Hari ini isu terkait grup BUMN telekomunikasi Telkom yang akan membuka blokir layanan video on demand Netflix kembali menguat. Hal tersebut dikabarkan oleh sejumlah media nasional pada hari Rabu (1/7).

Blokir Netflix kemungkinan dicabut minggu ini?

netflix
FOTO: Netflix

Situs Kompas.com serta Kumparan, mengutip dari sebuah sumber yang dirahasiakan, menyebut bahwa situs Netflix akan dapat kembali diakses di Indonesia melalui perusahaan layanan telekomunikasi tersebut.

Menariknya, sumber tersebut menyatakan bahwa pencabutan blokir situs Netflix akan dilakukan pada minggu pertama bulan Juli tahun 2020 ini. Layanan milik Telkom seperti Telkomsel, Indihome, By.U, dapat menyaksikan tayangan-tayangan yang ada pada situs Netflix nantinya.

Telkom belum mengonfirmasi hal tersebut

Netflix Telkom Cabut Blokir Menara Landmark Telkom
Menara/Tower Landmark Telkom | FOTO: TLT

Kendati demikian, Telkom belum dapat membenarkan informasi tersebut. Mengutip dari Kompas.com serta Kumparan, Vice Presiden Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo menyatakan untuk sabar menunggu sampai waktunya tiba.

Meski Arif tidak mengonfirmasi pernyataan tersebut, namun kemungkinan dicabutnya blokir pada layanan Netflix semakin menguat. Hal itu dikarenakan baru-baru ini sejumlah rekanan Telkom seperti Hooq dan iFlix yang ‘tumbang’ satu-per-satu.

Hooq misalnya, telah berhenti beroperasi sejak tanggal 30 April lalu. Layanan streaming video on demand milik operator Singtel asal Singapura ini ditutup lantaran para investor ingin melikuidasi operator tersebut agar berfokus pada layanan telekomunikasi.

Singtel menyatakan proses likuidasi HOOQ tidak memberikan dampak material terhadap nilai aset maupun pemasukan per saham. Sebagai informasi, Singtel memiliki secara tak langsung 76,5% saham HOOQ.

Selain Hooq, rekan kerjasama Telkom dalam bidang video on demand adalah iFlix. Sayangnya, layanan tersebut tengah diakuisisi oleh perusahaan teknologi digital asal Tiongkok Daratan yakni Tencent.

Dirut Telkomsel: “Netflix sudah melunak”

Direktur Utama Dirut Telkomsel Setyanto Hantoro
FOTO: Gizmologi ID

Kedekatan grup operator Telkom dengan layanan Netflix sebenarnya telah diisukan sebelumnya. Misalnya saat gelaran Webinar yang diadakan oleh Tempo pada 11 Juni 2020 silam, saat itu Dirut Telkomsel, Setyanto Hantoro mengulang pernyataan bahwa mereka tengah ‘berdiskusi’ dengan Netflix.

Mengutip dari Kumparan, Setyanto menjelaskan bahwa blokir yang dilakukan operator Telkom kepada Netflix sejak tahun 2016 silam dikarenakan masalah etis. Saat itu ada sejumlah hal yang bersilangan terkait kebijakan konten, yang mana tidak disepakati oleh Netflix sendiri.

Dengan memberikan aturan parental control yang kuat serta makin mendekatkan diri kepada para sineas lokal, Netflix memberikan perubahan yang cukup positif bagi Indonesia, tutur Setyanto. Hal tersebut menjadi pertimbangan bagi Telkom terkait isu tersebut.

“Intinya, sekarang kita sedang dalam proses secara serius untuk berbicara dengan Netflix dan menuju ke arah sana, memperbolehkan pelanggan kami mengakses Netflix dari jaringan Telkom Group,” ujarnya.

Netflix sudah lama membantu sineas Indonesia

Netflix Kemendikbud TVRI
FOTO: Kemendikbud

Sebelumnya, layanan streaming asal Amerika Serikat ini telah lama membantu para sineas muda di Indonesia. Bahkan, akhir-akhir ini Netflix kembali bekerjasama dengan Kemendikbud untuk menayangkan dokumenter mereka di stasiun televisi publik Indonesia, yakni TVRI.

Hal tersebut sempat ramai diperbincangkan pada 23 April 2020 lalu, dimana ketiganya mengumumkan kerjasama tersebut pada akun Instagram milik Kemendikbud.

Sebelum terlaksananya kerjasama tripartit ini, Kemdikbud sebenarnya telah bekerja sama dengan Netflix dan TVRI secara terpisah. Di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim, Kemdikbud mampu menggandeng Netflix untuk berinvestasi di bidang perfilman.

Investasi yang dikucurkan Netflix senilai US$ 1 juta. Adapun nilai investasi tersebut digunakan untuk pelatihan para sineas tanah air dan peningkatan kualitas perfilman nasional.

Secara terpisah, Kemdikbud juga telah bekerja sama dengan TVRI dalam penyelenggaraan program Belajar Dari Rumah. Kerjasama program ini direncanakan akan berlangsung selama 3 bulan mulai 13 April 2020.

Nawala Karsa NK Kurio