“Ada banyak jalan menuju Roma”, seperti itulah yang dipikirkan oleh calon pemudik di Indonesia untuk mengakali kebijakan pemerintah yang melarang mudik untuk mencegah penyebaran COVID-19. Mulai dari menyelinap di dalam truk, hingga membeli surat keterangan bebas COVID-19.

Ya, terungkap aksi jual-beli surat keterangan bebas COVID-19 setelah akun Twitter @DokterPodcast mengunggah screenshot lapak online di aplikasi jual-beli Tokopedia dimana tercantum surat keterangan bebas COVID-19 yang diklaim dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, dengan harga Rp. 70 ribu per lembar surat.

Selain itu, akun Twitter lainnya @fathazza membalas cuitan tersebut dan mengabarkan bahwa dia menemukan hal serupa di aplikasi jual-beli online yang berbeda yaitu Shopee. Bedanya harga yang banderol untuk satu lembar surat seharga Rp. 39 Juta.

Tokopedia Membenarkan Adanya Jual-Beli Surat Keterangan Bebas COVID-19 Di Aplikasinya

Dikutip dari KompasExternal Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya membenarkan kabar tersebut.

Tidak lama setelah kabar tersebut Viral, Chandra mengatakan bahwa Tokopedia telah menindak lapak yang meperjual-belikan surat keterangan bebas COVID-19. “Saat ini, kami telah menindak produk dan toko yang dimaksud sesuai prosedur,” ujar Chandra.

Chandra juga menjelaskan bahwa hal itu bisa terjadi karena marketplace yang disediakan oleh Tokopedia bersifat User Generated Content (UGC) yang berarti setiap pengguna Tokopedia dapat mengunggah gambar produk yang akan dijual secara mandiri.

“UGC sangat bermanfaat, tetapi tetap harus kami sertai dengan aksi proaktif untuk menjaga norma dan hukum yang berlaku,” tambah Chandra.

Selain itu, Chandra juga mengingatkan masyarakat khususnya pengguna Tokopedia untuk melaporkan produk yang melanggar syarat dan ketentuan Tokopedia ataupun hukum yang berlaku di Indonesia. “Langsung dari fitur ‘Laporkan’ yang ada di setiap halaman produk,”.

Rumah Sakit Mitra Keluarga Membantah Terlibat

Dikarenakan pada surat jual-beli surat keterangan bebas COVID-19 tercantum kop surat Rumah Sakit Mitra Keluarga, memicu dugaan Rumah Sakit tersebut terlibat dalam jual-beli tersebut.

Dalam artikel terpisah di KompasBagian Operator Telepon Rumah Sakit Mitra Keluarga, Azis membantah Rumah Sakit tersebut terlibat dalam aksi jual-beli surat keterangan bebas COVID-19. “Untuk perihal data yang beredar itu bukan dari RS Mitra Keluarga,” ujar Azis.

Selain itu, pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga sedang menyelidiki lebih lanjut terkait asal-muasal surat yang telah mencantumkan nama Rumah Sakitnya. “Ada beberapa wartawan yang menelepon beberapa kali, disampaikan untuk saat ini kami masih mencari tahu siapa yang berada di balik (surat bebas covid-19) itu,” tambah Azis.

Selain itu, Azis meminta masyarakat untuk menanyakan hal terkait surat tersebut dengan langsung menghubungi hotline Rumah Sakit Mitra Keluarga. “Bisa langsung konfirmasi,” ujar Azis.

Nawala Karsa NK Kurio