Satria Naga Kai akhirnya menampakan wujudnya melalui kanal Satria Heroes Official di YouTube. Satria Naga Kai muncul di episode pilot yang merupakan episode percobaan. Video tersebut dirilis pada tanggal 22 September 2019.

Setelah menonton pilot episode tersebut, berikut kesan-kesannya.

Audio dan Visual Yang Cukup Bagus

hal pertama yang saya tangkap adalah adanya ketidakseimbangan dari segi suara yakni sulih suara yang terlalu dominan dibandingkan dengan folly sound seperti suara langkah kaki, suara daun, suara burung, dan sebagainya.

Kemudian untuk lagu pembuka, sayang sekali tidak menunjukan kesan Satria itu sendiri. kurangnya nada-nada yang menggebu-gebu dibandingkan dengan Bima Satria Garuda yang menggambarkan wibawa Bima.

Terlihat bahwa tim produksi ingin menjadikan Satria Naga Kai ini lebih banyak elemen Indonesianya. Hal ini terbukti dengan pemilihan musik latar dimana ketika ada adegan bahagia, ada lantunan melodi-melodi yang akrab kita dengar ala iklan-iklan Indonesia, ketika adegan aksi, lantunan rock yang memacu adrenalin siap menghiasi adegan tersebut.

Kemudian pemilihan suara efek yang lucu dan jenaka ala acara-acara komedi di Indonesia.

Satu hal yang harus diacungi dua jempol adalah CG (Computer Graphic)-nya. Sangat halus dan cenderung lebih rapi dibandingkan dengan Satria Garuda Bima bahkan acara TV sejenisnya untuk ruang lingkup Indonesia. Terlihat tim produksi meningkatkan kualitas produksinya dengan cukup keren.

Namun, satu hal yang sangat mengganggu kenikmatan menonton, setidaknya saya, adalah penggunaan lens flare sebagai transisi antar adegan yang terlalu sering digunakan.

Penggunaan lens flare tersebut seolah-olah membuat penonton seperti sedang menonton sinetron atau reality show yang penuh dengan emosi. Lalu ada satu adegan yang sangat fatal yakni adegan dimana Satria Garuda Kai hendak melancarkan jurus pamungkas ditengah hujan yang tiba-tiba berhenti.

Saya mengerti bahwa ini dimaksudkan untuk menambak efek dramatisasi, tapi transisi dari hujan ke berhentinya hujan sangat kasar sehingga agak mengganggu kenikmatan menonton.

Desain Kostum? Oke, Karakter? Meh!

Desain kostum Satria Naga Kai banyak dikomentari orang mirip dengan Ryuukendo. Wajar karena desainnya lebih sederhana terutama dibagian helm-nya.

Kemudian warna biru tua makin meyakinkan penonton terutama penggemar tokusatsu bahwa Satria Naga Kai mirip Ryukendo. Saya pribadi, desain kostum Satria Naga Kai adalah perpaduan antara Ryukendo dan Sekai Ninja Sen Jiraiya untuk bagian helm nya.

Kemudian untuk monster-monsternya, sangat tokusatsu sekali seolah-olah mereka adalah monster kiriman dari seri Kamen Rider atau Super Sentai. Saya sangat suka dengan desain monster Sheera.

Untuk karakter sendiri, cukup bagus. Furio yang diperankan oleh Jeffriadi R. Jeffata menunjukan kemampuan aktingnya yang sangat bagus terutama ketika ia berinteraksi dengan seekor kera bernama Donga. Akting Jeffriadi terlihat sangat alami.

Namun, lagi-lagi sayang kita tidak mendapatkan dasar karakter seperti siapa itu Furio dan Rin (yang diperankan oleh Frieska Anaastasia Laksani dari JKT48), apa profesi mereka, apa hubungan mereka berdua, dan sebagainya.

Kesimpulan Review Satria Naga Kai

Satria Naga Kai adalah seri tokusatsu Indonesia yang patut dinantikan mengingat fenomena pahlawan Indonesia mulai naik seperti hadirnya Gundala di bioskop, serta Satria Garuda Bima yang sempat menghiasi layar kaca kita.

Dengan adanya pilot episode ini, kita mendapatkan gambaran tentang seri tersebut. Semoga nantinya bisa lebih bagus.

 

Nawala Karsa NK Kurio