk Indonesia.

Namun, upaya Indonesia tersebut, justru memancing anggapan negatif, baik dari pihak Rusia atau pun Ukraina. Kira-kira apa upaya Indonesia sehingga mendapatkan anggapan negatif dari dua negara tersebut.

Demiliterisasi VS Serangan Terhadap Masyarakat Sipil

Berdasarkan hasil wawancara BBC Indonesia terhadap duta besar Rusia dan Ukraina di Indonesia, terungkap beberapa hal mengenai kondisi konflik yang terjadi.

Menurut Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila G. Vorobyova, apa yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina bukanlah perang, apalagi terhadap masyarakat sipil Ukraina. Tujuannya adalah melakukan demiliterisasi dan denazifikasi terhadap Ukraina.

Hal ini sebagai upaya pencegahan apabila NATO datang ke perbatasan Rusia, yang tentunya menyebabkan Rusia merasa terancam. Terlebih, Ukraina dan Rusia berbatasan secara langsung.

Namun, anggapan tersebut dibantah oleh Dubes Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin. Menurut Vasyl, apa yang terjadi bukanlah perang antara militer Rusia dan Ukraina atau pun serangan terhadap pemerintah Ukraina.

Menurut Vasyl, Rusia melakukan perang terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Ukraina. Termasuk dengan serangan terhadap masyarakat sipil Ukraina.

Dari pernyataan kedua pihak tersebut, terlihat jelas bagaimana serangan Rusia terjadi akibat upaya meminimalisir dampak bergabungnya Ukraina dengan NATO atau pun EU.

Mengenai hal ini, Lyudmilla beranggapan bahwa masyarakat Ukraina harusnya ditanya, apa yang mereka inginkan. Hal ini, karena selama delapan tahun terakhir, tidak ada satupun yang bertanya kepada rakyat Ukraina, apa yang mereka inginkan.

Rusia juga memiliki anggapan bahwa masyarakat Ukraina telah mendapat manipulasi dari pemerintah boneka mereka. Hal ini lah yang membuat Rusia menyatakan tidak ingin melakukan serangan terhadap masyarakat sipil Ukraina, karena telah menganggap mereka sebagai saudara.

Namun, hal ini Kembali mendapatkan bantahan dari Vasyl. Vasyl mengungkapkan Rusia justru melakukan serangan terhadap masyarakat sipil. Termasuk membom pelbagai kota, yang tentunya menimbulkan korban jiwa.

“Negara Barat Adalah Bandit!”

serangan rusia
Sebuah rumah sipil yang hancur akibat serangan artileri di Mariupol. Gambar: Kementerian Dalam Negeri Ukraina via Wikimedia Commons

Berikutnya, saat mendapatkan pertanyaan mengenai bagaimana tanggapan Rusia yang mendapat pelbagai sanksi dari dunia, Lyudmilla mengungkapkan satu hal yang menarik.

Menurutnya, sanksi tersebut hanya datang dari negara barat, dan Amerika Serikat dan sekutunya tidak merepresentasikan “dunia”. Menurutnya, banyak juga negara lain yang tidak memberikan sanksi terhadap Rusia.

Bahkan, Dubes Rusia ini juga menganggap sanksi tersebut tidak sah dan menuding negara-negara barat sebagai bandit. Hal ini berdasarkan Tindakan negara barat yang membekukan aset bank sentral milik Rusia. Menurut Lyudmilla, hal tersebut merupakan pencurian dan perampasan.

Namun, adanya sanksi tersebut, akan membuat Rusia tidak bergantung pada mitra negara barat yang mereka miliki.

Terkait sanksi dari pelbagai negara terhadap Rusia, Vasyl berharap bahwa setiap bangsa memiliki niat baik. Menurutnya, semua bangsa harus membela dan mengutuk agresi Rusia terhadap Ukraina. Namun bukan hanya sekedar mengutuk, tapi negara lain harus menyebutkan nama pihak yang melakukan agresi, dalam hal ini Rusia.

Kekecewaan Dubes Rusia dan Ukraina terhadap Pemerintah Indonesia

Mengenai hal ini, Menlu Indonesia mengungkapkan posisi mereka dalam konflik antara Rusia dan Ukraina dan apa alasannya. Menurut pemerintah Indonesia, yang terpenting saat ini adalah deeskalasi konflik dan menghentikan peperangan yang terjadi. Hal ini karena situasi kemanusiaannya sudah sangat mengkhawatirkan.

Mengenai posisi dari Indonesia, Dubes Rusia dan Dubes Ukraina memiliki pandangannya masing-masing. Menurut Dubes Rusia, pihaknya merasa kecewa dengan keputusan Indonesia yang mengutuk Rusia sebagai agresor.

Terlebih selama ini Rusia menganggap Indonesia sebagai mitra dan teman baik. Meskipun demikian, Lyudmilla berharap hal tersebut tidak mempengaruhi hubungan bilateral antara kedua negara.

Selanjutnya, Dubes Ukraina untuk Indonesia juga memiliki harapan lebih terhadap pemerintah Indonesia. Menurutnya, Ukraina mengharapkan lebih dari sekedar pernyataan dari pemerintah Indonesia.

Dirinya berharap pemerintah Indonesia bisa menunjukkan sebuah aksi nyata, bukan hanya sekedar pernyataan saja.

Meskipun demikian, keputusan tersebut tetap mendapat apresiasi dari Ukraina. Mengenai aksi nyata, Vasyl mengungkapkan mungkin bisa memberi bantuan kemanusiaan terhadap masyarakat sipil


Terima kasih telah membaca artikel Nawala Karsa. Artikel ini kami buat sepenuh hati untuk para pembaca, termasuk kamu!

Dukung Nawala Karsa sebagai media berita independen dan terpercaya kamu dengan memberikan tip melalui Sociabuzz Tribe milik Ayukawa Media. Untuk mengirimkan tip, kamu dapat membuka pranala berikut pranala berikut.