NawaReaders sebagian sudah mengetahui bahwa sejumlah artis dan musisi di Jepang terkenal dan begitu tenar di mata internasional berkat kepopuleran Vocaloid Hatsune Miku.

Memperingati ulang tahun Miku yang ke-13 hari ini, Nawala Karsa akan mengangkat daftar musisi yang berhasil masuk ke tangga musik industri jalur utama di Jepang, dan peran mereka dalam penyebaran budaya pop Jepang secara global.

Dari sejumlah musisi Jepang ini yang kini telah besar ketika perjalanan bermusiknya bermula dari produser Vocaloid Hatsune Miku pada masanya. Kini, nama mereka sudah banyak didengar oleh kawula muda di Jepang dan tidak cuma berasal dari penikmat musik Vocaloid di negeri sakura, tetapi di seluruh dunia.

Jin (Shizen no Teki-p)

Jin merupakan orang dibalik franchise serial Kagerou Project, melibatkan sejumlah Vocaloid termasuk Hatsune Miku. Ia ciptakan sejumlah lagu khusus serial tersebut dan bahkan bekerjasama dengan studio anime SHAFT dalam produksi anime adaptasinya, Mekakucity Actors.

Kini, Ia berperan dalam desain konsep utama dari anime LISTENERS berkolaborasi dengan penulis Dai Sato dan produser Taichi Hashimoto.

kz (livetune)

Produser lagu kawakan ini pertama debut pada 2007 bersama Kajuki-P sebelum meninggalkannya pada 2008. Keterlibatannya dengan Vocaloid twintail tersebut pertama kali tampak dengan dirilisnya album independennya berjudul Re:Packaged. Album yang dirilis dua kali tersebut memiliki lagu legendaris Miku, termasuk “Last Night, Good Night”.

kz juga merilis lagu “Tell Your World” pada tahun 2012 yang merupakan tema lagu untuk iklan web browser Google Chrome di Jepang.

Bagi NawaReaders yang mengenal kz pasti pernah dengarkan lagu gubahannya bersama Claris, irony”, untuk anime OreImo pada Oktober 2010. Claris dan kz pertama kali bertemu dan menerbitkan debut lagu independen untuk Claris, DROP pada tahun yang sama.

Sejak pertama kolaborasi dengan duet tersebut, Ia memproduksi sejumlah single lagu bagi mereka untuk beberapa anime dan franchise tertentu.

Yorushika

Yorushika, terdiri dari produser N-buna dan vokalis Suis, debut pertama kali pada 2017. Sebelumnya, N-buna adalah produser lagu Vocaloid yang mulai berkiprah di Nico Nico Douga tahun 2012 dan telah membuat beberapa karyanya, seperti Shihatsu to Kafka.

Duo Yorushika kemudian berkarya ke industri musik Jepang dibawah label Universal Music Japan dan orbitkan lagu ternama mereka, “Itte”.

sasakure.UK

sasakure.UK menerbitkan banyak lagu hit dari Hatsune Miku, diantaranya “Campanella”, “39”, dan “Garakuta Hime to Apostrophe”.

Ia masih berkarya dengan Miku hingga kini, dan beberapa diantaranya masuk ke lagu dalam gim 7th Dragon 2020

Supercell

Salah satu nama besar yang melejit berkat beberapa lagu yang dibuat oleh Hatsune Miku. Supercell, berisikan oleh ryo dan beberapa artis lainnya, menancapkan nama grupnya di Nico Nico Douga di kala Miku sedang populer saat pertama dikenalkan. Segelintir lagu mereka, contohnya “Koi wa Sensou”, “Melt”, “World is Mine” dan “Hajimete no Koi ga Owaru Toki”.

Menyandang nama grupnya, ryo kemudian berkolaborasi dengan pelaku musik lainnya dalam menanjaki karir musik di Jepang. Seperti membawakan lagu tema anime Guilty Crown bersama biduanita independen Koeda, lagu untuk anime Bakemonogatari bersama Yanagi Nagi, yaitu “Kimi no Shiranai Monogatari”, dan lain sebagainya.

Deco*27

Masih berkelut di bidang Vocaloid menuju musik mainstream Jepang, Deco*27 pertama kali debut pada Oktober 2008 dan telah merilis sejumlah lagu bersama Miku. Baru-baru ini Ia merilis single secara independen pada Januari lalu, bertajuk “Positive Parade”.

Kenshi Yonezu

Bagi NawaReaders fans berat penyanyi Kenshi Yonezu, tentulah tidak asing lagi bahwa Ia pernah mengandrungi bidang Vocaloid sebelum menggubah lagu legendarisnya. Memegang handle name Hachi-p sebagai nama produsernya, Ia telah berkarya dalam banyak lagu Vocaloid, termasuk penyanyi virtual berusia 16 tahun ini.

“Matryoshka”, “Rinne”, “Wonderland to Hitsuji no Uta”, dan “Suna no Wakusei” adalah beberapa judul dari diskografi Yonezu sendiri kala berkelut di dunia musik independen.

Baru-baru ini, Ia telah merilis studio album berjudul “Stray Sheep” yang pernah dipromosikan awal Agustus lalu, dan memiliki lagu-lagu unggulan seperti “Lemon”. Album tersebut sudah dapat dinikmati di Spotify saat ini.

GYARI

Debut tahun 2008, GYARI tidak banyak menjadi komposer untuk beberapa lagu khusus Hatsune Miku, tetapi sering dihadirkan di beberapa video klip Ia kreasikan sendiri.

GYARI kemudian meledak namanya setelah  menggubah lagu “Akane ga Yattekita Zo!” dan masih berkarya hingga kini dengan penyanyi virtual lainnya.

Ia membuka proyek agensi sampingan Vtuber yang Ia namakan agensi tersebut, VOMS Project. Agensi tersebut merekrut tiga Vtuber YouTube, yaitu Amano Pikamee, Hikasa Tomoshika, dan Jitomi Monoe.

wowaka

Berkelut menjadi produser Vocaloid tahun 2009, mendiang wowaka mengeluarkan album studio pribadinya bertajuk “the monochrome disc”. Ia lebih dikenal dengan pembuat beberapa lagu terbesar Miku, yaitu “Ura-omote Lovers”, “rolling girl”, dan “World End Dancehall.”

Ia tutup usia pada 5 April tahun lalu di usia 31 tahun setelah terbitkan sebanyak 13 lagu Miku semasa hidupnya.

Ada lagi selain musisi Jepang diatas berkawan Hatsune Miku?

Daftar diatas mungkin memuat segelintir dari artis dan musisi yang terlibat pertama kali dengan Miku demi karir mereka yang meroket hingga sekarang. Namun, tentunya ada banyak lagi dari mereka yang tak dapat disebutkan dalam artikel ini berperan penting dalam ketenaran Vocaloid rambut tosca ini selama 13 tahun ini.

Makanya, jangan lupa untuk sebutkan artis favoritmu disini maupun di komentar dalam Facebook kita, ya!

Contributor
Do you like Seno Triadi's articles? Follow on social!
Nawala Karsa NK Kurio