Dalam gelaran AFA STATION hari Minggu lalu (6/9), Managing Director ODEX Private Limited, Peter Go menyebut bahwa mereka akan merilis film anime Kimetsu no Yaiba: Mugen Train tahun depan.

Film Kimetsu no Yaiba Tayang antara Januari-Februari 2020

kimetsu no yaiba mugen train new schedule
FOTO: Aniplex

Setelah mempertimbangkan kondisi pandemi di kawasan Asia Tenggara saat ini, distributor film ODEX Private Limited berencana untuk menayangkan film Kimetsu no Yaiba: Mugen Train pada awal tahun 2021.

“Ini momen yang sangat dinantikan guna merilis film ini (di bioskop) kepada penggemar anime di kawasan Asia Tenggara,” ungkapnya, “kami berencana merilis film tersebut pada bulan Januari atau Februari tahun 2021 mendatang, sekitar tiga bulan setelah jadwal perilisannya di Jepang.”

Jadwal penayangan tersebut ODEX ambil lantaran banyak sekali distributor film barat yang telah mengambil jadwal yang serupa pada rentang bulan Oktober hingga Desember. “Di akhir tahun 2020, banyak sekali bioskop yang tidak memiliki slot film,” ujarnya.

Hal itu sangatlah wajar, sebab banyak sekali distributor film barat yang turut menayangkan filmnya di akhir tahun. Terlebih, tak hanya film anime seperti Kimetsu no Yaiba saja yang tertunda penayangannya, namun juga film-film barat.

Penayangan premiere masih dipertimbangkan

kimetsu no yaiba mugen train
Poster terbaru untuk film Demon Train chapter. Foto: Comic Natalie | © 吾峠呼世晴/集英社・アニプレックス・ufotable

Pihaknya sendiri masih mempertimbangkan untuk menayangkan film tersebut secara serempak dengan premiere di Jepang.

“Kami berencana untuk melakukan fan screening dengan waktu yang sama dengan jadwal pemutarannya di (bioskop) Jepang,” ujar Go, “tapi (hal tersebut) tidak dapat kami jamin.” Kendati demikian, ia menyebut bahwa ODEX tengah mengusahakan simultaneous releases tersebut.

Terkait penayangan film Kimetsu no Yaiba terbaru bersamaan dengan jadwal film di Jepang, Go mengungkapkan bahwa perilisan film secara serempak di Asia Tenggara sangat jarang terjadi sekaligus menantang untuk dilakukan sebab banyak sekali hal yang harus dilakukan guna penayangan tersebut.

“Ada banyak hal yang harus diselesaikan terlebih di masa pandemi seperti ini,” tuturnya, “Beberapa hal yang harus diperhatikan (guna rilis serempak) adalah pembuatan Subtitle, penyelesaian sensor film, serta (pengecekan) kondisi bioskop dari masing-masing negara.” Hal tersebut juga termasuk adanya resiko pembajakan film selama pemutaran berlangsung.

Managing Director ODEX sendiri menyebut persiapan tersebut akan memakan waktu yang lama. “Butuh persiapan selama 2 hingga 3 bulan sebelum tayang,” ungkapnya, “bila ada delay maka akan mempengaruhi seluruh rencana tersebut.”

Ingin hadirkan film anime untuk segala usia

Dalam kesempatan yang sama, Go menyebut bahwa ia berkeinginan untuk dapat menayangkan film-film yang dirilis perusahaannya untuk dapat disaksikan oleh berbagai kalangan serta usia.

Seperti contohnya Kimetsu no Yaiba: Mugen Train, ia menuturkan bahwa ODEX turut mempertimbangkan untuk membagi tiap-tiap film berdasarkan tingkat rating serta sensor.

“Di Singapura, mungkin film Kimetsu no Yaiba: Mugen Train akan masuk dalam kategori NC 16 hingga 18,” sebutnya, “dan kami berencana untuk merilis versi PG agar dapat disaksikan oleh penonton yang lebih muda.”

Sebagai catatan, NC merupakan salah satu kategori rating film, yang melarang penonton dibawah usia 16 hingga 18 tahun untuk menonton film tersebut. Rating PG atau Parental Guidance merupakan rating dimana penonton dibawah umur harus dibimbing oleh orang tua guna mengawasi film tersebut.

Untuk mengetahui lebih lengkap terkait bincang-bincang dengan Managing Director ODEX Private Limited, Peter Go, kamu dapat menyaksikan kembali siaran hari kedua AFA STATION melalui link berikut. Namun, kamu harus terlebih dahulu memiliki tiket, ya!

Do you like Naufal Alfarizy's articles? Follow on social!
Nawala Karsa NK Kurio